Suaraposkodualima

Rabu, 06 April 2022

Dahsyatnya Do'a Tiga Orang Ini.

Suaraposkodualima - Secara umum Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa, Allah juga telah menjanjikan akan mengabulkan permohonan hamba-hambanya yang mau berdoa.

Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Bahkan, Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda untuk umat-Nya yang memperbanyak amalan di bulan ini. Doa yg dipanjatkan pada bulan suci akan lebih mudah diterima serta dikabulkan Allah SWT. 

Diantara waktu-waktu mustajab untuk berdoa saat berbuka & Sahur bulan Ramadhan : Saat sahur, sahur biasanya dilakukan di sepertiga malam. Waktu inilah yang paling disenangi oleh Allah SWT. 

Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah R.A, Nabi Muhammad SAW bersabda : Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, 

“Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yg meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, No. 1145 dan Muslim, No. 758).

Hadis diatas juga dijelaskan oleh Ibnu Hajar yang berbunyi : "Doa dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan." (Fath Al-Bari, 3: 32). Waktu Berbuka Puasa : Waktu lainnya yaitu ketika berbuka puasa. Ketika memenjatkan doa saat berbuka puasa dapat dikabulkan dengan mudah oleh Allah SWT. 

Hal ini tercantum dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda, Ada tiga orang yg doanya tidak ditolak :

(1) Pemimpin yang adil, 

(2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, 

(3) Doa orang yang terzalimi. (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Selain itu, disebutkan pula dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7:278), yang disebutkan bahwa doa ketika berbuka puasa dapat dengan mudah dikabulkan karena pada saat itu orang yang berbuka puasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk & merendahkan diri.

Ambillah kesempatan saat Sahur untuk shalat malam, yang penting tidak ada dua witir dalam satu malam. Lalu tambahlah dengan panjatkan doa sesuai dengan hajat yang kita minta.

Semoga Allah perkenankan setiap doa kita di bulan Ramadhan. Aamiin Allahumma Aamiin. Semoga bermanfaat bagi yang berpuasa Ramadhan.(Red/ss)

Minggu, 03 April 2022

Di Awal Puasa Masjid Nurul Iman Perumahan Taman Dhika Sidoarjo Adakan Bazar Makanan Dan Minuman.

Sidoarjo, suaraposkodualima - Sedikitnya 10 pedagang makanan dan minuman ikut meramaikan bazar makanan di bulan Ramadhan, yang diselenggarakan oleh pengurus Masjid Nurul Iman Perumahan Taman Dhika Buduran, Sidoarjo Minggu (3/4/22).

Pedagang sudah mulai terlihat berderet rapi menempati stan-stan aneka makanan yang sudah disediakan pengurus Takmir Masjid Nurul Iman secara gratis. Mereka mulai menggelar sajian makanan dan minuman khas mulai pukul 15.00 hingga menjelang buka puasa.Bazar makanan di halaman Masjid Nurul Iman menyediakan sejumlah sajian untuk berbuka dan sejumlah panganan khas. Ada kue-kue kering, jajanan pasar, dimsum, ayam geprek, freed chiken, martabak mie dan aneka jajanan lain. Begitu halnya minuman segar aneka es manado dan es cinta (cinco, tape) dan beberapa minuman segar lainnya.

Dengan adanya gelaran aneka makanan ini, tentu memudahkan bagi warga yang kebetulan berada di Perumahan Taman Dhika dan warga sekitarnya untuk memperoleh jajanan dan panganan bersih, murah meriah untuk bekal berbuka puasa.Ditemui ditempat bazar, pedagang kue pastel dan minuman es cinta yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Nurul Iman dan pengurus Perumahan Taman Dhika yang telah memfasilitasi tempat secara gratis, ujarnya sumringah.

Rencananya bazar diadakan sampai tanggal 13 April mendatang. Warga sangat mengaprisiasi dengan adanya bazar yang diprakarsai pengurus Takmir Masjid Nurul Iman, karena sangat membantu dàn sebagai ajang promosi warga yang mempunyai usaha dibidang makanan dan minuman, semoga moment-moment seperti ini bisa berlanjut, harap Pupung salah satu warga Perumahan Taman Dhika. (Red/akha)

Minggu, 20 Maret 2022

Atasi Gelisah Saat Jalan Hidup Kita Terasa Lebih Lambat Dari Orang Lain

Suaraposkodualima - Tiap kali membuka media sosial, kita akan langsung dihadapkan pada cerminan hidup banyak orang. Tiap unggahan yang kita lihat membuat kita langsung membuat perbandingan hidup. Bahkan makin sering kita melihat kehidupan orang lain, kita makin merasa tertinggal.

Ada yang sudah lebih dulu menikah, punya anak, berkarier dengan jabatan tinggi, membuat karya-karya luar biasa, dan banyak lagi. Saat kita melihat semua itu, kita jadi merasa jalan hidup kita terasa lebih lambat. Kita merasa tertinggal dan makin gampang gelisah jalani hidup sendiri. Kalau sudah begini, apa yang sebaiknya kita lakukan?

1. Hadirkan senyum saat melihat kehidupan orang lain : Tersenyum saja saat melihat orang lain bahagia. Senyuman ini bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri sendiri. Ikutlah tersenyum karena ikut berbahagia dengan pencapaian hidup orang lain. Tepis rasa iri atau cemburu. Sebab sebuah senyuman akan membuat suasana hati kita jauh lebih baik.

2. Terima realitas hidup : Boleh saja menjadikan pencapaian orang lain atau kisah sukses orang lain sebagai motivasi diri. Boleh juga menjadikan orang lain sebagai panutan. Namun, yang tak kalah penting adalah coba untuk tetap menerima realitas hidup kita sendiri. Jalan hidup kita mungkin bukan lebih lambat, hanya berbeda. Sebab tiap orang lahir dengan nasib dan takdirnya masing-masing. 

3. Sayangi diri sendiri : Kadang kita merasa gelisah karena sebenarnya kita sedang jauh dari diri sendiri. Kita terlalu jauh melongok ke kehidupan orang lain sampai melupakan kehidupan sendiri. Maka dari itu, kali ini ambil jeda dan waktu khusus untuk mengapresiasi diri. Kembali sayangi diri. Kembali berterima kasih pada diri yang sudah melakukan yang terbaik hingga detik ini. Tepuk-tepuk pundak kita dan berterima kasihlah pada diri kita yang tak pernah menyerah menjalani hidup.

4. Tekuni hal yang kita sukai : Apa hal yang paling kita sukai? Bidang apa yang paling kita kuasai? Apa yang paling ingin kita kembangkan dari diri kita? Dari sini, temukan hal tersebut dan coba kita tekuni dengan sebaik mungkin. Setidaknya sibukkan diri dengan hal yang lebih bermanfaat supaya tidak gampang galau dengan standar hidup orang lain. Saatnya untuk membuat pencapaian diri kita sendiri.

5. Buat prioritas hidup yang baru : Belum terlambat untuk membuat prioritas hidup yang baru. Belum terlambat untuk mengatur dan menata ulang hidup kita. Mungkin bukan jalan hidup yang lebih lambat dari orang lain, tapi memang ada hal-hal yang perlu diselesaikan lebih dulu sebelum melangkah ke hal yang lain. Jadi, tak perlu meratapi keadaan terlalu lama.

Semoga untuk setiap upaya dan perjuangan yang kita lakukan, ada buah manis yang bisa kita dapatkan. Terima kasih sudah berusaha melakukan yang terbaik hingga titik ini, hidup tetap layak untuk diperjuangkan. (Red/niluh ishanori)

Kamis, 20 Januari 2022

Makna Dan Rasa Disetiap Tulisan.

Suaraposkodualima - Setiap tulisan mengandung makna, setiap makna mengandung rasa. Tergantung rasa si penulis, ada rasa suka, duka, kebencian, ada rasa halus dan rasa kasar. Jadi tergantung kepribadian dan kondisi jiwa masing-masing saat menulis.

Dalam tulisan itu mengandung enerji dari penulisnya, apalagi ketika menulis memang betul murni dari pikiran dan perasaannya, sehingga sebuah tulisan bisa juga mewakili kondisi penulis saat itu.

Seseorang menulis tentang kebencian, lalu yang membaca juga sama-sama membenci, maka antara pembaca dan penulis mempunyai frekwensi yang sama, sehingga bisa menyambung dan merasakan mempunyai gagasan dan ide bersama, terasa nyaman.

Akan tetapi jika yang membaca tersebut tidak memiliki kesamaan dalam sebuah gagasan, maka yang ada justru permusuhan dan saling benci juga, karena antara penulis dan yang membaca kontradiksi, sehingga yang muncul rasa ketidak nyamanan.

Dalam dunia perfesbukan, per whatsappan setiap orang mempunyai hak untuk menulis apa yang dipikirkan, tapi ingat setiap tulisan itu juga akan kembali kepada diri kita. Jika kita menulis tentang sebuah kebaikan, maka kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita, jika kita menulis tentang kejelekan, maka kejelekan itu akan kembali kepada diri kita. 

Jika kita menulis tentang ujaran kebencian, lalu yang berkomentar dan yang mendukung sangat banyak, maka enerji negatif dari setiap jiwa berkumpul menjadi satu, sehingga menyebabkan frekwensi kebencian dalam diri kita semakin besar.

Tanpa kita sadari kita sering terkena polusi dari sebuah tulisan, jika sebuah kebencian dan kemarahan menumpuk dalam jiwa kita, maka akan merusak jiwa dan pikiran kita sendiri, dan jika dibiarkan terus menerus, maka akan menyebabkan munculnya penyakit dalam tubuh kita.

Misalnya penyakit jantung, lambung dan  stres. Efek psikologinya, kita akan sering marah sendiri tanpa ada sebab, munculnya  rasa gelisah dan resah. Mudah tersinggung dan salah faham ketika mendengarkan omongan orang lain.

Menyimpan sebuah rasa kebencian dan kemarahan itu merusak diri kita sendiri, lalu bagaimana cara membuangnya atau melampiaskannya. Yang paling bagus adalah bagaimana caranya kita mengelola sebuah kebencian dan kemarahan dengan cara menyalurkan kegiatan yang positif.

Jangan sampai kita rusak jiwa dan fisik ini dengan enerji yang negatif. Ingat setiap tulisan itu mengandung rasa, dan anda akan merasakan tulisan ini. Semoga yang membaca tulisan ini hatinya menjadi bahagia. (Red/Akha)

Senin, 30 Agustus 2021

Kisah Asmara Sang Patih Gajahmada Dengan Tiga Wanita Cantik..

 

Suaraposkodualima - 
Dari berbagai referensi, tercatat ada tiga nama wanita cantik yang dikaitkan dengan Mahapatih Gajah Mada jatuh cinta, diantaranya :

Pertama yaitu Puranti yang merupakan putri Demang Suryanata dari Kerajaan Kahuripan. Kedua adalah Dyah Pitaloka Citaresmi putri Kerajaan Sunda, yang terkenal akan kecantikannya pada masa itu. Sedangkan yang ketiga yakni, Ni Luh Ayu Sekarini putri Ki Dukuh Gedangan dari Kerajaan Bali.

Berdasarkan Prasasti Aria Bebed yang berupa lempengan tembaga di halaman Candi Aria Bebed di Desa Bubunan, Kecamatan Sririt, Kabupaten Buleleng, Singaraja, hanya dengan Ni Luh Ayu Sekarini ini lah Gajah Mada disebut-sebut menikah dan dikaruniai putera bernama Aria Bebed.

Dalam prasasti tersebut, memuat cerita tentang Gajah Mada yang diutus Ratu Tribhuwanatunggadewi untuk melakukan penyerbuan dan penaklukan terhadap Kerajaan Bali. Nah saat penaklukan Bali, Gajah Mada sempat mendatangi Pedukuhan Gedangan untuk bermeditasi.

Lalu Gajah Mada yang sempat tinggal dan melakukan meditasi di tempat itu sekitar kurang lebih empat bulanan, sering bertemu dengan putri Ki Dukuh Gedangan yang bernama Ni Luh Ayu Sekarini. Dikisahkan Gajah Mada pun langsung jatuh hati terhadap Ni Luh Ayu Sekarini yang cantik jelita.

Lalu benih-benih cinta tumbuh di antara keduanya hingga sampai menikah. Sehingga Ni Luh Ayu Sekarini mengandung. Namun sebelum anaknya lahir, Gajah Mada harus kembali ke Mahapahit karena dipanggil Ratu Tribhuwanatunggadewi.

Setelah putera Gajah Mada itu menjadi dewasa, dia mencari ayahnya ke Majapahit. Anak hasil buah cinta Gajah Mada dengan Ni Luh Ayu Sekarini, yang diberi nama Aria Bebed, sempat beberapa lama tinggal di Majapahit, sebelum akhirnya kembali ke Bali.

Sementara mengenai kisah cinta Gajah Mada dengan Puranti, dimuat dalam buku "Kisah Cinta Gajah Mada, Kontroversi Kehidupan Sang Mahapatih" karya Gesta Bayuadhy, Cetakan Pertama, 2015.

Kisahnya dimulai sebelum Gajah Mada menjadi prajurit Bhayangkara. Saat itu Gajah Mada dikenal sebagai seorang Bekel Dipa, atau prajurit biasa yang mengabdi di Kerajaan Kahuripan, yang merupakan kerajaan bawahan Majapahit.

Gajah Mada yang seorang prajurit ini pun jatuh hati terhadap putri Demang Suryanata, dari Kerajaan Kahuripan yang bernama Puranti. Namun saat cinta keduanya bersemi sang kekasih Puranti ketika itu dilamar oleh Raden Damar, putra seorang patih bernama Rangga Tanding di Kahuripan.

Tentu saja Demang Suryanata tidak bisa menolak lamaran tersebut mengingat dia adalah bawahan Patih Rangga Tanding. Posisi Gajah Mada yang hanya seorang Bekel Dipa (prajurit biasa) hanya bisa menerima kenyataan, dan bersedia mundur demi kebahagian sang kekasih Puranti.

Namun celakanya ketika Gajah Mada tengah berduaan dengan Puranti dipergoki Raden Damar. Akibatnya Raden Damar salah paham, sehingga terjadilah pertarungan antara Gajah Mada dengan Raden Damar. Dalam pertarungan tersebut Raden Damar tewas, sehingga mengharuskan Gajah Mada pergi mengabdi ke Majapahit. Sehingga kisah cinta ini pun terputus.

Sementara kisah cintanya dengan Dyah Pitaloka Citaresmi juga disebutkan dalam beberapa literatur. Di mana disebutkan bahwa Gajah Mada juga pernah menjalin hubungan asmara dengan Dyah Pitaloka Citaresmi.

Putri Kerajaan Sunda tersebut, terkenal akan kecantikannya pada masa itu. Sehingga kecantikan Dyah Pitaloka Citaresmi ini pun terdengar hingga ke telinga Prabu Hayam Wuruk. Namun saat Dyah Pitaloka dilamar Prabu Hayam Wuruk, sang patih berusaha menggagalkannya.

Lalu terjadi Perang Bubat antara Majapahit dengan Kerajaan Sunda, yang menyebabkan Dyah Pitaloka bunuh diri karena seluruh pasukan Kerajaan Sunda yang dipimpin Maharaja Linggabuana berhasil dibunuh oleh prajurit Majapahit, pimpinan Gajah Mada.

Namun dari buku karya Gesta Bayuadhy juga disebutkan kalau Gajah Mada adalah sesosok pimpinan yang tidak berambisi pada harta, tahta dan wanita. Ini disebut-sebut setelah Gajah Mada mengucapkan sumpah palapanya guna mempersatukan Nusantara.

Selain itu sosok sang mahapatih ini dalam biografi novel sejarah karya Langit Kresna Hadi berjudul " Gajah Mada: Hamukti Palapa", yang diterbitkan penerbit Tiga Serangkai, Solo juga disebutkan tidak berambisi pada wanita.

Dalam biografi tersebut ditulis kutipan dialog antara Gajah Mada dengan Mahapatih Arya Tadah tentang isteri atau wanita. Berikut kutipan tersebut :

"Perempuan adalah sumber kelemahan bagiku, Paman! Yang jika aku layani, akan menjadi penghambat semua gerak langkahku. Ke depan, aku tak ingin terganggu oleh hal sekecil apapun."

"Padahal, ke depan, Majapahit membutuhkan para lelaki perkasa, membutuhkan laki-laki yang tangguh, tidak takut darah tumpah dari tubuhnya, dibutuhkan laki-laki pilih tanding yang berani berkorban dan tidak terikat oleh waktu". 

"Bagaimana seorang laki-laki bisa bebas dan berani meluaskan wilayah Majapahit, yang untuk keperluan itu mungkin harus dengan pergi bertahun-tahun jika dia terikat oleh seorang isteri, terikat oleh anak atau keluarga".

"Bagaimana aku bisa mewujudkan semua impianku itu jika aku terganggu makhluk perempuan bernama isteri, yang merengek merajuk. Isteri atau perempuan bagiku tidak ubahnya rasa lapar dan haus yang harus dilawan."

Gajah Mada mampu mewujudkan sumpah palapanya dengan mempersatukan Nusantara di bawah panji Kerajaan Majapahit. Pelaksanaan politik penyatuan Nusantara, dilakukannya selama 21 tahun lamanya. (Red/niluh ishanori)

Sumber : Buku Kisah Cinta Gajah Mada, Grsta Bayuadhy, Cetakan Pertama, 2015. Wikipedia dan diolah dari berbagai sumber.




Selasa, 20 Juli 2021

Meneladani Nabi Ibrahim, Sang Kekasih Allah.

Suaraposkodualima - Momen peringatan Iduladha tidak dapat kita pisahkan dari ritual dan pengorbanan yang dijalankan oleh Nabi Ibrahim. Karenanya, mari kita gunakan kesempatan baik ini untuk menadaburinya, melakukan refleksi atasnya, dan meneladaninya.

Allah berfirman:

(120) Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah), (121) dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus. (122) Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang shalih. (QS An-Nahl 16:120)

Allah menegaskan bahwa dalam diri Nabi Ibrahim terdapat teladan.  Hanya Nabi Ibrahim yang selalu kita sebut dalam shalat, selain Nabi Muhammad. Doa yang kita baca untuk Nabi Muhammad ketika tasyahud selalu disetarakan dengan doa kita ke Nabi Ibrahim.

Ya Allah berilah selawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi selawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Ya Allah berilah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim.

Nama Ibrahim disebut sebanyak 69 kali di 24 surat dalam Alquran. Nama Ibrahim juga diabadikan menjadi nama sebuah surat dalam Alquran, yaitu surat ke-14. Ibrahim adalah Bapak Para Nabi, Abulanbiya, karena sebanyak 19 keturunannya menjadi nabi, dari 25 nabi yang disebut dalam Alquran.

Predikat Nabi Ibrahim

Posisi istimewa Nabi Ibrahim juga diindikasikan dengan beragam predikat diberikan oleh Allah.

Pertama, Nabi Ibrahim sangat disayang oleh Allah dan karenanya berjuluk Kekasih Allah, Khalillulah. Pemberian predikat ini terekam pada ayat 125 Surat An-Nisa. Allah berfirman:

Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kekasih(-Nya). (QS An-Nisa 4:125).

Kedua, Nabi Ibrahim adalah manusia pilihan terbaik, Al-Musthafa. Allah berfirman:

Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (QS Shad 38:47).

Mengapa menjadi manusia pilihan? Ayat sebelumnya menjelaskan

Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi). (QS Shad 38:45).

Ketiga, Nabi Ibrahim juga termasuk salah satu nabi yang dijuluki Ulilazmi, karena keteguhan hati yang dimilikinya. Selain Nabi Ibrahim, nabi yang dimasukkan ke dalam kelompok Ululazmi adalah Nabi Isa, Nabi Nuh, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad pun diminta oleh Allah untuk meneladani ketabahan hati Ululazmi ini.

Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah). (QS Al-Ahqaf 46:35).

Pelajaran dari Nabi Ibrahim

Beragam pelajaran bisa kita dapatkan dari perjalanan hidup Nabi Ibrahim untuk kita teladani.

Pelajaran pertama. Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk terus memurnikan keimanan kepada Allah, termasuk dengan mengasah logika untuk meneguhkannya.

Kesadaran tauhid ini bahkan sudah dimiliki oleh Nabi Ibrahim ketika masih muda belia. QS Al-Anbiya ayat 52-54 merekam dialog antara Nabi Ibrahim dan ayahnya, Azar, yang berprofesi sebagai pembuat berhala, serta kaumnya.

(52) (Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?” (53) Mereka menjawab, “Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.” (54) Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata. (QS Alanbiya 21:51-54)

Episode debat antara Nabi Ibrahim dan kaumnya dapat mengingatkan kita untuk selalu meneguhkan keimanan kita, dengan argumen yang logis. Ayat 76-78 Surat Al-An’am merekam episode tersebut dengan sangat indah.

Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” (QS Al-An’am 6:76)

Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” (QS Al-An’am 6:76)

Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” (QS Al-An’am 6:78)

Nabi Ibrahim meneguhkan keimanannya dengan menyatakan:

Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. (QS Al-An’am 6:79)

Keteguhan iman Nabi Ibrahim tak luntur sedikitpun bahkah ketika dihukum oleh Raja Namrud dan kaumnya dengan dibakar hidup-hidup. Allah menyelamatkannya dengan memerintahkan api menjadi dingin.

Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS Al-Anbiya 21:69)

Hubungan yang tidak baik antara Nabi Ibrahim dan ayahnya, akhirnya membuat Nabi Ibrahim diusir. Namun demikian, Nabi Ibrahim sebagai anak tetap menghormati ayahnya. Inilah pelajaran kedua.

Nabi Ibrahim mendoakan ayahnya,

… dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat. (QS Asy-Syu’ara 26:86)

Doa Nabi Ibrahim kepada Ayahnya juga terekam dalam ayat lain.

Dia (Ibrahim) berkata, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (QS Maryam 19:48)

Episode ini mengajarkan kepada kita, dalam kondisi apapun, sikap santun kepada orang tua tetap harus dijaga.

Dalam ayat lain, Alquran mengajarkan kepada kita untuk selalu bersikap lemah lembut kepada dan merendahkan hati kita di hadapan orang tua kita. Kita diminta oleh Allah menggunakan kata yang mulia (qaulan kariman). Kita dilarang membentak dan meremehkan mereka.

Ini adalah pelajaran penting ketika semakin banyak anak muda melupakan akhlak bagaimana bersikap dengan orang tua.

Pelajaran ketiga. Di sisi lain, sebagai ayah, Nabi Ibrahim sangat menghargai anaknya, Nabi Ismail.

Dialog Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika diperintah Allah untuk disembelih menggambarkan itu semua. Meski Nabi Ibrahim jelas diperintah oleh Allah, namun tidak serta merta menyembelih Nabi Ismail. Nabi Ibrahim bahkan bertanya kepada Nabi Ismail tentang pendapatnya. Sangat demokratis.

Nabi Ibrahim menganggap Nabi Ismail sebagai orang dewasa yang telah siap memilih, sebagaimana diceritakan pada QS Ash- Shaffat ayat 102:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. (QS Ash- Shaffat 37: 102)

Episode ini juga memberikan pelajaran keempat, bahwa Nabi Ibrahim mencontohkan keikhlasan untuk mengorbankan anak yang dicintainya di jalan Allah. Kita bisa bayangkan tingginya rasa sayang Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail, yang lahir setelah penantian 86 tahun. Nabi Ishaq lahir 13 tahun setelah Nabi Ismail, ketika Nabi Ibrahim berumur 99 tahun.

Sanggup mengorbankan sesuatu yang kita cintai, seperti harta, di jalan Allah dengan ikhlas adalah salah satu sifat orang bertakwa. Hewan kurban yang kita sembelih mulai hari ini adalah satu cara kita meneladani Nabi Ibrahim.

Pelajaran kelima. Nabi Ibrahim sangat peduli dengan masa depan keturunannya, baik dari aspek keimanan maupun kesejahteraan. Doa Nabi Ibrahim berikut mengindikasikan itu.

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim 14: 37)

Tentu masih banyak pelajaran yang dapat kita teladani dari Nabi Ibrahim. Di akhir khutbah ini, mari kita rangkum pelajaran tersebut:

  1. Sebagai hamba Allah, kita belajar untuk selalu menemurnikan dan meneguhkan imam; kita juga belajar keikhlasan dalam mengorbankan sesuatu yang kita cintai;
  2. Sebagai anak, kita belajar untuk tetap menghormati dan mendoakan orang tua, dalam kondisi apapun;
  3. Sebagai orang tua, kita belajar untuk menghargai anak dan mendengar pendapatnya;
  4. Sebagai pendahulu, kita belajar untuk peduli dengan masa dengan keturunan, tidak hanya dari sisi iman, tetapi juga kesejahteraan.

Mari, momentum Iduladha 1442.H/2021.M, ini kita jadikan untuk memperbaiki diri. Semoga dengan pertolongan Allah, kita selalu merasa ringan dan mudah dalam mengikuti teladan yang diberikan oleh Nabi Ibrahim. (Red/khauripan)





Rabu, 19 Mei 2021

Penderita Asam Urat Hindari Konsumsi Beberapa Sayuran Ini.


Suaraposkodualima - 
Penderita asam urat harus selektif mengonsumsi makanan, agar asam urat tidak kumat. Ini sayuran yang harus dihindari oleh penderita asam urat. Penyakit asam urat adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian.

Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama.

Rasa sakit bisa berlangsung selama tiga sampai 10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Penyakit asam urat hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada asam urat bisa membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. Seseorang yang suka mengonsumsi makanan yang menyebabkan peningkatan asam urat (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah), juga  yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat.

Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik. Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga.

Untuk meringankan gejala penyakit asam urat, Anda bisa menempelkan kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit, misalnya colchicine, OAINS (obat anti-inflamasi nonsteroid), dan obat-obatan golongan steroid.

Sedangkan untuk mencegah kambuhnya serangan penyakit asam urat, Anda bisa mengonsumsi obat penurun kadar asam urat (misalnya allopurinol). Tentunya obat-obat yang disebutkan ini harus sesuai dengan resep dokter/persetujuan dokter.

Selain itu, Anda diharuskan untuk menjauhi makanan-makanan pemicu penyakit asam urat. Sebab, penyakit asam urat sangat erat sekali hubungannya dengan asupan makanan yang Anda makan. Salah satunya adalah sayuran yang mengandung tinggi purin.

Purin merupakan senyawa kimia tertentu yang ditemukan di beberapa makanan, akan dipecah menjadi asam urat. Konsumsi makanan tinggi purin bisa meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Purin dapat secara alami ditemukan dalam berbagai makanan.

Ketika tubuh mencerna purin dapat menghasilkan asam urat sebagai produk limbah. Jika asam urat menumpuk dalam tubuh, dapat menyebabkan sakit kronis, pembengkakan dan nyeri di sendi. Lalu apa saja sayuran yang wajib di hindari bagi para penderita asam urat? Berikut  di antaranya :

1. Kembang kol, sering kali disajikan dalam campuran sayuran atau sebagai lauk. Dalam daftar sayuran yang mengandung purin dalam jumlah tinggi, kembang kol juga termasuk salah satunya. Purin untuk kembang kol adalah 51 gram per 100 gram kembang kol.

2. Bayam, bayam adalah sayuran berdaun hijau yang tinggi zat besi, vitamin C, luteins, beta-karoten dan flavonoid. Sayangnya bagi orang yang menderita gout atau asam urat, bayam merupakan salah satu sayuran yang harus dihindari karena kandungan purin tinggi. Menurut tabel makan, bayam memiliki 57 gram purin untuk setiap 100 gram bayam.

3. Asparagus, asparagus juga merupakan salag satu sayur yang sebaiknya dihindari untuk penderita asam urat karena kandungan purinnya tinggi. Kandungan purin 23 gram per 100 gram asparagus.

4. Jamur, jamur juga mengandung cukup tinggi purin dalam setiap porsi. Hal ini membuatnya menjadi pengganti daging yang buruk bagi mereka yang mencoba mengikuti diet asam urat.

5. Kacang-kacangan, kacang-kacangan juga masuk daftar produk nabati yang tinggi purin dan harus dihindari penderita asam urat. Kacang polong berada di peringat atas untuk kandungan purin tertinggi, yakni 5-100 miligram purin per 3,5 ons.

Bila anda tidak ingin terkena atau asam urat kambuh, hindari jenis makanan diatas. (Red/niluh ishanori)



TINGKATKAN LAYANAN MEDIS BULAN RAMADHAN RSUD dr. ISKAK TULUNGAGUNG GELAR DAKWAH 7 MENIT.


Tulungagung, suaraposkodualima - 
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Tulungagung, di bulan Ramadhan kemarin menggelar lomba dakwah 7 menit. Lomba dakwah pesertanya internal RSUD , yaitu para karyawan rumah sakit.

Direktur RSUD dr.Iskak, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp di konfirmasi lewat Humas, M. Rifa'i mengatakan acara ini selain untuk meningkatkan pengetahuan ke agamaan , gemar membaca Alqur'an para paramedis , sekaligus untuk meningkatkan mental spiritual.

"Kita memang buat acara tepatnya di bulan suci Ramadhan," katanya, Selasa (18/5/21).

Lomba di ikuti dati 23 unit ruang pelayanan , diwakili 23 orang. Satu unit mengirimkan satu orang untuk mengikuti lomba dakwah. Setelah di seleksi yang lolos masuk finalis 6 orang ," ujarnya.

Lomba dakwah paramedis disamping untuk mengisi Ramadhan, juga sebagai upaya memotivasi karyawan RSUD dr. Iskak agar memberikan pelayanan kepada pasien secara baik dan optimal.

Dakwah waktu tujuh menit yang diberikan tidak boleh melebihi dari itu, akan mengurangi nilai bagi peserta. Sebelumnya peserta kita sampaikan jangan terlambat datang, yang kedua jangan lengah pada pokok materi segala sesuatu harus dipersiapkan sebaik baiknya, terangnya. (Red/adenan)



Selasa, 18 Mei 2021

Polisi Dengan Sabar Hadapi Cacian Warga di Pos Penyekatan Viral, Komisi III : Sesuai Program Presisi.

Gambar : Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.
 
Suaraposkodualima  - Media sosial (medsos) viral atau banyak memperbincangkan dan mendapat apresiasi dari masyarakat sikap aparat kepolisian yang bertindak penuh dengan kesabaran dan mengedepankan pendekatan humanis saat menghadapi masyarakat yang melontarkan caci maki saat diputarbalikan di pos penyekatan. 

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengungkapkan bahwa, pendekatan humanis dan kesabaran petugas tersebut sudah sesuai dengan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan, yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

"Sudah tugasnya Polri untuk humanis sesuai dengan Program Presisi Kapolri dan itu bagian dari tanggung jawab anggota di lapangan wajib humanis mengayomi," kata Sahroni saat dihubungi awak media, Selasa (18/5/2021).

Setidaknya ada dua peristiwa warga yang memaki aparat kepolisian saat diputarbalikan di pos penyekatan yang menarik perhatian masyarakat. Pertama di Sukabumi, yang dimana seorang ibu melontarkan kalimat kasar kepada aparat kepolisian karena di mobil berisikan rombongan keluarganya di halau oleh petugas. 

Kemudian peristiwa kedua adalah seorang perempuan yang mencaci maki polisi di Jalan Lingkar Selatan, Ciwandan, Cilegon, Banten. Setelah viral yang menuai kecaman dari masyarakat, mereka berdua pun meminta maaf atas sikapnya kepada aparat kepolisian.

Kedua warga yang memaki itupun sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada aparat kepolisian. Petugas pun dengan lapang dada memberikan maaf kepada dua orang tersebut. 

Sahroni politisi dari Partai Nasdem ini menambahkan, seharusnya masyarakat jangan seenaknya memperlakukan petugas kepolisian yang sudah berjuang dengan sabar dan humanis dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana implementasi dari kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan virus corona saat libur Lebaran.

"Petugas sudah lelah lakukan pencegahan sesuai aturan pemerintah. Humanis sangat di perlukan tapi tidak dengan cara seenaknya juga. Itu sangat benar tapu dengan sikap yang tidak ramah kepada petugas itu juga tidak boleh dilakukan oleh orang-orang yang semaunya," ujar Sahroni.

Bahkan terkait makian warga ke aparat itu, Sahroni berharap adanya tindakan yang lebih tegas kepada masyarakat yang bertindak seenaknya. 

"Tidak bisa dibiarkan. Harus ada hukuman keras agar masyarakat bisa lebih menuruti aturan dan menghargai petugas yang bekerja. Hukumannya bisa dengan kerja sosial, atau ya dipenjara saja," tutur Sahroni.(Red/akha)