Suaraposkodualima

Jumat, 05 Februari 2021

Bupati Tulungangung Tinjau Lokasi Banjir Di Kecamatan Rejotangan.

Tulungagung, suaraposkodualima – Mendengar banjir bandang yang menimpa rumah warga dan sawah warga Desa Sumberagung dan Desa Belimbing. Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Bhirowo,MM langsung turun, dengan di dampingi OPD lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) dan Forpimka Kecamatan.

Bupati pun langsung menelusuri sawah dan rumah warga yang berada di sepanjang tepi sungai Desa Sumberagung yang terkena banjir bandang.

Bupati mengintruksikan kepada pihak terkait agar memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak, serta memerintahkan Dinas Pertanian segera turun memberikan bantuan benih padi ke petani yang gagal panen (puso). Bupati juga meminta BPBD untuk segera melakukan perbaikan kerusakan jalan, talut maupun rumah warga.

Menurut warga, banjir dadakan itu telah merusak rumah maupun tanaman warga, banjir jali ini merupakan imbas curah hujan yang tinggi selama tiga hari di daerah pegunungan Kabupaten Blitar bagian selatan 

Akibatnya arus air hujan di aliran sungai Desa Sumberagung yang meluap, sehingga menggenagi rumah dan sawah warga. Ketinggian air mencapai 30 cm sampai 50 cm selama tiga jam lamanya.

Akibat banjir bandang ini, mengakibatkan kerusakan benih padi yang baru di tanami petani. "Setiap tahun bila hujan turun, air sungai pasti meluap banjir, tapi tidak meluap seperti ini banjir bandang ”, ujar salah satu warga. (Red/adnan)

Sabtu, 30 Januari 2021

Menteri Agama : Borobudur Candi Megah Rumah Ibadah Umat Buddha Di Dunia.

             Gambar : Candi Borobudur

Suaraposkodualima - Nama Candi Borobudur sendiri berasal dari kata bara dan budur. Dalam istilahnya, bara memiliki arti kompleks biara dan kata budur yang mempunyai arti atas. Yang kemudian, jika digabungkan menjadi kata barabudur dibaca borobudur yang berarti kompleks biara di atas

Candi Borobudur di bangun pada masa penganut ajaran Buddha Mahayana tepatnya sekitar tahun 750-800 an Masehi. Candi Borobudur pun masuk dalam 7 keajaiban dunia, selain karena menjadi yang terbesar, Candi Borobudur menjadi Candi Buddha yang tertua karena di bangun jauh sebelum Candi Angkor Wat di Kamboja yang masih baru dibangun kira-kira pada pertengahan abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II.

Sejarah menyebutkan, pastinya, Candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. Sedangkan untuk asal-usulnya, Candi Borobudur pun masih diliputi misteri dan menyebabkan banyak pertanyaan mengenai siapa pendiri awalnya...

Lokasi Candi Borobudur sendiri terletak di kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk alamat pasti dan lengkapnya, Candi Borobudur berada di Jalan Badrawati, Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur sendiri berada di tengah-tengah dan sangat strategis.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Ingin Candi Borobudur Jadi Rumah Ibadah Umat Buddha di Dunia, beliau berharap Candi Borobudur sebagai salah satu candi peninggalan agama Buddha terbesar di dunia tidak hanya menjadi lokasi destinasi wisata.

Gus Yaqut ingin Borobudur bisa menjadi rumah ibadah umat Buddha di dunia. Hal itu disampaikan oleh Menag saat berdiskusi dengan Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Caliadi.

"Kita berharap segenap ormas keagamaan dan majelis Buddha bersatu padu dalam mewujudkan Borobudur sebagai sentral rumah ibadah umat Buddha dunia. Misalnya dalam perayaan Waisak dan perayaan keagamaan lainnya," ujar Menag,  (28/1).

"Hal ini bisa terwujud bila umat Buddha di Indonesia bersatu dan kita siap fasilitasi," tegas dia.

"Terima kasih atas arahan dan dukungan Bapak Menteri kepada umat Buddha. Dan kami di Ditjen Bimas Buddha akan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada umat Buddha di Indonesia," kata Caliadi.(Red/jesie's)

Minggu, 24 Januari 2021

Idham Huri : Lowongan Manusia Langit.

Satu-persatu orang-orang yang Sholeh di Negeri ini telah diambil untuk pulang kembali ke asal-Nya. Selama ini merekalah penyanggah negeri ini dari murka dan adzab yang telah diperbuat penduduk negeri.

Dengan doa, barokah dan cahaya cinta mereka negeri ini menjadi aman dan selalu mendapatkan limpahan rahmat dari Allah. Mereka itu walaupun hidupnya dibumi akan tetapi ruh mereka selalu di langit ruhani.

Sekarang manusia-manusia langit telah banyak yang pulang kembali ke Cahaya. Bumi semakin redup, jika kondisinya begini bisa muncul ketidak seimbangan, sehingga bumi semakin panas, angkara murka makin merajalela. Manusia-manusia durjana akan menguasai bumi menebar enerji kebencian.

Semoga saja banyak orang-orang yang sholeh menjadi manusia langit, mengisi kursi yang kosong. Jika jabatan di perusahaan dan perkantoran banyak sekali orang beramai- ramai antri untuk mendaftar. Berbeda dengan Kursi Langit  banyak yang kosong, sedangkan yang daftar sangat sepi sekali.

Jika di bumi ada regenasi jabatan, maka penduduk langit - pun juga mengenal regenerasi ruhani. Saat ada wali yang wafat pasti ada yang menggantikannya. Banyak sekali orang-orang yang sholeh layak menjadi manusia-manusia langit, membuat regenerasi terus berlangsung, sehingga bumi terus bercahaya penuh dengan jiwa-jiwa yang menebarkan cinta kasih kepada penduduk bumi.

Abu Nuaim dalam mukadimah kitab Hilyatul Auliya wa Thabaqath Al Ashfiya menjelaskan  " Para wali Allah itu mempunyai sifat dan tanda yang nyata. Orang-orang yang berakal dan shaleh bersikap loyal kepada mereka dengan sukarela. Bahkan para syuhada dan nabi pun iri dengan kedudukan para wali. Keterangan ini bersandar pada sebuah hadits:

"Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu terdapat orang-orang yang bukan nabi dan bukan pula syuhada, namun para nabi dan syuhada iri kepada mereka di hari kiamat karena kedudukan mereka di hadapan Allah.

Seorang lelaki bertanya, siapa mereka dan apa amal mereka? Barangkali kami bisa mencintai mereka. 

Rasulullah menjawab, " Yaitu suatu kaum yang saling mencintai semata karena ruh Allah tanpa ada hubungan rahim di antara mereka dan bukan karena harta benda yang saling mereka berikan. Demi Allah wajah mereka benar-benar cahaya, dan sesungguhnya benar-benar di atas mimbar dari cahaya. Mereka tidak takut saat manusia takut, dan tidak pula bersedih hati saat manusia bersedih hati." ( Hr. Imam Ahmad).

Lowongan Manusia Langit

Oleh : Idham Huri

                 ~ Suaraposkodualima ~


Pancasila Adalah Sebagai Penangkal Virus Radikalisme.



SuaraposkodualimaDengan wawasan dan adanya kesadaran akan kebangsaan makan proses imunisasi memproteksi masyarakat dari ancaman virus radikalisme berjalan mulus. Cara kerja Pancasila sebagai anti-virus adalah dengan memasukkan nilai-nilai Pancasila kepada kehidupan bangsa.

Pertama : Ketuhanan. Sebagai bangsa yang sudah berabad-abad lamanya, Indonesia memiliki nilai spiritual yang tinggi.Ini tercermin dari agama dan keyakinan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.kompleksitas hubungan dengan Zat Yang Maha itu diakomodir sebagai basis dalam berbangsa dan bernegara.

Sifat pengakomodiran itu dengan kata ketuhanan bukan dengan kata Tuhan.Tak berhenti di sini, ketuhanan itu diikat dengan kata Esa.Esa berasal bahasa Sansekerta yang maknanya dalam, tidak sekadar satu.Esa lebih dekat pada menunggal dan meninggi.Dengan kata Esa, bisa mengakomodir kompleksitas sesembahan manusia Indonesia.sebab, kata itu bisa mencakup monoteisme, politeisme, bahkan agnostik dan ateisme sekalipun.

Kedua : Kemanusiaan. Prinsip kemanusiaan adalah menghargai harkat dan martabat yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Hak asasi yang dibawa manusia sejak lahir dari sono-nya. Menghargai itu dengan caraadil –tidak berat sebelah dan tidak ekstrem kanan-kiri, juga beradab –memperlakukan manusia layaknya manusia.

Adil dan beradab adalah kata kunci anak bangsa dalam bergaul dalam konteks hubungan horizontal, dan pemerintah dalam membuat kebijakan publik dalam konteks hubungan vertikal.

Ketiga : Persatuan. Indonesia adalah bumi kita berdiri. Tanah, air, dan udaranya merupakan satu kesatuan. Apapun yang ada di dalam kandungan Indonesia merupakan harta kekayaan bangsa ini yang harus dijaga dan diperuntukkan untuk semua.

Merawat, menjaga, kemudian menikmati hasil dari kandungan bumi Indonesia hanya bisa dilakukan jika ada syarat subtantif, yakni persatuan.Kekayaan budaya, adat-istiadat dan sumber daya Indonesia ini tidak akan membawa kemaslahatan jika tidak ada persatuan.

Keempat : Politik. Politik sebagai instrumen tata kelola negara harus dijalankan dalam bingkai ketuhanan, kemanusiaan, dan keindonesiaan. Ketiga nilai itu melahirkan politik yang adi luhung, menghargai sesama demi kemajuan bersama. Kemajuan bersama dalam politik bisa terwujud jika dilaksanakan dengan nilai kebijaksanaan dan musyawarah.

Kelima : Sosial ekonomi. Muara semua sila Pancasila adalah menciptakan keadilan sosial dalam tataran ekonomi. Semua warganegara harus bisa mempunyai akses terhadap akses ekonominya. Baik secara kultural terlebih-lebih struktural, keadilan ini harus ditekankan.

Jangan sampai hanya segelitir orang yang mencicipi kekayaan negara ini.Semua setara dan sama-sama mempunyai hak masing-masing.

Adanya internalisasi nilai-nilai Pancasila, maka kita bisa melebur dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan;  kita bisa bersatu sambil tetap eksis dalam agama, budaya, dan tradisi masing-masing.

Kita terikat dengan moral publik bersama di satu sisi, tetapi di saat yang sama, kita bisa bebas dengan simbol dan identitas latar belakang kita masing-masing. Internalisasi Pancasila menjadikan ideologi dari luar tidak ada ruang masuk. Ia dengan sendirinya tidak terterima.(Red/khauripan)

Radikalisme Lebih Berbahaya Dari Virus Corona.

            Gambar : Ilustrasi Radikalisme.

Suaraposkodualima - Virus radikalisme sejatinya tidak kalah berbahayanya dengan virus Corona. Virus radikalisme bisa merusak imunitas kolektif, afeknya tatanan sosial yang harmonis bisa rusak berantakan.

Oleh sebab itulah, bukan hanya Covid-19 yang perlu kita carikan vaksinnya, melainkan juga radikalisme harus ditemukan vaksinnya sebagai anti-virus untuk memproteksi imunitas kolektif kita. Sebab, virus radikalisme sudah merebak kemana-mana. Hampir semua sektor dan lini kehiduapan manusia sudah dimasukinya. Mulai dari dunia keagamaan, sosial, budaya, sampai ke mimbar akedemik dunia pendidikan.

Bentuknyapun bermacam-macam. Ada virus radikalisme berbentuk takfiri, jihadi, dan ideologi-politik. Virus radikalisme berbentuk takfiri adalah suatu sikap atau tindakan yang meng-kafir-kan pihak lain yang tidak sejalan dengan golongannya. Radikalisme bentuk ini bisa ditanggulangi dengan memberikan materi akan pluralitas agama dan keragaman pemahaman keagamaan.

Virus radikalisme berbentuk jihadi, yakni aksi-aksi terror dan kekerasan yang diklaim dengan jihad. Radikalisme ini bisa ditanggulangi dengan menangkap para pelakunya, densus 88 bisa dimaksimalkan, dan BNPT bisa melaksanakan kontra-radikalisasi, yakni berupa pencegahan terjadinya aksi-aksi terorr lainnya.

Virus radikalisme berbentuk ideologi-politik, yakni radikalisme yang berusaha ingin mengubah dasar, falsafah, konstitusi, dan tata-kelola bernegara dengan sistem khilafah, mau tidak mau harus ditangkal dengan ideologi tertentu juga.

Ideologi radikalisme yang menganggap bahwa NKRI belum syar’i, sistemnya tidak islami, dan tata kelola dan tata politiknya masih jahiliyah, bisa merongrong sendi-sendi kehidupan manusia baik dalam level bermasyarakat, berbangsa, terutama bernegara. Untuk itu perlu adanya semacam anti-virus, yang dijadikan sebagai penangkal virus radikalisme. Seperti disebut di atas, anti vius itu adalah Pancasila itu sendiri.

Penguatan Kebangsaan: Semua elemen bangsa harus aktif untuk tetap melindungi Pancasila dari gempuran ideologi radikal, yang ingin mengubah semuanya. Salah satu yang mendasar adalah dengan memperkuat wawasan kebangsaan.

Anak bangsa sebagai penerus gerak bangsa ini perlu melek terhadap sejarah, hakikat, semangat, perjuangan, dan spirit kebangsaan. Wawasan kebangsaan yang dimaksud adalah konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya  di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wawasan kebangsaan ini berlandaskan pada sila-sila yang tertera pada Pancasila sebagai kristalisasi dari alam bawah sadar manusia Indonesia. Wawasan kebangsaan harus merawat keragaman, menghargai perbedaan, dan menjungjung tinggi semangat gotong-royong, dan mengedepankan rasa welas asih dan toleransi.

Dalam konteks kebangsaan, semua adalah kita, tidak ada mereka. Kita satu bahasa, satu tanah air, satu bangsa, dan satu tujuan. Kita melebur dalam ikatan kebangsaan, yakni sama-sama mempunyai pengalaman yang sama. Dalam berbangsa, segala bentuk primordialisme harus ditanggalkan. Suku, ras, agama, budaya, pilihan politik, bukan menjadi penghalang bagi kita untuk tetap selalu bergandengan tangan.(Red/khauripan)

Sabtu, 23 Januari 2021

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo Mengumumkan Dirinya Positif Covid-19.

Suaraposkodualima - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya  positif tertular virus corona menyusul  aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan.

“Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT  Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8  kilometer,” tutur Doni dalam siaran pers Sabtu (23/12)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tersebut, kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Doni yang baru kembali dari Mamuju, Sulbar, Jumat sore, menuturkan dirinya selama ini begitu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan. 

Pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Barat juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.

“Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB yang juga staf khusus Doni Monardo, mendapatkan hasil tes PCR-nya negatif. Dia mengatakan selalu berada didekat Doni dalam seminggu terakhir, termasuk selalu satu mobil ketika aktivitas penanganan bencana di Mamuju, Majene dan Banjarmasin.

Menurut Egy, Doni telah berada di Mamuju pada Jumat Sore (15/1/2021) kurang dari 12 jam dari saat gempa di Sulawesi Barat terjadi. Selanjutnya Kepala BNBP bergeser ke Banjarmasin pada Minggu (17/1) dan kembali ke Mamuju pada Selasa pagi sebelum kembali ke Jakarta, kemarin. (Red/akha)

Jumat, 22 Januari 2021

Mengantisipasi Angin Kencang Di Puncak Musim Hujan Cek Berkala Atap Rumah

     Gambar : Nanang Gunawan Wariyatno.

Suaraposkodualima - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Nanang Gunawan Wariyatno, ST, MT, mengingatkan masyarakat untuk mengecek kondisi atap rumah secara berkala guna mengantisipasi kejadian angin kencang pada puncak musim hujan.

"Cek atap rumah secara berkala, yang menggunakan kuda-kuda atau struktur atap dari kayu pastikan tidak keropos agar saat terjadi angin kencang tidak terjadi kerusakan," katanya kepada suaraposkodualima Jumat (22/1/21)

Dosen jurusan teknik sipil, Fakultas Teknik Unsoed itu menambahkan, terkait dengan atap rumah, struktur atau kuda-kuda yang aman dan kuat merupakan hal utama.

"Jika kuda-kuda sudah kuat dan material yang digunakan sudah bagus maka tinggal mengecek secara rutin, material yang terbuat dari kayu relatif aman, asal tidak keropos dan tidak lapuk," ujarnya.

Dia menambahkan, apabila material atap menggunakan baja ringan, maka perlu dipastikan strukturnya rapat dengan jarak sekitar 80 centimeter. Menurutnya, jika penutup gentengnya menggunakan metal yang ringan, maka struktur atap tidak perlu terlalu rapat.

"Kalau penutup atapnya terbuat dari metal yang ringan masih bisa jarak kuda-kudanya sekitar 1 meter. Jadi jarak kuda-kuda itu minimal 80 centimeter dan maksimal 1 meter tergantung material penutup atapnya, semakin berat maka harus makin rapat," ujarnya.

Dia mengatakan, bahwa tingkat kemiringan atap menjadi salah satu hal yang juga perlu diperhatikan

"Kemiringan yang paling baik yaitu sekitar 30 hingga 35 derajat sudutnya, apabila terlalu tegak maka tangkapan anginnya makin banyak sehingga risiko kerusakan saat terjadi angin kencang juga makin besar," terangnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah koneksi penutup atap. "Koneksi penutup atap harus dipastikan kuat, karena itu pengecekan secara berkala sangatlah penting," tambahnya.(Red/khauripan)


Minggu, 17 Januari 2021

Kadrun Adalah Pola Pikir Bukan Identitas Etnis.

Pasca Pilpres 2019 muncul istilah baru yaitu Kadrun. Semula banyak orang mengartikan Kadrun adalah peyorasi atau penurunan sebuah makna dari istilah Kadal Gurun dan agak berbau etnis tertentu. Namun dalam perkembangannya saya melihat Kadrun ini bukan identitas kelompok etnis tertentu tapi lebih pada pola pikir atau mindset dari seseorang beretnis apapun. Nah kebetulan pola pikir kadrunisme ini adalah pola pikir yang cenderung negatif dan kotor.

Pola pikir adalah cerminan dari kata hati dan gambaran secara komprehensif kondisi psikologis seseorang. Nah, pola pikir ala Kadrunisme ini juga cerminan ketidakpuasan, gambaran ketidakwarasan seseorang dalam melihat realita atau kenyataan yang seharusnya dia terima. Sebagai contoh: Terpilihnya Presiden Jokowi untuk periode jabatan yang kedua, seharusnya merupakan keniscayaan dalam demokrasi yang seharusnya diterima secara legowo oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun kenyataannya masih ada juga sekelompok orang yang tidak mau menerima kenyataan ini dan selalu membangun narasi tentang kejelekan Pemerintah dan Presiden Jokowi. Nah kelompok ini adalah kelompok orang bermindset Kadrunisme. Dan ini banyak terjadi akhir-akhir ini.

Dan pola pikir kadrunisme akhir-akhir semakin merajalela. Khususnya terkait dengan program vaksinasi virus Covid-19. Dari awal mereka begitu nyinyir, mulai minta gratis sampai minta Presiden Jokowi divaksin terlebih dahulu dan dilakukan secara terbuka. Setelah semua nyinyiran mereka dipenuhi oleh Pemerintah giliran sekarang mereka mengkritisi cara suntikan vaksin kepada Presiden Jokowi yang dianggap salah bahkan mereka meragukan isi vaksin yang disuntikkan kepada Presiden. Pola pikir yang aneh dan nyleneh dan hampir mendekati ketidakwarasan.

Dari awal saya sudah memberi saran kepada otoritas Pemerintah untuk tidak perlu meladeni nyinyiran para kelompok berpola pikir kadrunisme ini. Karena apapun yang dilakukan oleh Pemerintah cq Presiden Jokowi pasti akan dipandang salah oleh kelompok sakit jiwa ini.

Lalu bagaimana caranya kita menyikapi meriahnya nyinyiran kelompok kadrunisme ini ? Saran saya jangan pernah pedulikan mereka. Mereka sejatinya hanya kelompok dalam jumlah yang kecil. Suara mereka hanya terdengar bergaung kencang di media sosial. Tidak lebih. Semakin kita tanggapi ulah mereka, semakin akan merajalela mereka. Kita jangan pernah menjadi agen distribusi ketidakwarasan mereka. 

Kita juga jangan pernah berambisi meluruskan kebengkokan pola pikir mereka. Karena hal itu dibangun dengan fondasi rasa sakit hati dan ketidakpuasan diri yang akut dan sudah mengalir dalam urat nadi kehidupan mereka. Hanya diri mereka dan Tuhan yang bisa meluruskan pola pikir mereka. 

Jangan-jangan Tuhan sengaja membiarkan mereka tetap ada di sekitar, agar kewarasan kita begitu nampak berbeda. Dan ini sebuah kemewahan yang diberikan Tuhan kepada kita. Kaum akal sehat. Who knows ?

~ Salam SATU Indonesia ~ 

Oleh : Rudi S Kamri

Suaraposkodualima

17012021

Sabtu, 16 Januari 2021

Cara Bijak Dan Introspeksi Diri Di Dunia Maya.



 Suaraposkodualima - Kita bermain di WhatsApp, Facebook group, atau dimanapun kita berada, kita berhadapan dengan masyarakat majemuk dengan segala macam latar bekakang perbedaan. Beda cara pandang, pola pikir, pendidikan, didikan, agama, kebudayaan, suku, bahasa, lingkungan, pendapat, dst.

Orang lain mau bagaimanapun, toh segala konsekwensi, baik buruknya, susah senangnya, bahagia menderitanya hanya mereka yang akan menanggungnya sendiri. Yang terpenting kita uruslah diri kita dan hidup kita sendiri agar bisa menjadi lebih baik dan baik lagi.

Janganlah kita menjadi manusia resek, usil, nyinyir, kepo, dst. Yang selalu begitu mudahnya mengomentari, menghujat orang lain begini begitu yang bukan menjadi urusan kita. Mari kita belajar untuk bertoleransi dalam segala hal. Jaga piliran kita, jaga lisan kita, jaga jari kita untuk tidak menyakiti hati orang lain.

Jika kita tidak mau kena masalah atau disakiti. Mencari teman baik itu susah, akan tetapi mencari musuh itu gampang. Dan yang paling gampang kalau mau cari gara-gara. Hidup kita tidaklah lama, isilah hidup dengan segala macam kebaikan. Seandainya kita tak bisa berbuat baik, paling tidak janganlah berbuat jahat, menyakiti atau merugikan orang lain.

Lalu, bagaimana caranya menjalin hubungan baik dalam dunia nyata dan dunia maya? Jangan biarkan pikiran negatif merasuki hubungan sesama rekan. Jalinlah komunikasi yang intens dengan rekan kita, tanpa memandang latar belakang serta pandangan mereka.

Belajarlah untuk terbuka dan selalu saling berbagi dengan mereka. Beradu pendapat boleh, namun jangan sampai saling menyakiti hati. Saling membantu, jangan banyak perhitungan.

Selamat Menikmati Libur Akhir Pekan Bersama Keluarga.

~ Suaraposkodualima ~

Kamis, 14 Januari 2021

DPMD Tulungagung Siap Mendorong Peningkatan Pelayanan Prima Pemerintahan Desa.

Gambar : Inggit Kasubag Perencanaan Kab. Tulungagung.

Suaraposkodualima – Era digitalisasi, internetisasi bukan hanya penting ,tapi urgent bagi desa untuk meningkatkan kinerja layanan masyarakat.

Layanan bersifat konvensional kedepan suka tidak suka pasti bakal ditinggalkan. Dengan sistem internetisasi layanan akan menjadi lebih ringkas, cepat dan efektif. Masyarakat tidak lagi di sibukan pengurusan surat yang berantai, dengan internet kebutuhan masyarakat memperoleh layanan prima bakal mampu di wujudkan.

Sebab Internet masuk desa , dan smart desa mampu menghandle sistem layanan yang cepat, dan optimal. Misalnya, terkait pengurusan NIK, Perijinan , BUMDes , pembuatan surat kematian, termasuk data – data masyarakat.

Dengan hadirnya pelayanan di era globalisasi. Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa ( DPMD ) Kabupaten Tulungagung, Eko Asistono melalui Kasubag Perencanaan, Inggit mengatakan, untuk pelayanan prima sudah ada anggaran di dalam APBDes melalui bidang satu dan bidang bidang yang lain.

”Semua sudah ada aturannya sesuai petunjuk dan arahan di dalam peningkatan baik bidang pelayanan maupun bidang pembangunan,” katanya.

Yang jelas dalam pengendalinya tulnya lewat sikeuides. Dan operator desa sudah siap di dalam pelayanan dan Kalau Keterkaitan data kependudukan di kembalikan kepada kewenangan desa masing masing intinya peningkatan pelayanan prima tetap kita dorong untuk memacu pelayanan ke masayarakat desa masing masing, kita pastikan mendorong kearah pelayanan prima luas dan menjangkau. DPMD secara menerus melakukan pembinaan agar desa lebih mengembangkan capaian pelayanan mumpuni dapat dirasakan masyarakat,

”Pelayanan mulai dari rasa aman dan meningktakan ekonomi masyarakat serta gerakan desa ramah anak ( gerak gencar ), klinik bumdes, konvergenci stunting, sinando ( sinau neng Deso ) yaitu pengolahan sumberdaya alam basis teknologi tepat guna,” jelasnya Kamis (14/1).(Red/Akha)

Minggu, 10 Januari 2021

Memesan Takdir Di Tragedi Sriwijaya Air SJ-182.


Namanya Rachmawati. Ia orang Mempawah, Kalimantan Barat. 35 tahun silam, ia pernah jadi Qoriah Internasional. Kini bekerja sebagai pegawai di Kemenag RI. Sabtu siang, ia sudah bersiap menuju bandara dan hendak terbang ke Pontianak. Tiket sudah dipesan. Pesawatnya Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182. Berangkat pukul 14.00 WIB.

Hanya saja, hasil tes PCR-Swabnya telat keluar. Layanan kesehatan tempatnya tes Covid baru bisa mengeluarkan resume medis, Sabtu siang, atau nyaris bertepatan dengan jadwal take off. Rachmawati pasrah. Ia memilih membatalkan keberangkatan, dan memesan tiket maskapai lain untuk terbang Minggu, pagi ini.

Mendadak ia merasa sangat bersyukur. Gara-gara hasil PCR-nya telat keluar, ia terhindari dari tragedi. Tuhan belum melist-nya dalam daftar sebagai korban Sriwijaya Air yang jatuh, Sabtu (9/1) kemarin.

Atma Budi Wirawan punya kisah berbeda. Bersama tujuh anggota keluarganya, mereka sudah memesan dan membeli tiket Sriwijaya Air untuk terbang ke Pontianak, Sabtu siang. Begitu mendengar bahwa semua penumpang yang hendak terbang ke Kalimantan Barat harus mengantongi hasil tes swab Covid-19, Budi dan keluarganya dilema. Delapan orang itu sama dengan 9,6 juta rupiah.

Mereka lalu berembuk. Kesepakatannya, tiket pesawat biarkan hangus. Mereka memilih naik kapal Pelni. Harganya Rp220 perorang, jauh lebih murah dari biaya PCR. Meski harus melewati perjalanan panjang dan mungkin lelah karena berlayar, opsi itu dipilih demi menghindari tes swab.

Minggu pagi ini, mereka tiba di Pontianak. Mendengar informasi soal tragedi Sriwijaya Air, semuanya tertegun. Andai tetap ngotot untuk terbang dan tidak mempersolkan biaya tes swab, bisa saja situasinya berbeda bagi mereka.


Begitu pula dengan Agustiawan. Ia mahasiswa asal Pontianak. Sabtu siang, ia berencana pulang kampung. Tiket sudah ia pesan, bahkan telah tiba di bandara. Menjelang terbang, ia mendadak ditelepon ibunya. Ia dilarang pulang, dan diminta fokus mengurusi ujian akhir semesternya. Perintah ibu ia turuti, ia lolos dari tragedi.

Kisah-kisah ini saya kutip dari portal berita nasional yang relatif kredibel. Jadi informasinya bisa dipercaya. Orang-orang yang lolos dari maut itu adalah cerminan bagi kita semua, bahwa takdir memang tidak bisa diundur dan tidak bisa dimajukan. Tuhan sudah mengatur semua panggung manusia.

Sebagai seorang muslim, saya beberapa kali bertemu dan membaca Al A’raf ayat 34 dalam Alquran. Disana, Tuhan memperingati umatnya. “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”

Masing-masing dari kita hanya sedang menjalani takdir. Segalanya sudah tertulis di Lauful Mahfuz, dan tidak bisa diotak-atik lagi. Manusia memang berhak untuk merencanakan, tapi yakinlah bahwa takdir telah menciptakan momentum bagi kita.

Saya jadi ingat dengan Djenar Mahesa Ayu. Dalam sebuah puisinya, ia berujar :

“Kita bisa memesan bir, namun tidak bisa memesan takdir”. Semoga proses pencarian terhadap semua korban tragedi Sriwijaya Air dimudahkan dan menemukan hasil terbaik.

Oleh ; Abdi Mahatma

~Suaraposkodualima~


#PrayForSriwijaya

Sabtu, 02 Januari 2021

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Positif Covid-19.

Gambar : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Suaraposkodualima - Melalui akun Instagramnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan dirinya positif Covid-19. Khofifah termasuk kategori orang tanpa gejala. Dan saat ini, dia sedang menjalani isolasi mandiri.

“Berdasarkan hasil swab reguler mingguan, saya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Tidak ada gejala yang saya rasakan. Saat ini, saya menjalani isolasi mandiri,” kata dia, Sabtu (2/12/2020).

Gubernur Jawa Timur yang juga mantan Mensos ini memastikan, walau dirinya dinyatakan positif semua tugas pemerintahan tetap bisa dikoordinasikan bersama wakil gubernur, sekretaris daerah, dan para kepala dinas. Khofifah memohon doa kesembuhan agar dapat segera beraktivitas seperti sedia kala. 

 “Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, saya mohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia. Aamiin,” ucapnya.(Red/khauripan)

Rabu, 30 Desember 2020

Hari Pertama Jam Malam Di Sidoarjo Masih Kondusif.

Suaraposkodualima -  Dilansir dari detiknews, jam malam telah diberlakukan di Sidoarjo. Jam malam berlaku mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Ada enam titik ruas jalan yang disekat seiring diberlakukannya jam malam. enam titik yang akan dilakukan penyekatan yakni di wilayah Waru, Buduran, Sukodono, Wonoayu, Candi, dan Kota Sidoarjo.

Dari pantauan di pos penyekatan di TL Candi terlihat bahwa di pertigaan tersebut jalan dari Malang yang mengarah ke Kota Sidoarjo ditutup menggunakan water barrier. Kendaraan dari Malang yaang akan ke Surabaya diarahkan ke Jalan Lingkar Timur.

Terlihat ada belasan petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP Pemkab Sidoarjo, serta beberapa relawan sedang berjaga. Mereka sigap mengarahkan semua kendaraan ke Jalan Lingkar Timur.

Meski demikian ada beberapa kendaraan yang diizinkan melintas. Namun kendaraan yang melintas pengemudinya harus menunjukkan identitas diri dan alasannya. Seperti salah seorang yang akan bekerja di RSUD Sidoarjo. Dan Beberapa warga pulang kerja yang kebetulan akses jalannya harus melewati Jalan Raya Candi tersebut.

"Pemberlakuan jam malam tidak hanya terkait masalah penyekatan atau penutupan jalan yang mengarah ke Sidoarjo saja. Namun diberlakukan untuk kegiatan masyarakat utamanya di tempat publik," ujar Waka Polresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana kepada media di Pos Candi, Selasa, (29/12/2020).

Deny menjelaskan pihaknya terus melakukan monitoring dan patroli saat jam malam berlangsung. Deny berharap warga Sidoarjo bisa menaati jam malam. Pada pukul 21.00 WIB sudah tidak ada aktivitas atau berkerumun yang berpotensi melanggar protokol kesehatan.

"Apabila ada yang melanggar akan ditindak tegas sesuai dengan pelanggarannya. Dalam penyekatan ini sifatnya fleksibel, ada beberapa pengecualian untuk akses jalan," tambah Deny.

Deny menambahkan, jam malam di wilayah Sidoarjo di hari pertama ini masih kondusif. Untuk antisipasi kriminalitas, kata Deny, pihaknya juga melakukan patroli di jalan-jalan yang tidak dilakukan penyekatan.

"Kami tetap melakukan patroli di jalan-jalan yang tidak dilakukan penyekatan guna antisipasi kriminalitas," tandas Deny.(Red/khauripan)

Sabtu, 26 Desember 2020

Pemkab Sidoarjo Berlakukan Jam Malam Mulai 29 Desember Sampai 4 Januari 2021.

Gambar : Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji.

Suaraposkodualima - Sebagai langkah antisipasi meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di malam Tahun Baru. Pemkab Sidoarjo akan memberlakukan jam malam di mulai tanggal 29 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji mengatakan, kami sudah sepakat bersama teman-teman Forkopimda. Intinya pelaksanaan mengantisipasi malam pergantian Tahun Baru kita berlakukan jam malam di tanggal 29 Desember sampai tanggal 2 Januari,” kata Kombes Pol Sumardji, Jumat (25/12/2020).

Mantinya jam malam akan diberlakukan mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00 pagi. Pihaknya sudah menentukan titik-titik yang bakal dilakukan penyekatan mulai dari Waru, Buduran, Babalayar, Candi, dan Sukodono.

“Titiknya sudah kita tentukan mulai dari batas kota Waru, tengah Buduran, Babalayar, Porong, Candi, Sukodono, masing-masing sudah kita sekat untuk mengantsipasi,” ujarnya.

Terkait dengan aktivitas warga yang akan keluar maupun masuk ke Sidoarjo, ia mengatakan, tidak akan ada pembatasan dan tidak membawa surat seperti saat penerapan PSBB lalu. Pengetatan ini menurutnya, hanya untuk aktivitas yang menimbulkan kerumunan yang sering terjadi di malam pergantian Tahun Baru.

“Kami membatasi berkerumunnya orang, kalau selama tidak ada kerumunan ya gak ada masalah. Karena selama ini kerumunan orang ada di titik-titik tertentu, itu yang kita antisipasi,” tegasnya.

Kapolresta Sidoarjo berharap agar masyarakat Sidoarjo untuk tidak merayakan malam tahu baru di luar rumah bahkan berkerumun. 

“Kami berharap untuk tidak merayakan di luar rumah atau dengan berkerumun, sehingga kita bisa sama-sama mengantisipasi dan membuat rasa aman dan sehat untuk semuanya. Kita sama-sama di masa pandemi berupaya dan berusaha jangan sampai ada klaster di malam pergantian tahun baru", harapnya. (Red/khauripan)

Jumat, 25 Desember 2020

" SECUIL CINTA "

Suaraposkodualima - Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam Al-Ghozali mengkisahkan, “Suatu ketika Nabi Isa lewat di sebuah perkebunan bertemu dengan seorang pemuda yang sedang menyiram tanaman, lalu pemuda itu berkata pada Nabi Isa As., " Mintakanlah kepada Tuhanmu supaya aku diberi rizki berupa mahabbah (cinta) kepada Allah sebesar dzarroh (atom). 

Nabi Isa menjawab,"Seukuran Dzarroh engkau tak akan kuat menerimanya. Pemuda menjawab, "Kalau begitu separohnya saja."

Nabi Isa mengiyakan permintaan pemuda itu beliaupun berdoa, " Ya Alloh berikanlah rizki kepada pemuda ini berupa mahabbah (cinta) terhadap-Mu seukuran separuh dzarroh." 

Selang beberapa lama kemudian Nabi Isa As. lewat lagi ditempat pemuda itu berada, beliau menanyakan kepada masyarakat setempat tentang keberadaan pemuda itu. Mereka menjawab, " Pemuda itu sudah gila,  ia pergi kearah pegunungan."

Kemudian Nabi Isa berdoa kepada Allah agar diperlihatkan tempat dimana pemuda itu berada, usai berdoa dipanjatkan,  Nabi Isa As. melihatnya Ia berada di antara gunung-gunung.

Beliau menemukan pemuda itu dalam keadaan berdiri seorang diri di atas bebatuan keras di puncak dari gunung itu menuju langit,

Nabi Isa mengucapkan salam kepada pemuda itu, namun pemuda itu tidak menjawab salam beliau. Nabi Isa As. berkata, "Saya adalah  Isa."(pemuda itupun juga tidak menjawabnya)

Disaat itu turunlah wahyu kepada Nabi Isa As.,  "Bagaimana bisa dia mendengar omongan orang, sementara dihatinya terdapat rasa cinta kepada-Ku seukuran separuh dzarroh. Demi kemulyaan-Ku dan ke Agungan-Ku andaikan kau potong tubuhnya dengan gergaji dia tak akan mengetahuinya (merasakannya)." [1]

Sudah lama saya berharap agar Tuhan memberikan  secuil Cinta pada bangsa Indonesia. Dengan begitu maka sesama anak bangsa menjadi damai dan tentram. Orang yang hatinya penuh dengan Cinta pada Tuhan, maka dia akan mencintai makhluknya.

Hati yang dipenuhi cinta tidak akan mengumbar kebencian dan kedengkian, lidahnya tidak akan menebar hoax dan nyinyiran. Tidak menyebarkan permusuhan sesama anak bangsa.

Orang yang hatinya penuh dengan Cinta maka tidak akan suka mengkafirkan, membid'ahkan dan menyesatkan orang lain yang berbeda faham keagamaan dan pandangan politik yang berbeda.

Jika hati kita sudah dipenuhi dengan Cinta, maka tidak akan menyebut orang lain dengan sebutan KADRUN dan CEBONG, apalagi menjuluki orang lain dengan sebutan PKI.

Alhamdulillah akhir tahun ini Tuhan mengirimkan Kado yang terindah untuk bangsa Indonesia. Presiden Jokowi menjadikan Prabowo - Sandi lawan politiknya dalam Pilpres kemaren sebagai menteri di dalam kabinetnya.

Jokowi mau merangkul lawan politiknya untuk membangun Indonesia secara bersama-sama. Sedangkan Prabowo-Sandi membuang egonya dan menerima tawaran untuk bersama-sama membangun Indonesia semakin jaya. Jika di dalam hati mereka tidak ada cinta, mustahil mereka mau bersatu dan bekerjasama untuk Bangsa Indonesia.

Sekarang sudah tidak ada lagi antara KADRUN & KAMPRET, Jokowi- Makruf dan Prabowo - Sandi telah bersatu dalam ikatan cinta dan kasih untuk Bangsa Indonesia. Maka sebagai pengikutnya hendaklah kita mencontoh tindakan dan prilaku mereka.

Jangan mau hati kita dijajah dan dikuasai oleh kebencian dan kedengkian, karena akan merusak diri kita dan kerukunan  bangsa Indonesia. Tiada derita yang tidak pernah berakhir kecuali derita Kebencian dan Kedengkian.

Kami mungucapkan Selamat atas Kelahiran Yesus (Nabi Isa), semoga semua makhluk penuh dengan cinta kasih dan berbahagia.

"Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu untuk mencinta-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu. Juga cinta kepada amal yang bisa mendekatkanku pada cinta-Mu." (HR. At-Tirmidzi)

~ Secuil Cinta ~

Oleh : Idham Huri

Suaraposkodualima 

Kamis, 17 Desember 2020

MOU antara UWKS Dengan BPR Jatim, UWKS Siapkan Lulusan Yang Siap Memasuki Dunia Kerja.

Suaraposkodualima - Mulai tahun depan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) bakal ngampus di PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim Bank UMKM Jawa Timur.

Rektor UWKS, Prof Sri Harmadji, mengatakan kegiatan ngampus di perbankan tersebut merupakan perwujudan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang dikenal dengan “Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

"Kita ingin menerapkan kurikulum yang dicanangkan oleh kemendikbud, bahwa Perguruan Tinggi sekarang kurikulumnya adalah merdeka belajar dan kampus merdeka," katanya usai penandatanganan MoU antara UWKS dengan BPR Jatim, Rabu (16/12). 

Ia menjelaskan, bahwa program merdeka belajar-kampus merdeka ini untuk menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Mahasiswa UWKS, khususnya Fakultas Ekonomi Bisnis bakal ngampus selama 2-3 semester di BPR Jatim. Mereka merasakan langsung bagaimana terjun di dunia kerja untuk mengaplikasilan teori yang didapat selama di kampus.

"Kerjasama pertama ini diawali Fakultas Ekonomi dan Fisip. Ke depan bisa Fakultas Pertanian atau Kedokteran Hewan. Kita sesuaikan dengan program yang dimiliki oleh BPR," ujarnya.

Direktur Utama PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim Bank UMKM Jawa Timur, Yudi Wahyu Maharani, menilai program merdeka belajar dan kampus bisa menjadi jembatan antara perkembangan dunia perbankan dengan dunia pendidikan.

Dari sisi pengetahuan, kata dia, industri perbankan terus mengalami perubahan-perubahan yang cukup signifikan. "Kami siap menfasilitasi teman-teman dari kampus. Nanti programnya apa, dari kita apa, nanti kita gandengkan. Mudah-mudahan nanti di 2021 sudah bisa kita eksekusi," paparnya.

Bank UMKM ini fokusnya di sektor UMKM dan pedesaan. Kebetulan portofilio kami kebetulan 30 persen adalah pertanian.

Selain itu adanya program gubernur jatim millenial job center, itu nanti kita gandengkan dengan kampus. Disitu ada benang merahnya, mulai dari kampus, perbankan kemudian nasabah.

Program ini luar biasa, nyampung antara generasi muda dari kampus, kemudian di perbankan itu sendiri.

Kami siap menfasilitasi teman-teman dari kampus. Nanti programnya apa, dari kita apa, nanti kita gandengkan. Mudah-mudahan nanti di 2021 sudah bisa kita eksekusi.

Sedangkan jumlah mahasiswa yang akan ditampung disesuaikan dengan kebutuhan. Yudi mengatakan, saat ini BPR Jatim sendiri memiliki 32 kantor cabang dan 111 kantor kas tersebar diseluruh wilayah di Jawa Timur.

Nantinya mahasiswa bisa memilih devisi yang diinginkan. Semisal jurusan Fisip, BPR akan menempatkan SDM pada devisi marketing komunikasi. Namun mahasiswa tetap bisa memilih sesuai passion masing-masing sesuai skil yang dimiliki. "Jadi orang akuntansi gak harus di akuntansi, dia bisa saja ke marketing. Untuk pendidikan unlimited," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wijaya Kusuma Surabaya, Drs. Soedijatmiko, menambahkan dunia kerja menuntut skill yang mumpuni, sehingga mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan ijazah. Mahasiswa harus mengetahui dinamika lapangan yang terus berkembang seiring kian pesatnya dunia digital agar tidak ketinggalan zaman.

"Jadi mainset digital juga harus dikembangkan, apalagi layanan perbankan yang semakin maju dengan digitalisasi juga harus diikuti," tuturnya.

Sebelumnya, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang literasi keuangan dan penerapannya secara profesional dalam pekerjaan dan investasi, serta untuk meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya juga melakukan kerjasama dengan PT. Moduit Digital Indonesia.

"Moduit digital itu ahli reksadana. Jadi selain menguasai seluk beluk UMKM dari BPR, mahasiswa juga menguasai reksadana dari Moduit. Jadi mahasiswa menguasai reksadana dan perbankan biasa," tandasnya.(Red/khauripan)

Istri Bupati Azwar Anas Menang Di Pilkada Kabupaten Banyuwangi 2020.

Suaraposkodualima -- Rekapitulasi hasil penghitungan suara pilkada yang dilakukan KPU Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (17/12) dini hari, menyatakan pasangan calon nomor urut 2 Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah menang di Pilkada 2020.

Hasil rakapitulasi menyebut pasangan Ipuk-Sugirah memperoleh 438.847 suara (52,4 persen) mengungguli pasangan calon nomor urut 1 Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Azizy dengam perolehan 398.113 suara (47,6 persen) atau selisih 40.734 suara (4,8 persen).

"Rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada 2020, tadi pada pukul 00:05 WIB, telah kami finalisasi terkait dengan hasil rekapitulasi, untuk paslon 1 mendapatkan 398.133 suara, dan paslon 2 mendapat 438.847 suara, dengan jumlah total 836.960 suara," kata Ketua KPU Kabupaten Banyuwangi Dwi Anggraini dalam konferensi pers di Banyuwangi, dikutip dari Antara.

Sementara itu, lanjutnya, surat suara tidak sah sebanyak 15.242 suara dengan jumlah total seluruhnya 852.202 suara dan jumlah partisipasi masyarakat tercatat 61,6 persen.

Divisi Hukum dan Pengawasan pada KPU Kabupaten Banyuwangi Dian Mardiyanto mengatakan rekapitulasi tetap sah meski tim saksi dari pasangan calon 1 tidak bersedia menandatangani hasil itu.

"Sebagaima diketahui bersama, tim saksi paslon 1 sudah sejak rekapitulasi di tingkat kecamatan tidak bersedia tanda tangan, dan dalam catatan kami hanya ada tiga kecamatan tim saksi paslon 1 bersedia tanda tangan," katanya.

"Sebagaimana diatur dalam peraturan KPU, meskipun tim saksi tidak bersedia tanda tangan, rekapitulasi tetap dinyatakan sah," imbuh dia.

Selanjutnya, hasil rekapitulasi Pilkada 9 Desember 2020 akan diumumkan setelah terbitnya Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK).

"Jadi setelah menunggu dan atau terbit Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK), lima hari kemudian baru diadakan penetapan," katanya.

Rekapitulasi penghitungan hasil suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020 berlangsung sejak Rabu (16/12) dan selesai atau rekapitulasi pilkada final pada Kamis dini hari.

Daftar pemilih tetap atau DPT Pilkada Banyuwangi 2020 tercatat sebanyak 1.304.909 orang yang tersebar di 3.745 tempat pemungutan suara (TPS) dan 217 desa/kelurahan.(Red/khauripan)

Sabtu, 12 Desember 2020

Mati Syahid Tapi Masuk Neraka.

Suaraposkodualima  -  Dari Sahl bin Sa’ad ia mengatakan: "Adalah Rasulullah berperang menghadapi orang-orang musyrik sehingga mereka saling menyerang. Tatkala Rasulullah Saw.  menuju kampnya, dan yang lain juga menuju kamp mereka, sementara di antara para sahabat Nabi Saw. ada seseorang (yang gagah berani) tidak membiarkan seorang pun (dari musyrikin) yang lepas dari regunya kecuali dia kejar dan dia tebas dengan pedangnya. 

Akhirnya para sahabat mengatakan: “Tidaklah seorangpun dari kita pada hari ini melakukan kehebatan seperti yang dilakukan oleh si fulan itu.” 

Maka Rasulullah Saw. mengatakan: “Sesungguhnya dia termasuk penduduk neraka.”

Para sahabat mengatakan: “Siapa di antara kita yang bisa menjadi penghuni Surga, bila orang sehebat dia saja masih termasuk penghuni Neraka?”

Maka seseorang di antara mereka mengatakan: “Aku akan menguntitnya terus.” 

Ia pun keluar bersamanya, setiap kali orang itu berhenti ia ikut berhenti, dan jika dia bergerak cepat ia pun ikut bergerak cepat. 

Ia berkisah: "Lalu pria (pemberani) tersebut  terluka dengan luka yang parah, maka ia ingin segera mati sehingga ia letakkan (gagang) pedangnya di bumi dan menusukkan mata pedangnya pada ulu hatinya kemudian dia menekankan badannya di atas pedang tersebut, sehingga ia pun membunuh dirinya.

Lalu sahabat yang menguntitnya itu datang menemui Rasulullah Saw. seraya mengatakan: “Sungguh aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.” 

Beliau mengatakan: “Kenapa?” Ia menjawab: “Orang yang engkau sebutkan tadi bahwa dia termasuk penghuni neraka.” 

Lalu para sahabat tercengang dengan peristiwa tersebut. Maka aku katakan: “Aku (akan membuktikan) untuk kalian tentangnya. Maka aku keluar menguntitnya sampai ia terluka dengan luka yang parah maka ia ingin cepat mati, akhirnya ia letakkan gagang pedangnya di bumi dan mata pedangnya pada ulu hatinya, lalu ia tekankan badannya di atas pedangnya tersebut sehingga ia pun membunuh dirinya.”

Maka Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya seseorang benar-benar beramal dengan amalan penghuni Surga –yang tampak bagi manusia– sementara sebenarnya dia termasuk penghuni neraka. Dan sungguh seseorang beramal dengan amalan penghuni neraka –yang tampak bagi manusia– sementara sebenarnya dia termasuk penghuni Surga.” (HR. Al-Bukhari )

Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari menjelaskan  bahwa nama pejuang tersebut adalah Quzman Adz-Dzufury. Hadis tentang sang mujahid yang ahli neraka ini dalam Sahih Bukhari diletakkan dalam beberapa bab. Antara lain dalam Bab Tidak Boleh Mengatakan Si Fulan Mati Syahid, Bab Perang Khaibar dan Bab Semua Amal Tergantung Penghujungnya (al-‘amal bi al-khawatim).

Ternyata tidak semua yang tampaknya berjuang dan berperang membela Islam lantas pasti ahli surga. Ketulusan niat, kesabaran menanggung derita dalam jihad hingga berjuang menjemput khusnul khatimah ternyata lebih berat.

Demikianlah kisah mujahid yang akhirnya tewas bunuh diri dan termasuk ahli neraka. Akhirnya klaim ahli surga tidaklah segampang yang kita kira. Dalam Bab La Yaquul Fulan Syahid (Tidak boleh berkata Fulan Mati Syahid) sebelum hadis tentang Quzwan adz-Dzafiri tersebut.

Al-Bukhari meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “ … Dan Allah lah yang paling tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya, dan Allah lah yang paling tahu siapa yang terluka di jalan-Nya.” 

Oleh : Idham Huri

~ Suaraposkodualima ~

Kamis, 10 Desember 2020

Kekalahan Pasangan Incumbent Bupati Blitar Mengejutkan Petinggi PDIP, Sangat Luar Biasa.

 Gambar : Budi Sulistyono

Suaraposkodualima - Kekalahan pasangan petahana Kabupaten Blitar Rijanto- Marheinis Urip Widodo dalam hitung cepat mengejutkan PDI Perjuangan. Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono menyebut, kalahnya paslon petahana (dalam hitung cepat) yang diusung PDIP di Kabupaten Blitar, sebagai peristiwa yang luar biasa. Sebab Kabupaten Blitar bagi PDIP merupakan salah satu daerah sakral. 

"Daerah sakral (Kabupaten Blitar), luar biasa itu kalau sampai lepas,” ujar Budi Sulistyono alias Kanang saat berada di Posko Pemenangan Cabup Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Kabupaten Kediri Rabu malam (9/12/2020).

Dari hasil hitung cepat Pilkada Kabupaten Blitar, paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS, meraih kemenangan 56,53%.Paslon nomor 02 tersebut menang di 15 kecamatan. Sedangkan paslon petahana Rijanto-Marheinis Urip Widodo yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PPP hanya meraup 39,54%. Paslon nomor 01 tersebut hanya menang di tujuh kecamatan.

Kanang mengaku sangat tidak menyangka jagonya bakal kalah. Dia melihat cabup dan cawabup Kabupaten Blitar (Rijanto dan Marheinis) sama sama incumbent. Menurutnya, seorang incumbent sudah mengerti apa yang dilakukan untuk menang. 

Jalan apa yang harus ditempuh. Apa yang harus dibicarakan. Apa yang harus dilangkahkan, kata Kanang, seorang petahana harusnya sudah mengerti. Karenannya sejak awal dia mengaku optimis paslon Rijanto- Marheinis bakal menang. "Awalnya saya optimistis betul. Tapi tiba tiba begini, saya gak ngerti," kata Kanang yang saat ini menjabat sebagai Bupati Ngawi. 

Kendati demikian, meski selalu dianggap di atas angin, seorang paslon incumbent sebenarnya berada pada posisi tidak mudah. Kebaikan dan keburukan paslon incumbent  sama sama mudah dilihat. Kalau buruk, kata Kanang pendatang baru sebagai l penantang akan mudah mengalahkan. 

Sebaliknya jika baik, sehebat apapun penantang akan sulit mengalahkan. "Orang kalau di atas nek apik ketok apike, nek elek ketok eleke (Orang kalau di atas kalau baik terlihat kebaikannya, kalau jelek terlihat jeleknya)," tambah Kanang. 

Kabupaten Blitar sejak awal menjadi daerah yang tidak dikhawatirkan. Karena dianggap sebagai daerah yang tidak dicemaskan, Kabupaten Blitar termasuk daerah yang dilepas. Perhatian partai (PDI P) menurut Kanang lebih fokus kepada Kota Blitar yang lebih dicemaskan. Sebab yang dilawan paslon besutan PDIP adalah putra mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar (Muh Samanhudi Anwar) yang diketahui begitu mengakar. 

Bisa jadi karena fokus di Kota Blitar, kata Kanang Kabupaten Blitar justru akhirnya kalah. Sementara di Kota Blitar PDI Perjuangan berhasil mempertahankan kemenangan. Kemungkinan lain, diakui Kanang bisa jadi karena faktor teledor. "Bisa jadi seperti itu (teledor). Ini jauh dari sangkaan kita (kekalahan Kabupaten Blitar)," papar Kanang. 

Karena dianggap sebagai peristiwa yang luar biasa, Kanang juga menegaskan, Kabupaten Blitar menjadi bagian daerah yang akan dievaluasi partai. Kemudian juga Mojokerto dan Ponorogo. (Baca Juga: Aipda Edi Anggota Bhabinkamtibmas Terkapar Diserang Pisau saat Buka Logistik Pilkada) 

PDI Perjuangan menargetkan kemenangan di atas 12 daerah dari 19 daerah di Jawa Timur yang menggelar pilkada serentak. Namun dari data sementara yang masuk, kemenangan yang diraih PDI Perjuangan hanya 11 daerah. "Pasti ada evaluasi partai. Terutama Blitar," pungkasnya.(Red/khauripan)

Minggu, 06 Desember 2020

Rangkaian Kasus Bansos Covid-19 Menjerat Mensos Yulian Batubara Tersangka Korupsi.

  Gambar : Menteri Sosial Yulian Batubara.

Suaraposkodualima - Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menjadi tersangka dalam kasus pengadaan bansos COVID-19. KPK membeberkan awal mula kasus yg menjerat Mensos Juliari Batubara.

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan, kasus ini diawali adanya pengadaan barang berupa Bansos penanganan COVID-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI tahun 2020 dg nilai kurang lebih Rp 5,9 triliun dg total 272 kontrak dan dilaksanakan sebanyak 2 periode.

Pada tahapan ini, Mensos Juliari Batubara menunjuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai pejabat pembuat komitmen dalam proyek Bansos COVID-19 dg cara penunjukan langsung rekanan. KPK menduga ada kesepakatan sejumlah fee dari penunjukan rekanan pengadaan Bansos COVID-19 ini.

"Saudara JPB selaku Menteri Sosial menunjuk MJS dan AW sebagai PPK dalam pelaksanaan proyek tersebut dg cara penunjukan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap² paket pekerjaan yg harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS," ujar Firli dalam konferensi pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Minggu (6/12/2020) dini hari.

Firli mengatakan, untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bantuan sosial. Keduanya melakukan kontrak pekerjaan dg suplier yg salah satunya PT RPI yg diduga milik Matheus Joko Santoso.

"Selanjutnya, MJS dan AW pada bulan Mei sampai dg November 2020 dibuatkan kontrak pekerjaan dg beberapa suplier sebagai rekanan yg di antaranya AIM, HS dan juga PT RPI yang diduga milik MJS," kata Firli. KPK menyebut, Mensos Juliari Batubara mengetahui langsung penunjukan perusahaan milik anak buahnya.

Firli mengatakan, penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui oleh Mensos Juliari Batubara dan diketahui juga dilakukan oleh Adi Wahyono. Pada paket bansos COVID-19 periode pertama, diduga diterima fee miliaran Rupiah dan turut diterima Mensos Juliari Batubara.

"Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama diduga diterima fee kurang lebih sebesar Rp 12 Miliar yg pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui AW dg nilai sekitar Rp 8,2 miliar," ujar Firli.

Firli menerangkan, pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy selaku orang kepercayaan Mensos Juliari Batubara untuk digunakan membayar berbagai kebutuhan pribadi Mensos. Ada uang sekitar Rp 8,8 miliar yg diduga dipakai untuk keperluan Mensos Juliari Batubara.

"Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dg Desember 2020 sejumlah Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan saudara JPB," ucap Firli.

Pada kasus ini, KPK menetapkan 5 orang tersangka, antara lain: 

Sebagai Penerima :

1. Mensos Juliari Peter Batubara

2. Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Matheus Joko Santoso

3. Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono

Sebagai Pemberi :

1. Ardian I M (Swasta)

2. Harry Sidabuke (swasta)

Mensos Juliari Batubara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(Red/khauripan)

Rabu, 02 Desember 2020

Inilah Perbedaan Kehilangan Penciuman karena Virus Corona dan Pilek

Suaraposkodualima - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa anosmia atau kehilangan indra penciuman menjadi gejala paling umum yang dialami oleh pasien virus corona.

Temuan yang dihimpun oleh peneliti di Office for National Statistics (ONS) juga mengindikasikan bahwa anosmia tak hanya terjadi pada pasien bergejala, tetapi juga dialami oleh kelompok asimptomatik.

"Jumlah orang yang dites positif Covid-19 dengan gejala kehilangan rasa atau bau (anosmia) meningkat paling banyak di semua kelompok umur," tulis tim peneliti dalam ringkasan laporannya.

Kehilangan atau berkurangnya fungsi penciuman juga biasa dirasakan saat menderita flu atau pilek. Bagaimana membedakan kehilangan indra penciuman akibat virus corona dan pilek?

Dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) Rumah Sakit RS Columbia Asia (RSCA) Prof Dr dr Delfitri Munir, Sp.T.H.T.K.L(K) menjelaskan perbedaan keduanya.

Ia menyebutkan, rongga hidung menjadi tempat masuk paling favorit bagi virus corona. Sebab, penularan virus ini melalui percikan (droplet) dan airbone.

"Di hidung ini, aliran udara lebih dari 75 persen terarah ke atap hidung. Di sana ada ujung-ujung saraf penciuman atau saraf penghidu," Kata Delfitri kepada Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

"Karena atap hidung kita ini melengkung, maka partikel-partikel yang terbawa akan terbentur dan menyangkut di sana," lanjutnya.

Kondisi ini yang membuat saraf penciuman terkena virus corona. Karena sifat virus merusak sel, membuat peradangan, hal ini membuat saraf penciuman terganggu dan berakibat hilangnya indra penciuman.

"Ini bisa temporer dan bisa juga permanen. Kalau sarafnya sudah mati, enggak bisa sembuh lagi," jelas dia.

Sementara itu, hilangnya indra penciuman akibat pilek atau influenza disebabkan oleh peradangan pada selaput lendir di seluruh hidung. Hal tersebut membuat hidung mampet dan tak bisa menghirup udara.

"Karena radang, maka udara yang kita hirup tidak sampai ke atap rongga hidung tempat saraf itu, jadi dia nutup," kata dia.

"Jadi partikel-partikel udara yang membawa bau itu tak bisa masuk, karena tertutup lubang hidung. Kalau mampetnya hilang, ya bisa mencium lagi karena sarafnya tidak terganggu," lanjutnya.

Kondisi saraf dalam hidung inilah yang membedakan hilangnya indra penciuman akibat virus corona dan pilek. Artinya, seorang pasien Covid-19 akan mengalami kehilangan indra penciuman, tetapi masih bisa menghirup udara dengan normal.

Sementara, kehilangan indra penciuman yang dialami oleh penderita pilek atau influenza biasanya disertai dengan gangguan dalam menghirup udara.

Studi tentang beda anosmia karena Covid-19 dan pilek. Pada awal November lalu, seperti diberitakan Kompas.com, peneliti Eropa menemukan bahwa ada perbedaan antara kehilangan indra penciuman pada pasien yang terinfeksi virus corona, dengan seseorang yang mengidap flu atau pilek parah. 

Para peneliti menyebutkan, pada pasien virus corona, kehilangan indra penciuman cenderung terjadi secara tiba-tiba dan parah. Selain itu, hidung mereka juga biasanya tidak tersumbat, atau berair. Kebanyakan pasien yang terinfeksi virus corona masih bisa bernapas dengan lega.

Pasien Covid-19 yang mengalami anosmia kurang bisa mengenali bau, dan mereka sama sekali tidak bisa membedaka n rasa pahit atau manis. Sementara, alasan mengapa seseorang kehilangan kemampuan mencium bau ketika pilek atau flu adalah penyumbatan.(Red/khauripan)

Jumat, 27 November 2020

Di Kampung Bumiarjo Joyoboyo Machfud Arifin Disambut Warga Luar Biasa.


Gambar : Machfud Arifin bersamà warga Bumiarjo.

Suaraposkodualima – Calon Wali kota Surabaya nomer urut 02, Machfud Arifin sambabangi kampung Bumiarjo Joyoboyo. Ia pun mengapresiasi seluruh relawan beserta para kader partai pendukung di kelurahan Sawunggaling yang sangat antusias menyambutnya pada Kamis (26/11/2020).

Disambut ribuan warga, MA sebutannya dajak ber-safari melewati gang-gang sempit khas Joyoboyo. Disini ia mengaku prihatin melihat keadaan kampung-kampung kumuh di Surabaya, khususnya di wilayah ini.

Kepada media, MA mengatakan sudah menyiapkan dana 150 jt per-RT per-tahun untuk pemerataan pembangunan khususnya di wilayah-wilayah seperti Bumiarjo ini. ”Selain infrastrukstur yang harus dibangun, dana ini juga dapat dipergunakan untuk pengembangan UMKM dan ekonomi masyarakat, juga untuk peningkatan SDM dan kesehatan masyarakat dll,” ujarnya.

Menurutnya, pemerataan pembangunan di Surabaya butuh solusi seperti ini. ”Kita semua tahu musrenbang itu seperti apa. Bahkan kita patut mempertanyakan, dalam debat yang lalu paslon sebelah menyebut telah menggelontor 185 juta per-RT, jangan ada kebohongan lagi,” ujarnya.

Mantan Kapolda Jatim ini juga menyinggung banyaknya penyalahgunaan program dan bantuan, mobilisasi ASN dari Pemkot Surabaya untuk pengondisian paslon sebelah. Tapi hal ini tak membuatnya takut dan gentar. ”Saya tidak takut apalagi gentar. Mereka punya Pemkot tapi saya punya Tuhan, Allah yang ada dibelakang saya,” tegas Arek asli Ketintang ini.

Diakhir, MA berharap segenap relawan dan para kader partai pendukung untuk melipat gandakan dukungan, harapan perubahan sudah didepan mata. ” Maka dari itu, 9 Desember nanti coblos nomer 2, coblos brengose,” pungkas MA.

Sementara, Budi panitia pelaksana sekaligus koordinator relawan sandal jepit mengucap syukur atas kehadiran Machfud Arifin yang sudah lama dinantikan warga Bumiarjo. ”Alhadulillah, pak MA sudah mau berkunjung di Bumiarjo, warga disini sangat menginginkan kepastian perubahan, dan pak MA kami nilai sebagai orang yang tepat untuk melakukannya,” katanya

Menurut Budi bersama barisan relawan sandal jepit, pak MA adalah sosok yang cerdas dan itu terlihat dari program-program yang pro-rakyatnya. ”Pak MA itu tiga kali menjabat sebagai Kapolda, saya yakin pengalamannya ini dapat dijadikan untuk membenahi birokrasi pemerintah kota, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat,” urainya.

Dengan kehadiran Machfud Arifin, Budi berharap warga Bumiarjo tahu siapa Calon Wali kota yang peduli kepada warganya, sehingga pada 9 Desember nanti kemenangan 02 dapat diraih dengan mutlak disini. (Red/Nawi)

Minggu, 22 November 2020

Jernihkan Pikiran Dengan Wisata Alam Di Kaliputih Tulungagung.


Suaraposkodualima - Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur, mempunyai beragam destinasi yang menawarkan pemandangan indah, cantik dan instagramable. Layak untuk dikunjungi. Lanskap pemandangan nan mempesona dan instagramable ini hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Ranu Gumbolo, tepatnya berada di area bendungan Desa Wonorejo di Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.

Destinasi wisata ini, disebut warga sekitar dengan nama Kaliputih. Keindahan pemandangan di lokasi ini belum banyak dikunjungi oleh traveller. "Kalau air bendungan pasang, tidak kelihatan tempat itu," kata Dias, pengunjung yang mengabadikan kedatangannya ke lokasi ini, Sabtu (21/11/2020).

Jika berkunjung di saat yang tepat, Kaliputih akan menjadi satu pesona tersendiri bagi para wisatawan karena memiliki desain yang sangat apik dan alami. "Masih gratis dan belum dikelola," jelasnya.

Untuk masuk ke lokasi ini dikatakan Dias, harus melewati ladang milik warga. "Masuknya harus hati-hati, soalnya melewati ladang petani dan biasanya ditunggu pemiliknya. Jangan sampai merusak tanaman warga," jelasnya.

Selain akan disuguhi air membiru dan pesona alam nan hijau, terlihat bebatuan di antara ladang rumput yang membentang. Kali Putih yang masih sepi, tampak beberapa kali disinggahi para petualang yang hendak mencari ketenangan.

Selain itu, para pemburu ikan dengan kail juga menjadikan tempat ini untuk merenung dan mencari inspirasi. Warga sekitar sangat tau lokasi ini, jika sedang bermain ke Ranu Gumbolo untuk menjangkau lokasi ini tidak terlalu sulit dan bisa bertanya pada warga sekitar yang terkenal sangat sopan pada tamu di daerahnya. Silahkan mencoba ajak keluarga pasti anda puas. (Red/khauripan)

Jumat, 13 November 2020

Webinar Seri 3 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya : Problematika Koordinasi Kesehatan Lintas Sektor Di Era Pandemi.

G
ambar dari kiri : Sukma Sahadewa, Suhartati, Andi Aruji.

Suaraposkodualima - Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), menyelenggarakan seminar secara online (webinar) ketiga, dengan mengambil tema "Problematika Koordinasi Kesehatan Lintas Sektor Di Era Pandemi". Webinar diselenggarakan di Aula Gedung Fakultas Kedokteran UWKS, jalan Dukuh Kupang, Surabaya pada hari Jumat (13/11/2020).

Ketua panitia penyelenggara webinar, Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes, SH, MH, M.Sos mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama para alumni FK UWKS, Yayasan Wijaya Kusuma, IDI, PDK3MI (Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia), BKSIKMIKPIKK FKI (Badan Kerjasama Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Kedokteran Pencegahan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Se Indonesia).

Saat ditanya awak media, dengan masih adanya masyarakat yang kurang percaya dengan adanya virus Covid-19, dr. Sukma mengatakan, "Lima dokter dari UWKS telah gugur dalam menjalankan tugasnya dan dinyatakan terpapar Covid-19. Inilah bukti nyata bahwa virus Covid-19 benar-benar ada. Saya menghimbau kepada masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan berita yang menyesatkan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan", jawabnya.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran UWKS, Prof. Dr. Suhartati, dr, MS, menjelaskan, tujuan disenggarakan webinar ini guna meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat, dosen dan Dokter muda FK UWKS. Memperkaya wawasan keilmuan terkait ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat dari ruang lingkup yang lebih luas. 

"Mempererat koordinasi dan kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait kualitas peserta didik FK UWKS. Meningkatkan efektifitas dan efesiensi penggunaan waktu belajar di era pandemic. Serta meningkatkan perbaruan keilmuan terkait ruang lingkup tenaga kesehatan", pungkasnya. (Red/khauripan)

Selasa, 10 November 2020

Refleksi Hari Pahlawan 10 November 2020, Jangan Hancurkan Cagar Budaya.

Gambar : AH.Thony Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya.

Suaraposkodualima - Setiap kali menjelang hari Pahlawan 10 November, yang muncul dalam benak kita adalah kegigihan para pejuang yang membela tanah air. Mereka para Pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya kepada negara. Terhadap para Kusuma Bangsa yang sudah gugur ini menjadi sebuah cerita yang harus bisa dipahami dengan penuh makna.

Dalam hal memaknai perjuangan, wakil ketua DPRD Surabaya AH Thony mengajak semua komponen bangsa untuk meneladani bagaimana para Pahlawan itu memiliki sebuah karakter, mereka rela berkorban tidak untuk kepentingannya sendiri, tetapi untuk masyarakat, bangsa dan negaranya. Hal ini disampaikannya kepada Suaraposkodualima di ruang kerjanya, Senin (9/11/20).

Surabaya, menurut Thony, menjadi kota penting terkait hari Pahlawan karena latar belakang peringatan itu adalah peristiwa 10 November 1945 yang terjadi di kota Surabaya. Dan peristiwa 10 November 1945 itu menjadi tonggak penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mengapa dikatakan demikian, karena setelah Indonesia merdeka dan diproklamirkan di Jakarta, proklamasi itu mendapat legitimasi yang kuat dari Yogjakarta. Dari situ wilayah Yogjakarta ditetapkan sebagai daerah istimewa.

Selanjutnya, Proklamasi itu diuji keberadaan dan eksitensinya di Surabaya. Sehingga apabila Surabaya tidak melakukan perlawanan waktu itu, belum tentu Indonesia ini masih ada.

”Bisa jadi Indonesia dikuasai kembali pihak asing,” kata politisi Gerindra ini.

Banyak cerita sejarah perjuangan yang bisa kita kenang dari Surabaya, hal ini diharapkan menjadi refleksi peristiwa November terutama dikaitkan dengan peperangan kala itu. Terutama peringatan 10 November ini bisa menjadi spirit bagi bangkitnya para Pahlawan baru di bidang ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan lain-lain. Sehingga situs-situs yang terkait dengan hal-hal tersebut, mulai dirawat kembali supaya spirit perjuangan itu tidak terlupakan.

Selama 2-3 tahun ini setiap kali November datang, warga kota Surabaya selalu diingatkan pada insiden yang sangat memprihatinkan. Yaitu tentang pembalakan atau penghancuran Rumah Radio Bung Tomo.

Penghancuran ini, bagi kalangan ke-Cagar Budayaan maupun bagi masyarakat yang mengerti tentang perawatan terhadap Cagar budaya, mungkin bisa dianggap sebagai Demolisi, tetapi karena demolisinya tidak sesuai dengan ke-Cagar Budayaan maka Thony menyebutnya sebagai dis-Orientasi Demolisi.

Dis-Orientasi Demolisi ini dilakukan oleh perusahaan swasta yaitu Jayanata akibat keteledoran oleh Pemerintah waktu itu. ” Saat itu, Jayanata menghancurkan Rumah bersejarah tersebut karena Pemkot melalui Cipta Karya-nya menerbitkan IMB tempat itu, sehingga mereka bisa menghancurkannya,” ucap Thony.

Ini adalah sebuah contoh yang tidak boleh terulang kembali. ” Kita cukup berduka dengan hancurnya Rumah Radio kala itu, yang menjadi Tonggak Sejarah perjuangan dalam mempertahankan Kemerdekaan di Surabaya. Kalau sekarang ada upaya mengembalikan, memang eksistensinya ada tetapi secara bentuk atau nilai kesejarahannya akan berbeda sama sekali.”

”Jadi hanya sekedar ada situs disitu, bahwa bertempat disitu pernah ada sebuah kegiatan yang menggelorakan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan,” ungkapnya.

Sampai dengan saat ini dendam rasanya masih ada, maka setiap tahun rasanya ingin mengutuk bahwa penghancuran Rumah Radio pemberontakan Bung Tomo adalah bentuk dari perilaku masyarakat ataupun aparat yang mengkhianati dan tidak menghormati nilai perjuangan November.

”Ini menjadi peristiwa penting bahwa Pembalakan Cagar Budaya telah terjadi di Surabaya dan dilakukan terhadap situs yang bersejarah yang kita menyebutnya sebagai Cagar Budaya utama bangsa,” ulas Thony yang saat itu menjadi Koordinator aksi unjuk rasa KBRS menuntut pengembalian Rumah Perjuangan Bung Tomo 28 Oktober 2016 silam.

Terhadap mereka yang telah merusak Cagar Budaya, Thony mengatakan tak habis pikir. ”Situs untuk mempertahankan Bangsa dan Negara aja dihancurkan, apalagi situs-situs yang lain. Saya rasa itu kelakuan orang-orang yang tidak memiliki rasa Nasionalisme,” tegasnya.

Kepada siapapun yang terlibat, sampai saat ini Thony bersama masyarakat yang peduli Cagar Budaya mengecam keras tindakan itu. ” Dendam kita sebagai pelestari terus berkobar, kami ingin kawasan itu dikembalikan menjadi kawasan publik yang spiritnya menjadi sarana edukasi tentang dasyatnya sebuah perjuangan di Surabaya,” tandasnya.

Seperti yang diketahui masyarakat Surabaya, sejak Mei 2016 Rumah Radio Bung Tomo (RRBT) di jalan mawar 10-12 Surabaya sudah rata menjadi tanah. Padahal Pemerintah Kota Surabaya menjadikan rumah tersebut sebagai benda cagar budaya lewat SK Wali Kota Surabaya No. 188.45/004/402 1 04/1998.

Dihancurkannya RRBT ini secara tidak langsung adalah kesalahan dari Pemkot Surabaya melalui Dinas Cipta Karya yang waktu itu dikepalai oleh Eri Cahyadi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Wiwik Widayati yang merekomendasi IMB dan renovasi RRBT. Dan sesaat rekom diberikan, PT Jayanata langsung merobohkannya. (Red/Nawi)

Minggu, 01 November 2020

Hujan Deras Guyur Wilayah Pasuruan, Jalur Pantura Sempat Ditutup Terendam Banjir.

Suaraposkodualima - Hujan deras yang mengguyur wilayah Pasuruan sejak Sabtu (31/10/2020) malam hingga Minggu (1/11/2020) dinihari tadi, kembali membuat jalan raya Pantura di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan terendam banjir. Genangan air setinggi 30cm hingga 1meter tersebut, sempat membuat jalur Pantura ditutup total selama kurang lebih empat jam. Hal tersebut dikatakan oleh Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Yudhyono yang ditemui dilokasi, bahwa air mulai menggenangi jalan raya sejak pukul 21.00 WIB. 
Semakin malam, ketinggian air semakin meninggi. Hingga akhirnya kendaraan roda dua dan empat tak bisa melintas. "Kami menutup jalur Pantura Kraton sejak pukul 23.00 hingga pukul 02 WIB dinihari tadi, karena kendaraan besar seperti truk juga mengalami kesulitan untuk melintas. Kendaraan yang dari arah Barat kami arahkan masuk ke pintu Tol PIER. Sedangkan yang dari arah Timur masuk pintu Tol Kebonaggung", terang AKP Yudhyono.
Hingga Minggu pagi, sejumlah petugas dari Satlantas Polres Pasuruan Kota ikut diterjunkan dilokasi, di Barat pertigaan Tambakrejo tersebut, untuk membantu masyarakat dan mengatur arus lalu lintas. "Kendaraan besar dan roda empat sudah bisa melintas, namun untuk kendaraan roda dua, masih banyak yang mengalami mogok, karena ketinggian air masih diatas mata kaki", ujar Kasatlantas yang baru saja menjabat tersebut.(Red/khauripan)