Pertama : Ketuhanan. Sebagai bangsa yang sudah berabad-abad lamanya, Indonesia memiliki nilai spiritual yang tinggi.Ini tercermin dari agama dan keyakinan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.kompleksitas hubungan dengan Zat Yang Maha itu diakomodir sebagai basis dalam berbangsa dan bernegara.
Sifat pengakomodiran itu dengan kata ketuhanan bukan dengan kata Tuhan.Tak berhenti di sini, ketuhanan itu diikat dengan kata Esa.Esa berasal bahasa Sansekerta yang maknanya dalam, tidak sekadar satu.Esa lebih dekat pada menunggal dan meninggi.Dengan kata Esa, bisa mengakomodir kompleksitas sesembahan manusia Indonesia.sebab, kata itu bisa mencakup monoteisme, politeisme, bahkan agnostik dan ateisme sekalipun.
Kedua : Kemanusiaan. Prinsip kemanusiaan adalah menghargai harkat dan martabat yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Hak asasi yang dibawa manusia sejak lahir dari sono-nya. Menghargai itu dengan caraadil –tidak berat sebelah dan tidak ekstrem kanan-kiri, juga beradab –memperlakukan manusia layaknya manusia.
Adil dan beradab adalah kata kunci anak bangsa dalam bergaul dalam konteks hubungan horizontal, dan pemerintah dalam membuat kebijakan publik dalam konteks hubungan vertikal.
Ketiga : Persatuan. Indonesia adalah bumi kita berdiri. Tanah, air, dan udaranya merupakan satu kesatuan. Apapun yang ada di dalam kandungan Indonesia merupakan harta kekayaan bangsa ini yang harus dijaga dan diperuntukkan untuk semua.
Merawat, menjaga, kemudian menikmati hasil dari kandungan bumi Indonesia hanya bisa dilakukan jika ada syarat subtantif, yakni persatuan.Kekayaan budaya, adat-istiadat dan sumber daya Indonesia ini tidak akan membawa kemaslahatan jika tidak ada persatuan.
Keempat : Politik. Politik sebagai instrumen tata kelola negara harus dijalankan dalam bingkai ketuhanan, kemanusiaan, dan keindonesiaan. Ketiga nilai itu melahirkan politik yang adi luhung, menghargai sesama demi kemajuan bersama. Kemajuan bersama dalam politik bisa terwujud jika dilaksanakan dengan nilai kebijaksanaan dan musyawarah.
Kelima : Sosial ekonomi. Muara semua sila Pancasila adalah menciptakan keadilan sosial dalam tataran ekonomi. Semua warganegara harus bisa mempunyai akses terhadap akses ekonominya. Baik secara kultural terlebih-lebih struktural, keadilan ini harus ditekankan.
Jangan sampai hanya segelitir orang yang mencicipi kekayaan negara ini.Semua setara dan sama-sama mempunyai hak masing-masing.
Adanya internalisasi nilai-nilai Pancasila, maka kita bisa melebur dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan; kita bisa bersatu sambil tetap eksis dalam agama, budaya, dan tradisi masing-masing.
Kita terikat dengan moral publik bersama di satu sisi, tetapi di saat yang sama, kita bisa bebas dengan simbol dan identitas latar belakang kita masing-masing. Internalisasi Pancasila menjadikan ideologi dari luar tidak ada ruang masuk. Ia dengan sendirinya tidak terterima.(Red/khauripan)
