Suaraposkodualima - Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam Al-Ghozali mengkisahkan, “Suatu ketika Nabi Isa lewat di sebuah perkebunan bertemu dengan seorang pemuda yang sedang menyiram tanaman, lalu pemuda itu berkata pada Nabi Isa As., " Mintakanlah kepada Tuhanmu supaya aku diberi rizki berupa mahabbah (cinta) kepada Allah sebesar dzarroh (atom).
Nabi Isa menjawab,"Seukuran Dzarroh engkau tak akan kuat menerimanya. Pemuda menjawab, "Kalau begitu separohnya saja."
Nabi Isa mengiyakan permintaan pemuda itu beliaupun berdoa, " Ya Alloh berikanlah rizki kepada pemuda ini berupa mahabbah (cinta) terhadap-Mu seukuran separuh dzarroh."
Selang beberapa lama kemudian Nabi Isa As. lewat lagi ditempat pemuda itu berada, beliau menanyakan kepada masyarakat setempat tentang keberadaan pemuda itu. Mereka menjawab, " Pemuda itu sudah gila, ia pergi kearah pegunungan."
Kemudian Nabi Isa berdoa kepada Allah agar diperlihatkan tempat dimana pemuda itu berada, usai berdoa dipanjatkan, Nabi Isa As. melihatnya Ia berada di antara gunung-gunung.
Beliau menemukan pemuda itu dalam keadaan berdiri seorang diri di atas bebatuan keras di puncak dari gunung itu menuju langit,
Nabi Isa mengucapkan salam kepada pemuda itu, namun pemuda itu tidak menjawab salam beliau. Nabi Isa As. berkata, "Saya adalah Isa."(pemuda itupun juga tidak menjawabnya)
Disaat itu turunlah wahyu kepada Nabi Isa As., "Bagaimana bisa dia mendengar omongan orang, sementara dihatinya terdapat rasa cinta kepada-Ku seukuran separuh dzarroh. Demi kemulyaan-Ku dan ke Agungan-Ku andaikan kau potong tubuhnya dengan gergaji dia tak akan mengetahuinya (merasakannya)." [1]
Sudah lama saya berharap agar Tuhan memberikan secuil Cinta pada bangsa Indonesia. Dengan begitu maka sesama anak bangsa menjadi damai dan tentram. Orang yang hatinya penuh dengan Cinta pada Tuhan, maka dia akan mencintai makhluknya.
Hati yang dipenuhi cinta tidak akan mengumbar kebencian dan kedengkian, lidahnya tidak akan menebar hoax dan nyinyiran. Tidak menyebarkan permusuhan sesama anak bangsa.
Orang yang hatinya penuh dengan Cinta maka tidak akan suka mengkafirkan, membid'ahkan dan menyesatkan orang lain yang berbeda faham keagamaan dan pandangan politik yang berbeda.
Jika hati kita sudah dipenuhi dengan Cinta, maka tidak akan menyebut orang lain dengan sebutan KADRUN dan CEBONG, apalagi menjuluki orang lain dengan sebutan PKI.
Alhamdulillah akhir tahun ini Tuhan mengirimkan Kado yang terindah untuk bangsa Indonesia. Presiden Jokowi menjadikan Prabowo - Sandi lawan politiknya dalam Pilpres kemaren sebagai menteri di dalam kabinetnya.
Jokowi mau merangkul lawan politiknya untuk membangun Indonesia secara bersama-sama. Sedangkan Prabowo-Sandi membuang egonya dan menerima tawaran untuk bersama-sama membangun Indonesia semakin jaya. Jika di dalam hati mereka tidak ada cinta, mustahil mereka mau bersatu dan bekerjasama untuk Bangsa Indonesia.
Sekarang sudah tidak ada lagi antara KADRUN & KAMPRET, Jokowi- Makruf dan Prabowo - Sandi telah bersatu dalam ikatan cinta dan kasih untuk Bangsa Indonesia. Maka sebagai pengikutnya hendaklah kita mencontoh tindakan dan prilaku mereka.
Jangan mau hati kita dijajah dan dikuasai oleh kebencian dan kedengkian, karena akan merusak diri kita dan kerukunan bangsa Indonesia. Tiada derita yang tidak pernah berakhir kecuali derita Kebencian dan Kedengkian.
Kami mungucapkan Selamat atas Kelahiran Yesus (Nabi Isa), semoga semua makhluk penuh dengan cinta kasih dan berbahagia.
"Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu untuk mencinta-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu. Juga cinta kepada amal yang bisa mendekatkanku pada cinta-Mu." (HR. At-Tirmidzi)
~ Secuil Cinta ~
Oleh : Idham Huri
Suaraposkodualima
