Suaraposkodualima

Sabtu, 07 September 2019

Mengintip Ritual Tari Seblang Masyarakat Osing Banyuwangi.

Suaraposkodualima - Banyuwangi dikenal kaya akan adat tradisi budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah tradisi unik penuh mistis yang digelar warga sebagai keperluan bersih desa dan tolak bala' agar Desa tetap aman dan tentram yakni, tari Seblang.

Seblang pada dasarnya adalah tarian khas suku Osing, Banyuwangi. Tari Seblang merupakan tradisi yang sudah cukup tua sehingga sangat sulit dilacak asal usul dimulainya. Namun menurut catatan, penari Seblang pertama yang diketahui bernama Semi yang juga merupakan pelopor tari Gandrung pertama (meninggal tahun 1973). Ada kemiripan antara Tari Seblang dengan ritual tari Sintren di Cirebon dan ritual Sanghyang di Pulau Bali.

Masyarakat Osing sebagai suku asli Kabupaten Banyuwangi mempercayai Seblang merupakan singkatan dari “Sebele Ilang” atau “sialnya hilang”. Tradisi Seblang ini dilakukan di dua Desa. Selain di Desa Bakungan, tarian Seblang juga digelar di Desa Olehsari yang juga berada di wilayah Kecamatan Glagah.

Para penari Seblang dipilih secara supranatural oleh dukun setempat, dan biasanya penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya. Ada perbedaan yang signifikan antara tarian seblang yang ada di Desa Olehsari dengan tari seblang yang ada di Desa Bakungan. Yang membedakan adalah waktu pelaksanaan dan yang menarikannya.

Tari Seblang di Desa Olehsari dibawakan oleh wanita muda yang belum akil baliq atau belum menstruasi dan dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut setelah hari Raya Idul Fitri. Sedangkan di Desa Bakungan, ritual Tari Seblang digelar satu minggu setelah Hari Raya Idul Adha dan dibawakan oleh penari wanita yang usianya 50 tahun ke atas yang telah mati haid (menopause) dan dilakukan semalam suntuk di Balai Desa Bakungan.
Alat musik yang mengiringi tarian Seblang di desa Bakungan hanya terdiri dari satu buah kendang, satu buah kempul atau gong dan dua buah saron. Sedangkan di Desa Olehsari ditambah dengan biola sebagai penambah efek musikal. Tidak hanya pada sang penari dan waktu pelaksanaan ritual, dari segi busana pun, tari seblang di Desa Olehsari dan desa Bakungan memiliki perbedaan yang terletak pada Omprok atau mahkota sang penari.

Omprok yang dipakai oleh penari Seblang di Desa Olehsari biasanya terbuat dari pelepah pisang yang disuwir-suwir hingga menutupi sebagian wajah penari, di bagian atasnya diberi bunga-bunga segar yang biasanya diambil dari kebun atau area sekitar pemakaman, dan ditambah dengan sebuah kaca kecil yang ditaruh di bagian tengah omprok.

Sedangkan omprok atau mahkota yang digunakan oleh penari seblang di Desa Bakungan sangat menyerupai omprok yang dipakai dalam pertunjukan Gandrung, hanya saja bahan yang dipakai terbuat dari pelepah pisang dan dihiasi bunga-bunga segar meski tidak sebanyak penari seblang di Desa Olehsari.

Tari Seblang merupakan bentuk budaya tradisional ciri khas masyarakat Banyuwangi, warga percaya jika tidak melakukan tradisi Seblang ini akan mendapatkan musibah. Ritual Seblang yang terkenal magis, dibawakan seorang penari perempuan yang masih perawan (belum menstruasi) dalam keadaan tidak sadar alias kesurupan atau disebut kejiman, dalam bahasa lokal.

Tarian ini digelar selama satu minggu penuh. Penarinya pun tidak sembarangan. Dia harus kerasukan roh yang dipilih sendiri oleh leluhurnya. Proses masuknya roh leluhur juga harus diiringi puluhan lantunan suara gending. Diawali dengan Gending Lukito, yaitu sebuah gending yang dipercaya masyarakat setempat sebagai cara memanggil kekuatan gaib arwah leluhur untuk hadir ke tengah ritual Seblang.

Setelah si penari kerasukan, pada hari ketujuh, Seblang akan diarak keliling Desa atau dalam istilah lain disebut 'ider bumi' bersama pawang, sinden, dan seluruh perangkat menuju empat penjuru. Mulai dari Situs Mbah Ketut, Lahan Petahunan, Sumber Tengah, dan berakhir di Balai Desa setempat.

Gamelan pengiring Seblang terdiri dari sebuah kendang, kempul atau gong, saron dan biola tiada hentinya mengiringi ritual, menambah kesan mencekam yang membuat bulu kuduk merinding. Aroma mistis memang identik dengan Tarian Seblang di Desa Olehsari. Warga percaya, jika tidak melakukan ritual tari Seblang, menurut kepercayaan warga setempat bakal 1diterpa musibah.(Red/Khauripan)

Sabtu, 31 Agustus 2019

Jadilah Ibrahim Jangan Engkau Menjadi Namrud.

Suaraposkodualima - Ketika kebenaran Nabi Ibrahim telah tampak  dan alasan mereka kalah dalam debat tauhid, maka Raja Namrud memerintahkan kaumnya mengumpulkan banyak kayu bakar, untuk membakar  Nabi Ibrahim. Mereka meletakkan kayu bakar itu dalam sebuah parit dan menyalakan api di dalamnya hingga menyala besar, lalu mereka melemparkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam keadaan terikat ke dalam api.

Saat itu menurut  riwayat yang bersumber Dari Ibnu Abbas Nabi Ibrahim berdoa:
“Cukup bagiku Allah, dan Dialah sebaik-baik Pelindung.” (Hr.Bukhari)

Maka Allah Ta’ala pun menyelamatkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan menjadikan api itu dingin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Wahai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim,“ (QS. Al Anbiyaa’ :69)

Kisah di atas secara maknawi adalah jika kita dihina dan dicaci maki, difitnah itulah simbol kayu bakar untuk bahan bakar atau provokasi, maka jangan sampai kita juga ikut terpancing sehingga kita memaki dan menghina orang yang mendholimi kita.

Akan tetapi netralkan semua caci maki dan hinaan itu dengan membaca doa: “Cukup bagiku Allah, dan Dialah sebaik-baik  Pelindung.”

Dengan mengingat dan fokus kepada Allah hati kita tidak terpancing dan terprovokasi, jiwa tidak bergejolak, darah tidak mendidih, hati tidak kecewa sedikitpun. Orang yang mengingat Allah itu jiwa dan hatinya menjadi tenang dan tentram. Semua hujatan dan fitnah itu menjadi netral dan dingin, sehingga tidak menyebabkan hati menjadi marah terbakar.

Untuk itu jika anda tidak berbuat salah pada orang lain, lalu didholimi oleh orang lain dengan cara difitnah, dihina dan dicaci maki, maka abaikan saja jangan dibalas dengan cacian, melainkan balaslah dengan doa kebaikan kepada mereka, minimal memberikan klarifikasi yang benar.

Semua bentuk fitnah dan caci hina itu adalah sebuh proses pembersihan diri. Maka beruntunglah, dosanya sedang dilunturkan oleh Allah melalui ujian hidup yang sedang dialami dan dirasakan.

Akan tetapi jika kita membalasnya dengan cacian dan hinaan juga, maka kita telah terprovokasi menjadi panas hatinya dan terbakar, akhirnya jiwa dan hati kita hitam hangus terbakar.

Fitnah dan caci maki yang kita  terima termasuk salah satu pembersihan jiwa jika kita menerimanya dengan ihklas dan legowo. Itulah jalan atau tarekat para Nabi yang selalu dimaki, dihina dan difitnah, sehingga mencapai derajat yang mulia.

Nabi Ibrahim dalam kisah di atas adalah simbol hati nurani yang ada di dalam diri setiap  manusia yang selalu mengarahkan kedamaian, ketenangan, kebaikan, pemaaf, penyabar dan welas asih.

Sedangkan Namrud itu simbol hawa nafsu yang ada dalam setiap manusia yang selalu menyuruh dan bersifat kasar, dholim, sombong, pemarah, benci, dengki, suka menghina, mencaci, menfitnah orang lain.

Bagi pejalan ruhani jika ingin wushul (sampai) kepada Allah, maka jadilah Ibrahim yang selalu mengikuti hati nuraninya, selalu menjaga kesucian dan kebersihan hati dan jiwa. “(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.” (QS. ash-Shaffat: 84). Semoga jiwa kita semuanya semakin bercahaya.(Red/Akha)

Jumat, 30 Agustus 2019

Menyambut Tahun Baru Islam 1Muharram 1441 Hijriyah.

Suaraposkodualima - Tepat pada Hari Minggu (1/9/2019), seluruh umat Islam akan menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1441 H. Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Bulan Muharram menjadi salah satu bulan penting dan suci bagi umat Islam selain bulan Ramadhan dan Dzulhijjah.

Keistimewaan 1 Muharram yakni peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Rasulullah SAW juga menyebut Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa dan disunnahkan memperbanyak amalan. Tak cuma puasa Tasua dan puasa Asyura, ada amalan lain sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H. Allah SWT menjelaskan dalam Al-Quran bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang disucikan Allah SWT.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” [QS. At-Taubah: 36].(Red/Pupung)

Humas Universitas Wijaya Kusuma Kunjungi Redaksi jatimnow Dan sindoraya.

Suaraposkodualima - Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan & Kehumasan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Andi Aruji didampingi stafnya Ahmad Taufik mengunjungi kantor redaksi jatimnow.com di Jalan Jimerto no 17 A, Surabaya, dan kantor redaksi sindoraya.com di Jalan Joyoboyo Trem no.9 Surabaya pada Kamis (29/8/2019).
"Kami datang ke sini untuk menjalin silaturrahmi dengan jatimnow.com," kata Andi. Andi diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi jatimnow.com, Jajeli Rois dan reporter desk pendidikan Farizal Tito. Dalam pertemuan yang berlangsung gayeng.

Andi menerangkan beragam cerita tentang sepak terjang kampus UWK Surabaya. Mulai dari sejarah berdirinya UWK, beragam program pendidikan dan fasilitas yang ada di kampus yang terletak di dekat Markas Polsek Dukuh Pakis ini selain itu, Andi Aruji menceritakan raihan prestasi para mahasiswa hingga alumnus Universitas Wijaya Kusuma.
"Saya mengucapkan terima kasih dapat berkunjung ke jatimnow.com. Ke depan boleh kan saya ajak mahasiswa kunjungan redaksi ke jatimnow?," tanya Andi. Rois mengucapkan terima kasih kepada Andi yang mewakili UWK untuk bersilaturrahmi ke jatimnow.com agar saling mengenal lebih dekat.
"Kami mengucapkan terima kasih bisa sambung silaturrahmi. Jatimnow.com bisa menerima adik-adik mahasiswa untuk berbagi ilmu. Siapa pun yang ingin bersilaturrahmi, kami pasti membuka tangan selebar-lebarnya. Karena dengan silaturrahmi, bisa saling mengenal dan memperpanjang umur," kata Rois.

Sementara itu Kabiro Sindoraya Surabaya Ir.Arie Khauripan, mengucapkan trimakasih atas kunjungan silaturrahmi dari UWK Surabaya dan siap bersinergi demi memajukan pendidikan di Indonesia, ujarnya singkat.(Red/Pupung)

Kamis, 29 Agustus 2019

Jimly Asshiddiqie Ajak Habib Muhammad Rizieq Shihab Pulang.

Suaraposkodualima - Dikutip dari laman suara.com, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jimly Asshiddiqie meminta Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak merendahkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sebab, kata Jimly, Rizieq sebagai warga negara tak pantas merendahkan lembaga resmi negara.
"Boleh saja berpendapat begitu, tapi BPIP lembaga resmi negara jangan direndahkan. Sebagai warga negara tak selayaknya merendahkan institusi formal, tugasnya tugas negara, kami hormati," ujar Jimly di Kementerian Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).
Pernyataan Jimly menanggapi kritikan Rizieq yang menyerukan BPIP untuk dibubarkan karena tidak paham eksistensi Pancasila. Kata Jimly, sah- sah saja berbeda dalam menyampaikan pendapat. Namun, ia mengatakan BPIP adalah lembaga negara yang tidak boleh direndahkan.

Mantan Ketua MK ini juga menyebutkan seharusnya Rizieq yang tersangkut masalah hukum untuk pulang ke Indonesia, bukanlah malah merendahkan BPIP. Ia pun menantang Rizieq untuk pulang ke Indonesia untuk menghadapi kasus hukumnya. 

"Boleh berbeda pendapat tapi jangan merendahkan. Apalagi warga negara yang bermasalah secara hukum, mbok (ya) pulang ke Indonesia. Misal kalau ada masalah hukum hadapi saja, kalau tak percaya pada mekanisme bernegara bagaimana, kita bernegara bukan kegiatan tak resmi, harus melembagakan cara berpikir cara bernegara," kata dia.

Ketika ditanya apakah kritik Rizieq berlebihan, Jimly mengatakan pernyataan Rizieq bukanlah kritikan, melainkan merendahkan sebuah konsitusi.
"Itu bukan kritik, kritik kan beda pendapat, melihat segala sesuatu dengan perspektif berbeda, bukan merendahkan konstitusi, misal pengadilan direndahkan enggak boleh," kata dia.
Sebelumnya, Rizieq Shihab sempat menyerukan pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dibentuk pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebab Rizieq mengklaim, pembentukkan BPIP bukan hanya pemborosan, tapi juga berbahaya untuk eksistensi Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
"Sehingga (BPIP) harus dibubarkan. Karena bukan saja pemborosan uang negara, melainkan sangat berbahaya untuk eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Innalillahi wa innailaihi rojiun," ujar Rizieq dalam rekaman video yang diputar saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).
Menurut Rizieq, anggota BPIP yang digaji Rp 100 juta per bulan justru tidak paham eksistensi Pancasila. Mereka, kata dia, hanya menonton dagelan penghianatan pergeseran dari dasar negara menjadi pilar negara.
"Karenanya jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah badan penghianat ideologi Pancasila," ucapnya.(Red/Akha)

Rabu, 28 Agustus 2019

September Mendatang Polri Akan Luncurkan SMART SIM.

Suaraposkodualima - Mungkin masih banyak yang belum tahu, bahwa Polri dalam waktu dekat akan meluncurkan SIM (Surat Izin Mengemudi) baru atau Smart SIM. Smart SIM yang juga berfungsi sebagai e-money ini akan diluncurkan pada tanggal 22 September 2019 nanti. Smart SIM ini dilengkapi chip dengan kapasitas yang memadai. Seperti data/kepentingan forensik kepolisian (lengkap) identitas yang bersangkutan/pemegang SIM. Kemudian, semua pelanggaran lalu lintas akan tercatat dengan valid, pelanggaran ringan, sedang, dan berat.

Menurut Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol Hery Sutrisman, setelah Smart SIM diluncurkan maka nantinya pembuatan atau perpanjangan SIM akan langsung memakai model Smart SIM tersebut. "Otomatis demikian, jadi masyarakat yang mau perpanjang atau baru mau bikin SIM, akan langsung menggunakan Smart SIM ini, tidak lagi yang model lawas," kata Hery, Senin (26/8/2019).

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang masih 
Menanggapi hal ini, Hery menjelaskan tidak melarang bagi masyarakat yang ingin mengganti SIM model lamanya dengan Smart SIM. Hal ini bisa dilakukan langsung di Satlantas terdekat, namun tentunya akan ada biaya yang harus dibayar. Tanggungan biaya yang dimaksud adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Menariknya, meski sudah lebih canggih, namun Hery menjelaskan Polri tidak menaikkan tarif biaya pembuatan SIM.

Artinya harga untuk membuat atau memperpanjang dengan Smart SIM tetap sama dengan harga SIM saat ini. "Tidak ada kenaikan harga soal Smart SIM, kita meningkatkan kualitas SIM baik secara fisik yang kasat mata maupun teknologi tanpa menaikkan harga. Jadi selain kita luncurkan Smart SIM, dari sisi service juga smart, ini sejalan dengan perintah dari Presiden Jokowi dalam rangka menuju era 4.0," ujar Hery.(Red/Pupung)

Minggu, 25 Agustus 2019

Warga Perumahan The Taman Dhika Adakan Jalan Sehat.


Suaraposkodualima - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74, warga Kompleks Perumahan The Taman Dhika, Jalan Ksatrian, Buduran, Sidoarjo, mengadakan jalan sehat dan pentas seni, pada Minggu (25/8/2019) pagi, pukul 06.00 WIB. Diikuti tidak kurang 600 para warga dan keluarga Perumahan The Taman Dhika berlangsung meriah, seru dan penuh kekeluargaan. Rasa kebersamaan, kegembiraan terpancar dari semua peserta.

Panitia HUT Kemerdekaan RI ke 74, menyediakan puluhan door prize atau hadiah menarik untuk para peserta, diantaranya televisi LED, kulkas, sepeda gunung, kipas angin portable, rice cooker hingga kompor gas.

Sebelum kegiatan jalan sehat dimulai, sejak pagi peserta sudah berdatangan ke tempat kegiatan di fasilitas umum Perumahan The Taman Dhika yang dijadikan start dan finish. Antusiasme warga cukup tinggi untuk meramaikan event HUT Kemerdekaan RI ke 74 tersebut.

Setelah peserta terkumpul, Panitia pelaksana jalan sehat HUT ke-74 Kemerdekaan RI, mengibarkan bendera start tanda dimulainya jalan sehat bersama warga Kompleks Perumahan The Taman Dhika.

Rute jalan sehat hanya di seputaran kompleks perumahan. Peserta terdiri atas anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak mengikuti rute yang telah ditentukan panitia.

"Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, kegiatan jalan sehat ini sangat
menyenangkan dan cukup membikin badan berkeringat," ujar Rozi salah satu peserta dari Cluster Anjasmoro.

Setelah finish peserta beristirahat, sambil menikmati snack, makanan dan minuman, karena panitia juga menyelenggarakan bazar makanan dan minuman. Sambil menunggu undian door prize dari panitia kegiatan, juga ditampilkan gebyar seni, tari dan lagu-lagu perjuangan oleh anak-anak warga Perumahan The Taman Dhika.

Sementara itu, Andika selaku Ketua panitia pelaksana kegiatan jalan sehat berharap, melalui kegiatan ini bisa terbangun silaturrahmi yang erat, meningkatkan kebersamaan antar warga menuju keharmonisan dilingkungan masyarakat khususnya Warga Perumahan The Taman Dhika, pungkasnya.(Red/Pupung)

Minggu, 18 Agustus 2019

Densus 88 Geledah Rumah Penyerang Anggota Polsek Wonokromo.

Suaraposkodualima - Team Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menggeledah rumah kost pelaku penyerangan polisi di Polsek Wonokromo Surabaya, Sabtu (17/8/2019) sore, di Jalan Sidosermo IV Gang 1, Surabaya. Istri pelaku juga dibawa ke Polda Jatim guna untuk dimintai keterangan.

Ainun Arif (43) Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sidosermo mengatakan, polisi datang sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian meminta ijin untuk diantarkan ke rumah kos pelaku. Setibanya di kos pelaku, polisi melakukan penggeledahan.

Ada beberapa barang, kata dia, yang dibawa polisi. Seperti laptop, handphone, beberapa identitas mulai KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan kertas. Tapi Ainun tidak tahu persis kertas apa yang dibawa polisi.

Selain mengamankan barang bukti, kata dia, polisi juga membawa istri pelaku untuk dimintai keterangan. Sementara di mata masyarakat setempat, pelaku IM ini dikenal sosok yang baik. Tapi memang jarang bersosialisasi dengan sekitarnya.

"Iya istrinya dibawa sama 3 anak-anaknya yang masih kecil. Baik kok orangnya. Tapi ya memang jarang ngomong sama warga sekitar. Seperlunya saja," kata Ainun.

Pelaku sudah lima tahunan tinggal di kos pasutri itu. Sehari-harinya, dia berjualan makroni di salah satu sekolah, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ainun juga mengungkapkan, pelaku selama ini tidak pernah ikut ibadah di musholla setempat.

"Mesti ikut sholat di musholla sana (jaraknya lebih jauh, red). Tidak pernah di sini. Terus tirakatan kemarin kayaknya juga gak kelihatan," kata dia.

Sementara itu, Ahmad tetangga mengaku akhir-akhir ini memang ada yang berubah dengan IM. Sejak berjualan di salah satu sekolah, IM mulai tertutup. Sudah tidak lagi ikut kegiatan warga. Seperti acara tahlilan, kerja bakti, dan lain-lain.

Ahmad juga membenarkan, kalau IM lebih sering beribadah di musholla tempat ia berjualan. IM tidak pernah ikut beribadah dengan warga.

"Dulu gak begitu. Ya semenjak jualan di sekolah itu, berubah. Ada dua tahunan lah jualan. Gak pernah ngumpul-ngumpul. Terkesan tertutup. Sekolah itu juga ada mushollanya. Nah, dia sering sholat di sana. Daripada ikut sholat di musholla kami," kata dia. (Red/Akha)

Sabtu, 17 Agustus 2019

Anggota Polsek Wonokromo Diserang Orang Tak Dikenal.


Suaraposkodualima - Aksi teror terhadap aparat kepolisian kembali terjadi, kali ini seorang tak dikenal yang berpura-pura hendak melapor tiba-tiba menyerang membacok Aiptu Agus dan Briptu Febian yang saat itu sedang bertugas di SPKT Polsek Wonokromo menggunakan sebilah clurit.

“Terjadi pembacokan terhadap personil Polsek Wonokromo di Mako Polsek Wonokromo,” bunyi keterangan tertulis dari Polisi, Sabtu (17/8).

Di lokasi kejadian Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan pelaku datang ke Polsek Wonokromo pukul 17.00 Wib dan diterima SPKT.

“Pelaku datang pura-pura bikin laporan kepada polisi yang bertugas. Saat akan bikin laporan, pelaku langsung melompat dan menyerang anggota,” katanya.

Pelaku melakukan pembacokan menggunakan clurit dan mengenai bagian tangan kanan serta tubuh dan kepala bagian belakang Aiptu Agus.

Anggota SPKT ini kemudian teriak minta tolong dan seketika itu anggota reskrim datang membantu dan melakukan penembakan sehingga pelaku dapat diamankan.

Pelaku pun berhasil dilumpuhkan dan akan diproses  “Seluruh personil agar hati-hati dan jaga kewaspadaan dalam bertugas,” ujarnya.(Red/Khauripan)

Kamis, 15 Agustus 2019

Sekenario Yang Maha Sempurna.


Suara Poskodualima - Ketika kita sedang mendapatkan sebuah ujian hidup, dalam bentuk masalah atau musibah yang besar kita sering protes kepada Tuhan. "Apa salahku sehingga Tuhan memberikan ujian seperti ini, takdir memang kejam, padahal aku selalu mengikuti perintah Tuhan, mengapa Dia memberikan ujian yang berat kepadaku, Tuhan tidak adil".

Padahal dalam setiap ujian hidup itu mengandung hikmah yang sangat besar sekali, hanya saja manusia melihatnya dari sudut satu  pandang, tidak melihat secara global. Sehingga  jiwanya menjadi putus asa, berpikiran negatif dan memprotes Tuhan.

Kesalahan selama ini pada manusianya yang mempunyai pemahaman dan anggapan, bahwa setiap keinginannya harus dikabulkan dan terpenuhi. Setiap kehendaknya harus terwujud dan terlaksana. Tuhan-pun dianggap sebagai pembantunya yang harus memenuhi keinginan dan dan kehendak manusia.

Kita meyakini mempunyai Tuhan sebagai yang disembah, tunduk dan patuh serta cinta kepada-Nya. Tapi kenyataannya justru Tuhan dianggap pembantu yang harus patuh dan tunduk dengan kehendak manusia.

Setiap kita berdoa untuk suatu keperluan dan tujuan, kita selalu memaksa Tuhan untuk mengabulkannya. Padahal keinginannya belum tentu baik kepadanya, sehingga ketika doa itu tidak dikabulkan kita sering kecewa dan marah, serta protes kepada Tuhan. Sebetulnya yang menjadi Tuhan itu kita atau Tuhan sesungguhnya.

Cobalah kita ingat dan telaah kembali, berapa banyak kejadian yang kita alami, saat kesulitan tidak punya uang sama sekali, sedangkan tagihan bulanan sudah menanti. Usaha pinjam uang kesana kemari tidak ada yang peduli dan mengasih pinjaman.

Lalu menyerah dan pasrah kepada Tuhan, kemudian tiba-tiba datang kenalan kita memberikan pinjaman dan bantuan atau menawari bisnis yang menghasilkan uang sangat lumayan. Sehingga bisa membayar tagihan bulanan dengan tepat waktu.

Apakah itu sebuah kebetulan, di dunia ini tidak ada sebuah kebetulan, semuanya sudah di atur oleh Tuhan. Yang menggerakkan hati kenalan anda datang dan meminjami atau mengajak kerja sama dalam bisnis itu adalah Tuhan. Itulah sekenario Tuhan yang tidak kita fahami dan syukuri.

Jika kita adalah seorang hamba, maka hendaklah tetap patuh, tunduk dan pasrah kepada Tuhan dalam menghadapi setiap ujian hidup. Dengan berpikiran yang positif (Husnudzon) sambil semangat berusaha untuk keluar dari ujian hidup. Maka jiwa kita tetap tenang dan yakin bahwa semua permasalahan yang di hadapi ini akan menemukan solusi dan jalan keluar.
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan..?” [QS. Ar-Rahman 55].(Red/Khauripan)

Rabu, 14 Agustus 2019

Idul Adha : Menyembelih Sifat Hewani Didalam Diri Kita.



Idul Adha : Menyembelih sifat hewani dalam diri kita.
Oleh : Idham Huri.
Suara Poskodualima.

Idul Adha juga dikenal dengan sebutan Hari Raya Qurban. Secara bahasa  Qurban berasal dari kata Qoruba-yaqrubu-qurbanan. Artinya mendekatkan diri. Sedangkan menurut istilah agama adalah menyembelih hewan pada hari Nahr (Idul adha) dan tasyriq, dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selama ini qurban hanya dimaknai penyembelihan hewan qurban saja, jika memang demikian maka yang beruntung hanya orang kaya yang mampu membeli hewan qurban, sedangkan orang yang miskin yang tidak mampu maka tidak bisa melaksanakan qurban. Padahal yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah bukan darah dan daging qurban, melainkan ketaqwaan.

Allah Ta’ala berfirman : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Ibadah qurban dengan cara menyembelih binatang ternak (binatang jinak, misalnya; unta, sapi, kerbau, dan kambing). Bukan dengan pengorbanan harta benda yang lain. Ini adalah simbolisasi dan pesan moral secara khusus dari Allah Dzat yang Maha Pencipta kepada umat manusia, yang kebanyakan bermental rendah, yakni jiwa binatang (bahimiy).

" Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.” [QS: Al A’raf: 179]

Jiwa binatang ternak itu adalah orientasi hidup yang tujuannya hanya mengejar kenikmatan badani, seperti makan, minum, hura-hura dan sex. Itulah tujuan kebanyakan manusia dalam kehidupan yang harus di sembelih dan dikorbankan.

Menurut Imam al-Ghazali (Ihya ‘Ulum al-Din, III/119), manusia itu mempunyai beberapa karakter antara lain yaitu memiliki karakter Al-Bahimiyah yaitu sifat “hewani” yang apabila telah menguasai dirinya ia akan rakus, tamak, suka mencuri, makan berlebihan, tidur berlebihan dan bersetubuh berlebihan, suka berzina, berprilaku homoseks dan lain sebagainya.

Jika sifat-sifat hewani dalam diri manusia tidak dihilangkan dan dibersihkan yang disimbolkan dengan binatang ternak yang dijadikan qurban, maka jiwa hewani tersebut yang akan menghalangi kita untuk taqorruban (mendekatkan) diri kepada Allah.

Oleh karena itu dalam ayat yang lainnya Nabi Ibrahim As. juga pernah diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih empat ekor burung. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata : "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati".

Allah berfirman : "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab : "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).
Allah berfirman : "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu.
Allah berfirman : "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Al- Baqoroh : 260 )

Maulana Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi Ma’nawi menafsirkan empat ekor burung yang disembelih dan dicincang oleh Nabi Ibrahim As. sebagai empat ekor unggas yang ada dalam diri kita. Keempat ekor unggas itu adalah bebek yang mencerminkan kerakusan, ayam jantan yang melambangkan nafsu, merak yang menggambarkan kesombongan dan gagak yang melukiskan keinginan.

Menurut Maulana Rumi kita hanya bisa kembali hidup sebagaimana manusia ketika kita berani menyembelih keempat sifat unggas ini di dalam diri kita, sebagaimana Ibrahim as. mencincangnya. Di antara keempat unggas ini, bebeklah yang paling mewakili karakter kebanyakan kita.

Tentang bebek Maulana Rumi bercerita : Bebek itu kerakusan, karena paruhnya selalu di tanah. Mengeruk apa saja yang terbenam, basah atau kering. Tenggorokannya tak pernah santai, sesaatpun. Ia tak mendengar firman Tuhan, selain makan minum.

Seperti penjarah yang dengan cepat, Ia masukkan ke dalam kantongnya baik dan buruk. Permata atau kacang tiada beda ia jejalkan ke kantung basah dan kering. Kuatir pesaing akan merebutnya. Waktu mendesak, kesempatan sempit, Ia ketakutan dengan segera di bawah tangannya Ia tumpukkan apapun.

Untuk itu tidak usah bingung dan  jauh-jauh dalam mencari hewan Qurban yang akan disembelih, cukup mencari ke dalam diri kita, ternyata dalam jiwa kita adalah kebun binatang  yang besar isinya penuh dengan aneka hewan.

Dengan mengalahkan dan menyembelih sifat-sifat hewani dalam jiwa kita, sehingga semua sifat binatang dalam diri kita sudah hilang, sehingga kita bisa mendekatkan diri kepada Allah. Maka itulah hakekat qurban yang sebenarnya.(Red/Akha)

Selasa, 13 Agustus 2019

120 Calon Anggota DPRD Provinsi Jatim Terpilih.

Suaraposkodualima - Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur kemarin, Senin (12/8/2019) malam, menetapkan 120 calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024
Berikut 120 Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Periode 2019-2024 yang telah ditetapkan KPU Jatim di Surabaya.

Dari Daerah pemilihan Jawa Timur I (Surabaya)
  1. Armuji (136.308 suara asal PDIP )
  2. Syamsul Arifin (28.727 suara asal PKB )
  3. Agatha Retnosari (67.339 suaran asal PDIP)
  4. Hadi Dediyansah (20.212 suara asal Gerindra )
  5. Arif Hari Setiawan (34.797 suara asal PKS)
  6. Hartoyo (27.068 suara asal Demokrat )
  7. Blegur Prijanggono (29.591 suara asal Golkar )
  8. Agustin Poliana (24.358 suara asal PDIP)
Daerah pemilihan Jawa Timur II (Sidoarjo)
  1. Anik Maslachah (119.652 suara asal PKB)
  2. Kusnadi (50.008 suara asal PDIP)
  3. Benyamin Kristianto (35.659 suara asal Gerindra)
  4. Ach Amir Aslichin (47.086 suara asal PKB)
  5. Khulaim (44.189 suara asal PAN )
  6. Adam Rusyadi (27.323 suara asal Golkar)
Daerah Pemilihan Jawa Timur III (Kab / Kota Pasuruan dan Probolinggo)
  1. Aida Fitriati (106.144 suara asal PKB)
  2. Anwar Sadad (84.803 suara asal Gerindra)
  3. Eddy Paripurna (61.090 suara asal PDIP)
  4. M Hasan Irsyad (78.826 suara asal Golkar)
  5. Muzamil Syafi’i (45.794 suara asal Nasdem )
  6. Ahmad Hilmy (49.068 suasa asal PKB)
  7. Mahdi (54.038 suara asal PPP )
  8. Kusnadi (48.465 suara asal Demokrat)
  9. Rohani Siswanto (37.359 suara asal Gerindra)
Daerah Pemilihan Jawa Timur IV (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso)
  1. Ma’mulah Harun (118.003 suara asal PKB)
  2. Hermanto (47.009 suara asal PDIP)
  3. Ahmad Hadinuddin (47,996 suara asal Gerindra)
  4. Agung Mulyono (40.033 suara asal Demokrat)
  5. Akik Zaman (65.271 suasa asal PKB)
  6. Pranaya Yudha Mahardhika (48.714 suara asal Golkar)
  7. Zeiniye (45.931 suara asal PPP)
  8. Martin (45.341 suara asal PDIP)
  9. Ubaidillah (56.279 suara asal PKB)
Daerah Pemilihan Jawa Timur V (Jember, Lumajang)
  1. M Fawait (228.229 suara asal Gerindra)
  2. Umi Zahrok (27.094 suara asal PKB)
  3. Hari Putri Lestari (60.779 suara asal PDIP)
  4. Deni Prasetya (36.446 suara asal Nasdem)
  5. Satib (34.232 suara asal Gerindra)
  6. Karimullah Dahrujiadi (37.973 suara asal Golkar)
  7. Rofik (42.720 suara asal PPP)
  8. Artono (46,308 suara asal PKS)
  9. Muhammad Rosul (21.298 suara asal PKB)
  10. Agus Wicaksono (54.731 suara asal PDIP)
  11. Reno Zulkarnaen (32.317 suara asal Demokrat.
  12. Pemilihan Jawa Timur VI (Malang Raya)
  1. Sri Untari (112.065 suara asal PDIP)
  2. Hikmah Bafaqih (67.023 suara asal PKB)
  3. Siadi (43.967 suara asal Golkar)
  4. Aufa Zhafiri (32.937 suara asal Gerindra)
  5. Sugeng Pujianto (60.809 suara asal PDIP)
  6. Jajuk Rendra Kresna (50.578 suara asal Nasdem)
  7. Khofidah (49.397 suara asal PKB)
  8. Dwi Hari Cahyono (28.960 suara asal PKS)
  9. Gunawan (45.406 suara asal PDIP)
  10. Agus Dono Wibawanto (26.602 asal Demokrat)
  11. Daniel Rohi (34.749 suara asal PDIP)
Daerah Pemilihan Jawa Timur VII (Blitar, Tulungagung)
  1. Guntur Wahono (64.235 suara asal PDIP)
  2. Erma Susanti (59.812 suara asal PDIP)
  3. Ahmad Tamim (52.829 suara asal PKB)
  4. Ferdian Reza Alvisa (65.913 suara asal Gerindra)
  5. Mochamad Alimin (52,397 suara asal Golkar)
  6. Heri Romadhon (81.813 suara asal PAN)
  7. Bambang Rianto (88.415 suara Hanura )
Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (Kota / Kab Kediri)
  1. Wara Sundari Renny Pramana (97.379 suara asal PDIP)
  2. Heri Setiawan (28.179 suara asal PDIP)
  3. Chusainudin (44.776 suara asal PKB)
  4. Subianto (65.365 suara asal Demokrat)
  5. Basuki Babussalam (50,301 suara asal PAN)
  6. Sabron Djamil Pasaribu (20.924 suara asal Golkar)
Daerah Pemilihan Jawa Timur IX (Pacitan, Trenggaalek, Ngawi, Magetan, Ponorogo)
  1. Sri Subiati (101.432 suara asal Demokrat)
  2. Bambang Juwono (89.218 suara asal PDIP)
  3. Mirza Ananta (111.748 suara asal Nasdem)
  4. Kholiq (89.858 suara asal PKB)
  5. Sahat Tua Simandjutak (52.910 suara asal Golkar)
  6. HM Noer Soetjipto (39.994 suara asal Gerindra)
  7. Deni Wicaksono (41.535 suara asal PDIP)
  8. Riyadh Rosyadi (31.956 suara asal PKS)
  9. Eko Prasetyo Wahyudiarto (77.191 suara asal Demokrat)
  10. Suyatmi Priasmoro (48.744 suara asal Nasdem)
  11. Khusni M Husni (20.761 suara asal PKB)
  12. Diana Amaliyah Verawatiningsih (31.032 suara asal PDIP)
Daerah Pemilihan Jawa Timur X (Jombang, Mojokerto)
  1. Abdul Halim Iskandar (106.662 suara asal PKB)
  2. Ahmad Athoillah (24.303 suara asal PKB)
  3. SW Nugroho (42.983 suara asal PDIP)
  4. Gatot Supriyadi (41.333 suara asal PDIP)
  5. Kuswanto (40.582 suara suara asal Demokrat)
  6. A Sillahuddin (53.109 suara asal PPP)
  7. Suwandy (33.865 suara asal Nasdem)
  8. Hidayat (27.657 suara asal Gerindra)
Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madiun, Nganjuk)
  1. Y Ristu Nugroho (67.138 suara asal PDIP)
  2. Ida Bagus Nugroho (61.071 suara asal PDIP)
  3. Aisyah Lilia Agustini (55.710 suara asal PKB)
  4. Imam Makruf (43.752 suara asal Gerindra)
  5. Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio (36.025 suara asal Golkar)
  6. Bayu Airlangga (37.501 suara asal Demokrat)
Daerah Pemilihan Jawa Timur XII (Tuban, Bojonegoro)
  1. Khozanah Hidayati (113.142 suara asal PKB)
  2. Fauzan Fuadi (92.622 suara asal PKB)
  3. Go Tjong Ping (48.854 suara asal PDIP)
  4. Aditya Halindra Farizdky (66.562 suara asal Golkar)
  5. Surawi (43.372 suara asal Demokrat)
  6. Budiono (26.377 suara asal Gerindra)
  7. Agung Supriyatno (42.402 suara asal PAN)
Daerah Pemilihan Jawa Timur XIII (Gresik, Lamongan)
  1. Makin Abbas (135.769 suara asal PKB)
  2. Ufiq Zuroida (54.281 suara asal PKB)
  3. Ahmad Firdaus Fibriyanto (45.849 suara asal Gerindra)
  4. Andy Firasadi (51.263 suara asal PDIP)
  5. Ahmad Iwan Zunaih (51.073 suara asal Nasdem)
  6. Samwil (36.455 suara asal Demokrat)
  7. Amar Saifudin (47.382 suara asal PAN)
  8. Kodrat Sunyoto (44.029 suara asal Golkar)
Daerah Pemilihan Jawa Timur XIV (Madura)
  1. Aliyadi (221.264 suara asal PKB)
  2. Mohammad Nasih Aschal (137.026 suara asal Nasdem)
  3. Achmad Iskandar (251.959 suara asal Demokrat)
  4. Mahhud (178.548 suara asal PDIP)
  5. Mochammad Aziz (132.487 suara asal PAN)
  6. Nur Fitriana (92.855 suara asal PKB)
  7. Abdul Halim (142.096 suara asal Gerindra)
  8. Mohammad Ashari (130.543 suara asal Nasdem)
  9. Muhammad Bin Mu’afi Zaini (95.244 suara asal Golkar)
  10. Mathur Husyairi (79,734 suara asal PBB )
  11. Musyaffa ‘Noer (82.295 suara asal PPP)
  12. Zainal Abidin (100.356 suara asal Demokrat).

Dari penetapan diatas PDI Perjuangan berhasil mendapatkan kursi terbanyak dengan 27 kursi, PKB 25 kursi, Partai Gerindra 15 kursi, Partai Demokrat 14 kursi, Partai Golkar 13 kursi, Partai Nasdem 9 kursi, PAN 6 kursi, PPP 5 kursi, PKS 4 kursi, dan Partai Hanura serta PBB masing-masing 1 kursi.(Red/Akha)

Jumat, 09 Agustus 2019

Seminar Kebangsaan BEM Se Surabaya Dr.Sukma Sahadewa Jadi Pembicara.


Suaraposkodualima - “Sejarah Kemerdekaan Indonesia dimulai dari gerakan Pemuda mulai dari Stovia, memikirkan rasa kemerdekaan yang terhimpun dalam pemuda. Lalu membentuk Jong Java, Jong Celebes, Jong Betawi, Jong Batak, Jong Sumatera, Jong Timor dan ditandai dengan semangat kebersamaan yaitu Lahirnya Budi Utomo yang sering kita sebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional,” tutur dr. Sukma Sahadewa,SH.,MH.,M.Sos.,M.Kes., CLA., saat menjadi pembicara Seminar Kebangsaan dan Rapat Kerja BEM se-Surabaya, Kamis, 8 Agustus 2019 di Aula Pancasila Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Dihadapan ratusan peserta BEM dari seluruh Universitas di Surabaya, dr. Sukma mengingatkan kemali bahwa waktu itu Sumber daya kekuatan wilayah sangatlah besar, yaitu bahasa yang beraneka ragam, dan semangat dalam satu tumpah darah. Maka dari itu para pemuda bersatu dan bertekad melakukan konsensus yang kita sebut Sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan inilah tonggak berdirinya Pemuda dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Jadi, pemuda pada zaman itu sudah berjuang untuk kemerdekaan,” tugas kita saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif, menggunakan kecerdasan berfikir kita dan melakukan kajian-kajian dengan musyawarah dan mengkritisi serta memberi pemikiran tentang sesuatu hal yang menyangkut kehidupan sosial masyarakat dalam rangka mengurangi kenakalan remaja, pengangguran serta tidak melakukan penyalahgunaan Narkoba,” ujarnya.

Dr Sukma juga menyebutkan, kalau dulu para pemuda yang bergerak memerdekakan bangsa mulai Mayjend Sungkono , Drg Mustopo, KH Hasyim Asyari, Bung Tomo dan tokoh lainnya. Saat ini juga banyak tokoh muda yang berasal dari surabaya seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya, Hary Tanoesoedibjo pengusaha dari Surabaya serta banyak tokoh lagi yang menjabat sebagai tokoh nasional baik di eksekutif dan legislatif di tiap-tiap daerah.

Dalam hal ini Dr Sukma berpesan bahwa mahasiswa sebagai tokoh pemuda harus berfikir kreatif, inovatif di bidang ke ilmuwannya dengan tidak menimggalkan budaya Budi pekerti orang timur guna untuk melayani sesama dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.

Sebelumnya, seminar kebangsaan ini juga memberikan kesempatan kepada Kapolrestabes Kota Surabaya yang diwakili Kasat Intelkam AKBP Asmoro, SH.,MM.
Dalam paparannya, AKBP Asmoro memberikan gambaran tentang pentingnya peran pemuda dalam menjaga NKRI.

Selain itu, Kehadiran AKBP. Asmoro SH. untuk memberikan pemaparan tentang gerakan mahasiswa saat ini terkait paham-paham radikal yang merambah ke dunia mahasiswa, berkurangnya idealisme para mahasiswa.

“Mahasiswa harus terus melakukan kajian-kajian ilmiah terlebih dahulu dengan data dan fakta yang jelas sehingga nantinya tidak akan terpapar oleh kepentingan kelompok manapun dan independensi mahasiswa tetap terjaga,” ujarnya.

Senada dengan kedua narasumber, Eko Selaku Presiden Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengatakan kegiatan seminar kebangsaan ini merupakan wujud kecintaan Aliansi BEM se-Surabaya kepada bangsa Indonesia dan sudah seyogyanya mahasiswa dapat memupuk rasa nasionalisme membangun serta mengupayakan masyarakat menjadi sejahtera.

Selain seminar kebangsaan dan sebagai ajang silaturahmi, dalam rangkaian acara juga akan dilakukan rapat kerja BEM se-Surabaya dengan agenda pembahasan program untuk dua tahun kedepan, pungkas Eko.(Red/Nawi)

Kamis, 08 Agustus 2019

Ketika Cahaya Hati Mulai Padam.


Suaraposkodualima - Ketika listrik padam, banyak orang yang kebingungan dan ngomel-ngomel protes ke PLN. karena aktivitasnya terganggu, yang buka usaha mengalami kerugian besar. Apalagi di malam hari menjadi semakin gelap, jalanan sangat gelap. Rumah-rumah juga jadi gelap, hanya cahaya lilin yang menyinari dalamnya rumah.

Tapi anehnya ketika hatinya yang padam dan gelap gulita, orang-orang tidak bingung dan resah sehingga mencari alternatif cahaya untuk menerangi hati. Justru kebanyakan orang malah enjoy dan tenang ketika hatinya padam gelap gulita. Hati manusia bisa padam dan gelap gulita disebabkan karena perbuatan dosa yang sering dikerjan.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan (dosa), maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”[Hr. Tirmidzi]

 Hasan Al Bashri mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qotadah, Ibnu Zaid dan selainnya.[Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al Qurthubah, 14/268. ]

Itulah  dampak bahaya maksiat/dosa bagi hat i, setiap kita melakukan maksiat membuat hati menjadi tertutup noda hitam dan lama kelamaan hati tersebut jadi tertutup noda dan gelao. Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.

Jika hati sudah gelap gulita maka isinya hanyalah kemarahan, dengki, iri, hasud dan dendam. Menyebar kebencian dan kedengkian dan menyebar fitnah. Tidak mengenal mana yang halal dan mana yang haram yang penting dapat uang. Hak orang lain diserobot dan bertindak dholim ke orang lain, tapi merasa paling alim.

Dengan memperbanyak  taubat dan istighfar, maka itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran.(Red/Khauripan)

Rabu, 07 Agustus 2019

Ketika Cahaya Kembali Kepada Sang Maha Cahaya.


Judul  : Cahaya Gusti.
Oleh.   : Idham Huri.

Poskodualima - " Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30)

Asalnya dari cahaya maka akan kembali ke Cahaya. Kini Cahaya NKRI  Hadratus Syaikh Maimoen Zubair telah pergi meninggalkan kita semuanya, memenuhi panggilan kekasih-Nya Sang  Maha Cahaya.

Wahai Cahaya dari semua cahaya
Wahai Yang Mencahayai cahaya
Wahai Yang Menciptakan cahaya
Wahai Yang Mengatur cahaya
Wahai Yang Menentukan kadar cahaya
Wahai Yang Cahaya dari semua cahaya
Wahai Yang Cahaya sebelum ada semua cahaya
Wahai Yang Cahaya sesudah ada semua cahaya
Wahai Yang di atas semua cahaya
Wahai Yang Cahaya yang tidak bisa diserupai oleh semua cahaya.

Maha Suci Engkau, tiada Tuhan kecuali Engkau, lindungi kami, lindungi kami, lindungi kami, selamatkan kami dari api neraka Ya Rabb.(Red/Khauripan)

Mengenal Pusaka Keris Semar Mesem.


Suaraposkodualima - Keris semar mesem dikenal sebagai benda pusaka yang secara spiritual diyakini memiliki banyak kegunaan dan khasiat. Keris dengan penampilan aneh yang bukan diperuntukan sebagai senjata. Bila dipadukan dengan ajian semar mesem, keris ini dipercaya dapat memberikan khasiat bagi pemiliknya mulai dari pelet, pengasihan, dagang, dan lain sebagainya.
Keris semar mesem berwujud aneh karena berukuran pendek dan tidak memiliki ketajaman seperti halnya keris pada umumnya. Sesuai dengan namanya, keris semar mesem berbentuk menyerupai tokoh semar dalam pewayangan babad Jawa. Tak diketahui bagaimana dan sejak kapan asal-usulnya, yang jelas saat ini, keris semar mesem sudah akrab dengan dunia mitologi masyarakat Indonesia. Keris semar mesem diyakini memiliki banyak manfaat.
Dalam mitologi Jawa, sosok semar diyakini merupakan dewa yang diutus kahyangan untuk membenahi tingkah polah penduduk Jawa di masa silam yang masih banyak melakukan keangkaramurkaan. Semar adalah salah satu dari punggawa punakawan yang memiliki kesaktian luar biasa. Keberadaan dan cerita tentang semar banyak dikisahkan dalam epik pewayangan lokal. Pada perkembangannya, kepopuleran nama semar dan kesaktiannya dijadikan sebagai nama beberapa benda magis.
Ada sebagian orang yang menggunakan keris ini sebagai jalan untuk mempermudah rezeki melalui penglaris dagangan, ada yang menggunakannya sebagai jalan mendapatkan jodoh, ada yang menggunakannya sebagai peningkat aura dan kewibawaan, dan ada pula yang menggunakannya sebagai pengasihan.

Meski memiliki banyak sekali manfaat, keris semar mesem sejatinya tidak tidak dapat digunakan untuk mewujudkan banyak keinginan sekaligus. Adapun dalam mewujudkan satu keinginan tertentu, seseorang yang memiliki keris semar mesem juga harus melakukan suatu ritual untuk memanggil khodam yang menempati keris tersebut.(Agoeng Bogang)

Selasa, 06 Agustus 2019

Ulama Kharismatik KH.Maimoen Zubair Meninggal Di Makkah.

Suaraposkodualima - Indonesia kembali berduka, kehilangan salah satu ulama kharismatik, KH. Maimun Zubair. Meninggal di Makkah Selasa (6/8/2019). Beliau merupakan seorang alim, faqih (ahli fikih) sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Kiai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fikih dan ushul fikih. Kiai Maimun merupakan kawan dekat dari Kiai Sahal Mahfudh, yang sama-sama santri kelana di pesantren-pesantren Jawa, sekaligus mendalami ilmu di tanah Hijaz.

Kiai Maimun lahir di Sarang, Rembang, Jawa Tengah pada 28 Oktober 1928. Kiai sepuh ini, mengasuh pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Maimun merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Kiai Zubair merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Kiai Maimun Zubair sangat kuat. Kemudian, ia meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, ia juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Pada umur 21 tahun, Maimun Zubair melanjutkan belajar ke Makkah Mukarromah. Perjalanan ini, didampingi oleh kakeknya sendiri, yakni Kiai Ahmad bin Syuáib. Di Makkah, Kiai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya.

Kiai Maimun juga meluangkan waktunya untuk mengaji ke beberapa ulama di Jawa, di antaranya Kiai Baidhowi, Kiai Ma’shum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan beberapa kiai lain. Kiai Maimun juga menulis kitab-kitab yang menjadi rujukan santri. Di antaranya, kitab berjudul al-Ulama al-Mujaddidun.

Selepas kembali dari tanah Hijaz dan mengaji dengan beberapa kiai, Kiai Maimun kemudian mengabdikan diri untuk mengajar di Sarang, di tanah kelahirannya. Pada 1965, Kiai Maimun kemudian istiqomah mengembangkan Pesantren al-Anwar Sarang. Pesantren ini, kemudian menjadi rujukan santri untuk belajar kitab kuning dan mempelajari turats secara komprehensif.

Selama hidupnya, Kiai Maimun memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia pernah menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah. Kini, karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Kiai Maimun Zubair diangkat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Politik dalam diri Kiai Maimun bukan tentang kepentingan sesaat, akan tetapi sebagai konstribusi untuk mendialogkan Islam dan kebangsaan. Demikianlah, Kiai Maimun merupakan seorang faqih sekaligus muharrik, pakar fiqh sekaligus penggerak.(Red/Akha)

Minggu, 04 Agustus 2019

Dua Pelari Surabaya Marathon 2019 Meninggal Dunia.


Surabaya, poskodualima - Peserta yang meninggal pada Surabaya Marathon 2019 bertambah. Satu peserta yang meninggal bernama Oentung P Setiono (55) dengan nomor peserta 5755 asal Jakarta. Sebelumnya pelari Husnun N Djuraid (60) warga Blimbing, Malang, yang terjatuh di Jalan Pemuda dan akhirnya meninggal di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Oentung mengikuti kategori 10 KM ini, korban meninggal saat dirawat di IGD RSU dr Soetomo. Korban sempat pingsan saat berada di Jalan Basuki Rahmat. Setelah mendapat pertolongan pertama korban langsung dilarikan ke IGD RSU dr Soetomo, sampai akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi.

Rekan almarhum, yang bernama Heri mengaku dirinya tidak tahu persis kronologinya. Almarhum mantan atlit nasional juga pelatih Judo yang pernah menjuarai Sea Games tahun 1991, terang Heri.

"Oentung itu pelatih nasional Judo. Juga pernah memenangi kejuraan Sea Games," kata Heri.
" Dari KM 3 sudah pisah. Saya nggak tahu kronologinya. Saya tahunya dari teman," imbuh Heri rekan almarhum kepada wartawan di kamar mayat RSU dr Soetomo, Minggu (4/8/2019). 

Dirinya dan almarhum datang ke Surabaya berempat, Sabtu (3/8) kemarin. Namun yang ikut lari hanya almarhum Oentong. 
"Barengan kalau dari kemarin berempat, yang lari cuman satu aja (Oentung)," ujarnya. Setelah melalui proses administrasi di kamar Jenazah RSU dr Soetomo, jenazah langsung diberangkatkan ke Solo. Dari keterangan rekan-rekannya, almarhum tinggal di Solo.(Red/Akha)

Sabtu, 03 Agustus 2019

Putusan Sengketa Pileg 2019 Dibacakan Selasa Mendatang.


Jakarta, poskodualima - Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang pembacaan putusan untuk 202 perkara sengketa hasil Pileg 2019 mulai Selasa (6/8) hingga Jumat (9/8). Perkara itulah yang terakhir akan diputuskan MK dalam persidangan sengketa Pileg 2019.

"Ya, sidang pembacaan putusan akhir untuk 202 perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif akan digelar selama empat hari, mulai Selasa (6/8)," ujar Kepala Bagian Humas MK, Fajar Laksono, Jumat (2/8) seperti dikutip dari Antara.

Fajar menjelaskan meskipun agenda putusan sudah dikeluarkan, tidak berarti rapat permusyawaratan hakim (RPH) sudah selesai.

"Rapat Permusyawaratan Hakim yang membahas putusan untuk perkara PHPU Legislatif masih terus berlangsung hingga Senin (5/8) mendatang. RPH dilakukan bertahap diselesaikan sesuai jadwal pengucapan putusan," ujar Fajar.

Pada penutupan sidang pembuktian Selasa (30/7), Ketua MK Anwar Usman mengatakan seluruh hasil persidangan perkara PHPU Legislatif 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dan saksi, akan dibawa ke dalam RPH.

Mahkamah Konstitusi menerima 260 perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 dan sudah diperiksa dalam sidang pendahuluan yang kemudian dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan KPU, pihak terkait dan Bawaslu.

Selanjutnya pada Senin (22/7) Mahkamah melalui putusan sela menyatakan tidak akan melanjutkan 58 perkara dari 260 perkara perselisihan hasil Pileg 2019. Dalam putusan tersebut dinyatakonstitusii.erkara dilanjutkan ke tahap pembuktian, sementara 80 perkara lainnya yang tidak disebutkan dalam pembacaan putusan sela akan kembali dipanggil pada pembacaan putusan akhir.

Sejak Selasa (23/7) hingga Selasa (30/7), Mahkamah menggelar sidang pembuktian perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 untuk 122 perkara tersebut. Persidangan untuk perkara sengketa hasil Pemilu Legislatif ini terbagi dalam tiga ruang sidaasing-masing panel harus disidangkan hakim konstitusi yang merupakan keterwakilan dari Mahkamah Agung, Pemerintah dan DPR.(Red/Akha)

Membangun Keluarga Yang Berkarakter.



Jakarta, poskodualima - Keluarga adalah inti negara. Baik-buruk, maju-mundur, serta kuat-lemah sebuah bangsa juga bergantung pada keluarga. Kemajuan yang dicapai bangsa-bangsa di Eropa seperti Inggris dan Prancis serta sebagian negara Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, tak lepas dari tradisi yang ditanamkan dalam keluarga. Etos kerja, kemauan untuk terus belajar, rasa hormat kepada orangtua dan senior, serta pelestarian bidaya bangsa, menjadi kunci sukses negara-negara tersebut.

Demikian terungkap dalam Diskusi Bertajuk “Membangun Keluarga Sejahtera, Membangun Bangsa” yang diselenggarakan dalam rangkaian I’tikaf Spiritual Business Consultant di Meeting Room PT. Mutiara Samudra Biru, Pejaten Office Park, Jakarta Selatan.
“Fungsi afektif (the affective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga,” kata Ketua Umum Persemakmuran Pewaris Nusantara, Eko Gunarto Putro.

Menurut Eko, Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa seseorang memiliki keunggulan lebih dalam hidup jika mereka datang dari keluarga yang mengasihi dan mendukung mereka. “Karena itu, tidak ada gunanya kesuksesan, jika gagal membina Rumah Tangga yang bahagia dan sejahtera,” tegas Eko.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Royal Amartha Nusantara (RAMSA), Wahyu Ernawati mengatakan bahwa orang tua, terutama seorang Ibu merupakan guru utama bagi kehidupan anak-anak yang berawal dari lingkungan keluarga. “Pada masyarakat kita, pendidikan dilakukan orang tua dalam lingkungan keluarga masing-masing agar mampu memenuhi kebutuhan hidup baik bagi dirinya maupun dalam kehidupan berkeluarga,” tambahnya

Sehubungan dengan hal itulah, Wahyu Ernawati berharap adanya perhatian yang serius dari pemerintah dalam upaya membina Keluarga Sejahtera yang Berkarakter Nusantara. “Pasalnya, dari Keluarga sejahtera yang bercirikan ketahanan dan kemandirian yang tinggi, tentu anggota keluarga di dalamnya akan mendapat kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi, bakat dan kemampuan yang dimiliki,” kata Ernawati.

Dalam kaitan itulah, Yayasan Royal Amartha Nusantara (RAMSA), akan memprioritaskan dalam program kerjanya untuk Memberdayakan Perempuan Indonesia, terutama di pedesaan dalam upaya meningkatkan ketahanan ketahanan keluarga, sekaligus ketahanan budaya yang yang mulai luntur.

“Program-program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga tersebut  bertujuan untuk memberdayakan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraanya, menjadi sangat relevan untuk mengatasi berbagai kemelut persoalan keluarga, apapun bentuknya. Hal ini mengingat, kesejahteraan keluarga yang dimaksud adalah keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera lahir  batin,” pungkas Ernawati.(Red/Khauripan).

Jumat, 02 Agustus 2019

Filosofi Ingkung Orang Jawa.


Blitar, suaraposkodualima.com - Dalam  tradisi Jawa  ketika  mengadakan selamatan (kenduri) baik kematian atau hajatan lain sering menggunakan Ingkung. Yaitu ayam utuh yang dibentuk seperti posisi wanita duduk timpuh atau seperti posisi orang sedang duduk pada saat shalat.
Bentuk semacam ini menggambarkan sikap orang yang sedang manekung (bersemadi). Hal ini sesuai dengan makna kata ingkung yang berasal dari kata ing (ingsun) dan kung (manekung). Kata ingsun berarti aku dan kata manekung berarti berdoa dengan penuh khidmat.

Dengan demikian ingkung merupakan perwujudan sikap ahli waris yang dengan sungguh-sungguh memohon doa agar anggota keluarganya yang telah meninggal diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang semestinya. Ayam jago atau jantan yang dimasak utuh ingkung dengan bumbu kuning/kunir dan diberi kaldu santan yang kental merupakan simbol menyembah Tuhan dengan khusuk (manekung) dengan hati yang tenang (wening). Ketenangan hati dicapai dengan mengendalikan diri dan sabar (nge'reh' rasa).

Ayam utuh atau ingkung, memiliki filosofi yang cukup dalam, yakni manusia diharapkan dapat berperilaku seperti ayam. Karena seekor ayam jika diberi makan tidaklah langsung dimakan, namun dipilih dahulu mana yang baik dan mana yang tidak, maka manusia diharapakan mampu memilah mana hal baik yang harus dilakukan dan mana hal buruk yang harus di tinggalkan.

Menyembelih ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk yang dilambangkan oleh ayam jago, diantaranya adalah sombong, congkak, kalau berbicara selalu menyela dan merasa tahu, menang, benar sendiri (berkokok), tidak setia, dan tidak perhatian dengan anak istri.
Orang yang laku manekung akan masuk ke alam Suwung  yang berarti kosong atau tiada apapun, itulah keheningan dalam meditasi, dzikir. 

Orang yang kondisi suwung dia telah melepaskan diri dari ikatan tubuh dan belenggunya menuju dimensi ruh, sehingga dirinya mencapai fana' dirinya sudah tidak ada, yang ada hanyalah Allah SWT. Dalam Serat Wedhatama diterangkan dalam pupuh pangkur bait ke 14 yang berbunyi : 

"Sejatine Kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi. Bali alaming  nga suwung, tan karem karameyan. Ingkang sipat wisesa winisesa wus, mulih mula mulanira, mulane wong anom sami." Artinya: "Sebenarnya yang demikian itu sudah mendapat anugerah Tuhan. Kembali ke alam kosong, Tidak mabuk keduniawian yang bersifat kuasa menguasai. Kembali ke asal mula. Demikianlah yang terjadi wahai anak muda".(Red/Akha).