Suaraposkodualima
Kamis, 08 Agustus 2019
Ketika Cahaya Hati Mulai Padam.
Suaraposkodualima - Ketika listrik padam, banyak orang yang kebingungan dan ngomel-ngomel protes ke PLN. karena aktivitasnya terganggu, yang buka usaha mengalami kerugian besar. Apalagi di malam hari menjadi semakin gelap, jalanan sangat gelap. Rumah-rumah juga jadi gelap, hanya cahaya lilin yang menyinari dalamnya rumah.
Tapi anehnya ketika hatinya yang padam dan gelap gulita, orang-orang tidak bingung dan resah sehingga mencari alternatif cahaya untuk menerangi hati. Justru kebanyakan orang malah enjoy dan tenang ketika hatinya padam gelap gulita. Hati manusia bisa padam dan gelap gulita disebabkan karena perbuatan dosa yang sering dikerjan.
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan (dosa), maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”[Hr. Tirmidzi]
Hasan Al Bashri mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qotadah, Ibnu Zaid dan selainnya.[Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al Qurthubah, 14/268. ]
Itulah dampak bahaya maksiat/dosa bagi hat i, setiap kita melakukan maksiat membuat hati menjadi tertutup noda hitam dan lama kelamaan hati tersebut jadi tertutup noda dan gelao. Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.
Jika hati sudah gelap gulita maka isinya hanyalah kemarahan, dengki, iri, hasud dan dendam. Menyebar kebencian dan kedengkian dan menyebar fitnah. Tidak mengenal mana yang halal dan mana yang haram yang penting dapat uang. Hak orang lain diserobot dan bertindak dholim ke orang lain, tapi merasa paling alim.
Dengan memperbanyak taubat dan istighfar, maka itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran.(Red/Khauripan)
