Suaraposkodualima - Menurut Wakil Ketua Umum MUI, Buya Dr.Anwar Abbas, tindakan bom bunuh diri ini jelas-jelas tidak bisa ditolerir. Sebab, perbuatan yang dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri sangat tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama manapun yang diakui di negeri ini.
"Untuk itu MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual serta pihak-pihak yang ada di balik peristiwa ini serta membongkar motiv dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” ujarnya.
Sikap MUI senada dengan sikap Presiden yang mengutuk keras aksi terorisme di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 20213 lalu. Dia menegaskan terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak memiliki kaitan dengan ajaran agama apa pun. Atas dasar itu maka Jokowi memerintahkan kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan teror sampai ke akar-akarnya.
Apakah mungkin, sangat mungkin. Indonesia sudah ada UU anti teroris No. 5 Tahun 2018 dan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020—2021. Perpres ini bukan hanya keterlibatan semua kementrian tetapi termasuk juga TNI. Dengan dasar UU dan Perpres itu, maka sudah ada political will untuk memberantas teroris.
Awal Maret, Panglima TNI memerintahkan mengirim pasukan Satgas Pemukul Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda. Mereka dinilai memiliki kemampuan mumpuni untuk tugas operasi militer. Kasdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan, prajurit TNI ini memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas operasi militer perang dan selain perang. Sebelumnya tidak pernah seserius ini. Dengan operasi militer itu, maka KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) akan dapat diselesaikan cepat. Tidak ada lagi kisah seperti sebelumnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri tengah memburu dalang aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Komitmen Polri untuk memberangus semua jaringan terorisme di Indonesia. Ini artinya perang. Tentu TNI terlibat dalam operasi ini. Keterlibatan TNI dalam rangka melaksanakan politk negara. Harus tuntas dan harus dimenangkan perang ini.
Kita harus yakin setelah kasus Bom di Makassar ini, operasi penangkapan akan terus terjadi. Kemarin sudah ditangkap 4 orang, yang salah satunya petinggi FPI. Ini akan terus berlangsung sampai keakar akarnya, termasuk aktor intelektualnya.
Operasi politik juga akan dilakukan untuk menggilas kalau ada partai yang membela dan mendukung secara tidak langsung para radikalis itu. Sekali ini, kita akan lihat keberanian Jokowi bersikap, dan itu hanyalah cara dia melaksanakan UU. Yang pasti siapapun yang ditangkap terkait teroris, tidak terkait dengan agama apapun. Mereka murni kriminal. Harus dihukum. (Red/khauripan)



