Suaraposkodualima

Rabu, 12 Mei 2021

Beberapa Tempat Wisata di Bali Tengah yang Cocok Dikunjungi.

Suaraposkodualima - Sebagai destinasi wisata yang mendunia, popularitas Bali dikenal wisatawan mancanegara. Mereka mengenal Bali karena pantainya. Oleh sebab itu mereka mengunjungi tempat wisata di Bali Tengah, sebagai kawasan wisata yang paling disukai.

Wajar saja jika banyak yang mengunjungi kawasan wisata di Bali Tengah karena keindahan pantainya yang indah, alamnya yang asri membuat tempat ini sangat diminati oleh banyak wisatawan dari Eropa dan Afrika. Terlebih bagi mereka yang ingin mendapatkan sinar matahari banyak. Daerah di Bali Tengah ini mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Oleh sebab itu, harus tahu tempat wisata di Bali Tengah, yang diminati oleh para wisatawan Eropa dan Afrika. Dengan mengenalinya bisa dijadikan sebagai referensi untuk mendapatkan tempat wisata yang terbaik di Bali Tengah. Setidaknya menawarkan banyak pilihan akan macam-macam tempat wisata di Bali.

Tempat wisata di Bali Tengah merupakan salah satu dari tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak heran jika banyak wisatawan yang menyukainya. Fenomena bule berjemur dapat dijumpai di kawasan wisata ini. Berikut ini beberapa kawasan wisata tersebut:

1. Monkey Forest Sangeh : Berlokasi di desa Sangeh, destinasi wisata ini sebaiknya dikunjungi oleh wisatawan. Para wisatawan mancanegara pun sering mengunjungi kawasan ini. Ketika memasuki kawasan ini akan melihat patung hanoman besar dan cocok untuk dijadikan tempat berfoto.

Salah satu tempat wisata di Bali Tengah ini  merupakan sebuah hutan yang berisi kawanan monyet yang dilindungi. Oleh sebab itu, wisatawan dari Eropa dan Afrika senang mengunjunginya karena bisa mempelajari tingkah laku monyet itu.

2. Desa Swing : Sesuai dengan namanya, desa ini memiliki banyak ayunan yang dapat memacu adrenalin. Bagi pemula yang mencobanya akan merasa ketakutan. Tidak perlu khawatir karena ada varian ayunan dengan ketinggian bisa disesuaikan.

Maka dari itu, salah satu kawasan wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dariEropa dan Afrika, terutama bagi mereka yang senang berwisata dengan penuh tantangan. Berlokasi di Bongkasa, tempat ini cukup mudah dikunjungi.

3. Desa Taro : Kawasan wisata ini menyuguhkan hamparan sawah yang luas, layaknya sebuah desa di Bali. Wisatawan pun bisa berkeliling menggunakan sepeda untuk melihat keindahannya. Pasalnya di tempat ini terdapat penyewaan sepeda.

Tempat wisata di Bali Tengah inimerupakan sebuah desa yang asri. Dengan demikian, sangat cocok dikunjungi oleh mereka yang merasa jenuh dengan suasana perkotaan. Tentu saja akan lebih menenangkan bila mengunjungi tempat ini.

4. Kintamani : Destinasi wisata selanjutnya adalah Kintamani. Kawasan ini sangat sejuk dengan pemandangan alam yang indah. Pasalnya di tempat ini terdapat Batu Sari restoran yang bisa melihat langsung pemandangan danau Batur dan Gunung Batur.

Dikarenakan cuacanya sejuk namun cenderung dingin, maka mengunjungi kawasan wisata ini sebaiknya berbekal baju hangat. Wisatawan pun bisa memesan makanan yang menghangatkan badan di restoran tersebut sambil melihat pemandangan drkitar Kintamani yang indah.

5. Desa Penglipuran : Dengan mengikuti paket honeymoon Bali murah anda bisa mengunjungi kawasan wisata ini, bisa melihat deretan rapi rumah adat tradisional khas Bali. Wisatawan akan takjub dengan keindahan dan kebersihan yang terdapat di kawasan wisata ini. Ya, memang kawasan desa ini termasuk desa terapi.

Saat ini desa tersebut merupakan salah satu tempat wisata du Bali Tengah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan Eropa dan Afrika karena bisa langsung melihat keunikan budayanya.

6. Bukit Cempuhan : Berlokasi di Ubud, kawasan wisata ini menghadirkan keindahan alam yang alami khas Bali. Itulah sebabnya kawasan wisata ini selalu menjadi tempat berlari oleh turis mancanegara.

Tempat wisata di Bali Tengah ini sangat cocok untuk dijadikan tempat berfoto. Maka dari itu, jika mengunjungi tempat ini sebaiknya tidak lupa untuk membawa kamera dan baju olahraga. Dikarenakan banyak yang menjadikan nya sebagai treking berolahraga.

7. Goa Gajah : Apabila berwisata ke Bali Tengah, tidak hanya melihat pemandangan alamnya saja, tetapi juga harus mengeksplorasi goa gajah. Goa yang satu ini, memiliki wisata sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Di dalam goa ini terdapat candi untuk agama Hindu dan Budha serta tempat untuk bersembahyang. Bahkan saat acara-acara tertentu, kawasan ini kerap dijadikan tempat pemandian upacara keagamaan.

8. Banana Cacao Park : Mengunjungi tempat ini bisa mengeksplorasi kebun coklat. Dengan demikian, kawasan wisata ini sangat cocok dijadikan sebagai wisata pendidikan. Terlebih untuk mereka yang ingin mempelajari berbagai jenis tanaman.

Tidak hanya coklat, tempat wisata di Bali Tengah ini juga terdapat banyak tanaman herbal, lokasi pain ball serta berbagai rumah adat khas Bali. Tentu saja dapat memberikan pengalaman yang seru untuk wisatawan.

9. Jati Luwih : Luasnya hamparan sawah terasering menghadirkan keindahan alam yang cocok dikunjungi dan dilihat oleh para wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan yang berbeda. Tidak hanya itu, lokasi ini pun terdapat pura Luhur Sri Rambut Sedana.

Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang datang ke Jatiluwih untuk belajar bertani dan melihat persawahan terasering. Tidak hanya itu, tempat wisata di Bali Tengah ini terdapat air terjun yang indah, disinyalir sebagai surga tersembunyi.

10. Ubud : Di daerah Ubud ini terdapat berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, terlebih oleh wisatawan mancanegara dari Eropa dan Afrika. Dengan demikian, kawasan wisata ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.

Wajar saja bila Ubud menjadi tempat wisata di Bali yang terkenal, Kawasan wisata di Ubud yang terkenal yaitu Ubud Art Market,Tegal elalang,Istana kerajaan Ubud,Museum Neka Ubud, Museum Arma, pura taman Saraswati.

11. Sungai Ayung : Di kawasan wisata ini cocok untuk dijadikan sebagai wisata arung jeram. Bagi pemula pun jangan takut untuk mengunjungi kawasan wisata ini karena sungai Ayung tergolong aman dan cocok untuk para pemula.

Tidak hanya itu, kawasan sungai Ayung pun menghadirkan keindahan alam yang unik. Dan dapat dinikmati oleh para wisatawan ketika mengarungi sungai ayung. Di kawasan ini pun terdapat ukiran khas Bali.

12. Pasar Badung : Banyak wisatawan yang mengenali pasar Badung. Pasar yang ikonik dengan Bali ini, bisa dijadikan destinasi wisata yang cukup seru, terlebih untuk mereka yang ingin wisata belanja di pasar tradisional terbesar di Bali ini.

Selain menjadi kawasan wisata, pasar Badung ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin berwisata belanja dan membeli oleh-oleh tradisional khas Bali. Disamping itu, pasar ini juga disebut sebagai pasar Malioboronya Bali.

Disamping pemandangan alamnya yang indah, banyak kebudayaan khas Bali yang penuh dengan keunikan dan disukai oleh wisatawan Eropa dan Afrika. Oleh sebab itu, mereka sering mengunjungi tempat wisata di Bali Tengah. (Red/niluh ishanori)




Rabu, 05 Mei 2021

Mulai Besok, 6 Mei 2021 - 17 Mei 2021, Polresta Sidoarjo Menggelar Operasi Ketupat Semeru 2021


Sidoarjo, suaraposkodualima - 
Mulai besok, 6 Mei 2021 sampai dengan 17 Mei 2021, Polresta Sidoarjo menggelar Operasi Ketupat Semeru 2021. Operasi ini guna menciptakan suasana aman dan kondusif pada pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah di tengah masa pandemi Covid-19.

Berbagai personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas, ormas, hingga komunitas dilibatkan dan disebar di berbagai titik. Tujuannya untuk menyekat jika didapati orang yang akan mudik lebaran. Hal ini sesuai dengan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Di wilayah Kabupaten Sidoarjo terdapat empat pos penyekatan dan empat pos pengamanan. Pos penyekatan yang pertama termasuk perbatasan Sidoarjo dengan Pasuruan, yang kedua di pintu keluar Tol Tanggulangin, yang ketiga di Pintu Tol Sidoarjo, yang ketiga di P 1.1 Waru. Kemudian penempatan Pos Pengamanan ada di Stasiun, Terminal Bus Bungurasih Waru, Pasar Krian, dan Bundaran Taman Pinang Indah Sidoarjo.

“Kami dari Polri sebayak 200 personel, didukung Pemkab Sidoarjo, TNI, Dishub, Satpol PP, dan elemen yang lain siap melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2021, dengan harapan dan tujuan masyakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2021 berjalan aman dan kondusif,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombespol. Sumardji usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Polresta Sidoarjo, Rabu (5/5/2021).

Lebih lanjut, Kapolresta Sidoarjo menegaskan agar imbauan pemerintah mengenai larangan mudik di tengah masa pandemi Covid-19 benar dipatuhi masyarakat. Sebagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, apabila ada warga yang tetap memaksa untuk menerobos mudik, maka akan di tes Covid-19 bila hasilnya positif maka akan di isolasi ke Hotel Delta Sinar Mayang. Sekitar 100 kamar telah disiapkan untuk para pelanggar mudik yang akan masuk ke wilayah Sidoarjo.

Selain itu mobilitas masyarakat yang mengunjungi mal-mal untuk membeli kebutuhan lebaran juga akan dibatasi, di dalam mal akan ditempatkan beberapa anggota gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri. (Red/khauripan)





Selasa, 04 Mei 2021

Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Sukses Digelar.

Gambar : Dua Calon Kepala Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Tulungagung.

Tulungagung, suaraposkodualima - 
Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung sukses digelar pada Selasa (4/5/21).

Berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kepala Desa, Pilkades Antar Waktu digelar apabila kepala desa yang menjabat berhenti sebelum akhir masa jabatan dan sisa masa jabatannya lebih dari 1 tahun. Sejak diberlakukannya regulasi baru tentang desa.

Mengingat kepala desa terpilih, Muhni meninggal dunia, agar roda pemerintahan desa segera bisa berjalan optimal, maka pemilihan pergantian antar waktu dilaksanakan,

Panitia menetapkan dua calon diantaranya, H. Dwi Agus Prasetyo, Spd, MM, dengan nomor urut satu, dan Nanang Efendy dengan nomor urut dua, dengan jumblah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 77 orang, sedangkan satu orang tidak hadir. Pemilih berasal dari unsur pemerintahan desa, BPD, LPM, karang taruna, PKK, tokoh agama, tokoh tani dan tokoh pendidikan, kata Sekeretaris panitia Johan.S.

Dari DPT sebanyak 77 orang suara sah 75 suara, satu orang tidak hadir, dan satu suara dinyatakan tidak sah. Melalui pemilihan secara voting tertutup, dari hasil rekapitulasi H. Dwi Prasetyo mengantongi 38 suara sedangkan Nanang Efendy di urutan dua mengantongi 37 suara selisih satu suara.

Kepada suaraposkodualima kepala desa terpilih, H.Dwi Agus Prasetyo mengatakan, ia berjanji akan meneruskan program yang sudah ada, tetap mengedepankan yang terbaik. Kontestasi ini ada yang menang ada yang kalah, namun usai pemilihan ini semua warga dan lembaga desa kembali bersama sama memajukan desa, ujarnya.

Mungkin dalam pemilihan ini terjadi dua kubu, dan sekarang  kembali bersatu, berdama-sama mensejahterakan semua warga, sesuai motto desa "Siapapun Kepala Desa Terpilih yang Penting Rakyat Sejahtera", tambah Dwi.

Turut hadir di acara pemilihan Camat Boyolangu, Kapolsek, Danramil, Perangkat Desa, bagian pemerintahan kabupaten, BPD, LPM, PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pendidikan. (Red/adenan)




Saat Pandemi: Dari Menginap di Villa Hingga Jelajah Bali Utara.

Gambar : Nuniek Saptarini, Direktur Komersial Wego Indonesia.

Karangasem, suaraposkodualima -Momen liburan semenjak virus Covid-19 merebak di Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan serta menerapkan jaga jarak. Hal ini membuat para pelaku wisata dan wisatawan menaruh perhatian ekstra dalam aspek keamanan serta kesehatan – mulai dari transportasi, pemilihan destinasi, hingga akomodasi.

Kira-kira destinasi dan akomodasi jenis apa yang nyaman untuk liburan di Bali saat pandemi, ya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, suaraposkodualima mewawancarai Nuniek Saptarini, Direktur Komersial Wego Indonesia & Malaysia, yang berlibur ke Bali bersama keluarga akhir bulan lalu. Yuk, simak cerita liburannya!
"Aku lebih pilih menginap bersama keluarga di villa karena kita bisa mengatur sendiri kebutuhan kita,” ujar Nuniek saat ditanya mengapa memilih untuk menginap di villa saat berada di Bali. “Kalau di hotel, kebutuhan tambahan akan kena charge. Sementara di villa, kita bisa dapat semua kebutuhan all-in.
Menurutnya, alasannya memilih tipe akomodasi tersebut juga karena dapat menampung seluruh anggota keluarga dan ketersediaan area serbaguna, seperti ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan kolam renang, yang dapat digunakan secara privat. kerap dinanti-nanti untuk rehat dari kesibukan, baik itu bersama keluarga maupun kerabat. 
Sebagai salah satu destinasi liburan paling populer di Indonesia, Pulau Bali seringkali menjadi magnet bagi para wisatawan domestik untuk datang dan berlibur. Keindahan pantai dan budaya pulau ini juga tetap mempesona meski di kala pandemi seperti sekarang.
Dengan demikian, ia tidak perlu khawatir harus menghindari kontak fisik dengan tamu-tamu lainnya. Adanya fasilitas pribadi tersebut juga dinilai lebih higienis, karena dapat berbelanja dan memasak sendiri di dapur villa.
Pemandangan sawah dari Restoran Mahagiri
Pemandangan sawah dari Restoran Mahagiri.
Bali memang tak ada habisnya menyuguhkan pemandangan alam yang menyejukkan mata. Pemandangan alam tersebut juga dapat dinikmati sambil bersantap. Untuk pengalaman santai keluarga yang aman, tenang, dan ramah keluarga, Nuniek memilih Mahagiri Panoramic Resort & Restaurant yang terletak di Jalan Surya Indah, Desa Rendang, Karangasem.
Alat musik tradisional di dalam area restoran Mahagiri
Alat musik tradisional di dalam area restoran.
Restoran yang menyajikan santapan khas Nusantara ini menyuguhkan panorama hamparan sawah berundak dengan latar belakang Gunung Agung yang menjulang.
Jika Wegonesia lebih suka panorama laut dari atas tebing, Nuniek merekomendasikan untuk bersantap sambil bersantai di Klyf Club Bali. Kafe di atas tebing ini menawarkan suasana ala Maldives, serta pemandangan blue lagoon tepat di bawah kafe.
Untuk menjaga keselamatan bersama, Wegonesia tentunya harus patuh terhadap protokol kesehatan ketika liburan! Untungnya, kini berbagai lokasi wisata di Bali telah menerapkan protokol yang ketat bagi para pengunjung, mulai dari pengecekan suhu tubuh, aturan wajib mencuci tangan, dan aturan wajib memakai masker, sehingga wisatawan bisa tetap mengeksplorasi lokasi wisata tanpa khawatir terpapar virus. 
Lewat percakapan kemarin, Nuniek menceritakan pengalamannya berkunjung ke tempat-tempat wisata yang telah menerapkan protokol ketat di Bali. Ada berbagai tempat menarik yang bisa dieksplor selama di Bali, dari mulai keindahan alam hingga kehidupan kotanya.
“Bali selalu punya hidden paradise. Berkunjung ke Bali akan selalu menyenangkan karena kita akan tetap menemukan sesuatu yang baru.” 
Berdasarkan pengalaman liburannya kemarin, Nuniek sendiri menyatakan bahwa banyak tempat wisata yang memberikan potongan harga tiket hingga 50 persen dari harga normal. Berikut beberapa tempat yang Nuniek kunjungi bersama keluarga di Bali.
Pantai Kelingking, spot foto paling terkenal di Nusa Penida.
Pantai Kelingking, spot foto paling terkenal di Nusa Penida.
Pulau kecil yang terdapat di bagian selatan Bali ini merupakan salah satu destinasi wajib bagi Wegonesia yang suka menjelajah wisata alam serta ingin memanjakan mata dengan pemandangan yang fantastis. Wegonesia bisa melakukan berbagai aktivitas seru di Nusa Penida, mulai dari memanjat tebing, bermain air di pantai, menyeberang ke Blue Lagoon, hingga snorkeling dan diving di Manta Point — salah satu titik selam paling eksotis di nusantara dengan sensasi berenang bersama ikan pari yang unik dan misterius. (Red/niluh ishanori)






Minggu, 02 Mei 2021

Jangan Lengah dan Berpuas Diri, Tetap Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan.

       Gambar : Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Suaraposkodualima - Perkembangan positif dari upaya penanganan pandemi beberapa waktu terakhir bukan berarti situasi pandemi telah terkendali sepenuhnya.

Ancaman penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 masih ada di negara kita. Oleh karena itu, dalam pernyataan terbaru yang disampaikan pada Minggu, 2 Mei 2021, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko tersebut.

“Kita harus tetap benar-benar waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid-19,” ujarnya.

Beberapa waktu belakangan, kurva kasus Covid-19 di Tanah Air memang melandai sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang disertai dengan kebijakan vaksinasi massal. Tercatat saat ini jumlah kasus aktif di Indonesia semakin menurun di angka 100 ribuan. Tren kesembuhan pasien Covid-19 juga diketahui semakin meningkat dengan penurunan kasus harian.

Namun, di tengah perkembangan positif tersebut, Kepala Negara mengingatkan agar seluruh pihak tak lekas berpuas diri dan bereuforia. Perkembangan positif dari upaya penanganan pandemi beberapa waktu terakhir tersebut bukan berarti situasi pandemi telah terkendali sepenuhnya.

“Jangan merasa sudah aman. Belum! Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan dan sangat bergantung dengan kedisiplinan kita, kita semua, dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Presiden.

Seluruh pihak baik yang berada di zona merah, oranye, kuning, hijau, telah divaksin, maupun yang belum menerima suntikan dosis vaksin tetap harus berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan baik itu mengenakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

Di samping itu, perkembangan positif dari penanganan pandemi Covid-19 tampak berimbas pada mulai bergeraknya aktivitas perekonomian di daerah. Momentum pemulihan ini, kata Presiden, merupakan hal yang harus dijaga dan dipertahankan bersama-sama dengan cara meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

“Saya minta kepada gubernur, bupati, hingga wali kota terus mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan bersinergi dengan pemerintah pusat, dengan melarang mudik warganya pada Lebaran tahun ini,” imbuhnya.

Mengakhiri pernyataan, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas nomor satu pemerintah. Oleh karena itu, ketaatan terhadap protokol kesehatan yang disertai dengan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran Covid-19 harus tetap terjaga.

“Bersama-sama insyaallah kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini,” tandasnya. (Red/khauripan)

Sumber : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.






Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Resmikan Jembatan Sawunggaling.

Gambar : Mensos Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Surabaya, suaraposkodialima - Meski sempat tertunda karena refocusing anggaran untuk pandemi, jembatan Sawunggaling akhirnya diresmikan Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, peresmian Jembatan Sawunggaling dilaksanakan pada Sabtu, (1/5/21).

Saya berharap Jembatan Sawunggaling yang terkoneksi dengan Terminal Intermoda Joyoboyo dan destinasi wisata Kebun Binatang Surabaya ini bisa bermanfaat buat masyarakat Surabaya dan meningkatkan pendapatan usaha mikro, kecil, menengah, kata Eri Cahyadi.

Jembatan yang digagas dan mulai dibangun saat Risma menjabat Wali Kota Surabaya pada akhir periode ini menghabiskan anggaran Pemerintah Kota Surabaya hingga Rp39 miliar. Desain bangunan jembatan yang megah dan aneka lampu menarik membuat pengguna jalan tertarik untuk singgah dan menjadikannya spot untuk berfoto.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menambahkan, awal perencanaan pembangunan Jembatan Sawunggaling dan TIJ, memang dikhususkan untuk menggerakkan roda perekonomian UMKM di samping bertujuan untuk mewadahi berbagai angkutan umum.

"Ketika ini berjalan, memang pergerakannya untuk UMKM. Itu yang direncanakan sejak awal untuk menggerakkan ekonomi Kota Surabaya," kata Eri.

Untuk itu, kata dia, pihaknya berharap jembatan ini bisa memberi efek yang signifikan, baik secara tujuan untuk mengoptimalkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), mengurai kemacetan maupun menumbuhkan sektor ekonomi masyarakat setempat, pungkasnya. (Red/khauripan)




Sabtu, 01 Mei 2021

Jelang Larangan Mudik Lebaran 2021 Terminal Purabaya Bungurasih Masih Buka Seperti Biasa.


Suaraposkodualima - 
Terminal Purabaya Bungurasih menjelang larangan mudik pada 6 - 17 Mei 2021 tetap buka, selama belum mendapat instruksi dari Pemkot Surabaya untuk tutup karena ada larangan mudik 2021.

Kita belum ada aturan dan belum ada instruksi dari atasan, baik dari kepala daerah maupun dari Kepala dinas, demikian kata Kepala Unit Terminal Purabaya Imam Hidayat saat dihubungi suaraposkodualima, pada Jumat (30/4/21).

Dari pantauan suaraposkodualima, meski hari Jumat menuju akhir pekan, penumpang pun tak terlihat memadati terminal. Beberapa bus masih terlihat tengah menunggu penumpang yang hendak mudik.

Sementara itu, tampak bus antar kota antar propinsi (AKAP) juga antar kota dalam propinsi (AKDP) masih bisa keluar masuk ke Terminal Purabaya.

"Tergantung pada perusahaan masing-masing kalau busnya dikeluarkan monggo, terminal membuka, jalannya tergantung perusahaan. Dibuka beroperasi seperti biasa, tergantung busnya tapi ada penumpang atau tidak," jelas Imam.

Untuk bus dari luar Jatim masuk ke Terminal Purabaya, Imam mengaku tergantung dari kelonggaran pengawas COVID-19. Jika memang diperbolehkan, maka Terminal Purabaya mempersilahkan, pungkasnya. (Red/akha)


Jumat, 30 April 2021

Bali Minta agar Pariwisata Tetap Dibuka Saat Libur Lebaran.

Suaraposkodualima - Pemerintah Provinsi Bali secara khusus telah meminta agar sektor pariwisata di Pulau Dewata tetap dibuka saat libur Lebaran 2021.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu pemprov telah melakukan rapat dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Salah satu usulan dari pemprov adalah larangan mudik tidak berlaku bagi wisatawan yang hendak berlibur ke Bali. 

"Mudik berbeda dengan berwisata, mereka datang ke Bali untuk berlibur dan memang pariwisata sudah kami buka sejak Juni tahun lalu. Ini sedang kita bicarakan, dan semoga dalam rapat besok sudah ada jawabannya" katanya kepada suaraposkodualima beberapa waktu lalu.

Adapun, mengenai persiapan yang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, Cok Ace, sapaan akrab Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyebutkan tidak ada mekanisme khusus. Protokol yang dilakukan masih sama seperti yang berlaku selama ini.

Jadi, tidak ada persiapan khusus untuk libur Lebaran, andai kata, pariwisata di Pulau ini tetap dibuka dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, jumlah wisatawan yang berkunjung dapat mencapai 10.000 orang per hari, ujarnya.

Menurutnya, dengan jumlah tersebut prokes masih bisa dilaksanakan dengan baik karena saat ini jumlah wisatawan yang datang ke Bali hanya 4.000—6.000 orang per hari.  

"Kalau pas libur Lebaran yang datang ke Bali ada 10.000 orang, itu jumlahnya masih sedikit. Maka prokes bisa diterapkan dengan baik," tambah Cok Ace. (Red/niluh ishanori)