Surabaya, suaraposkodualima - Wisuda merupakan moment yang paling dinantikan oleh setiap mahasiswa. Berbagai persiapan pun mereka lakukan untuk memberikan penampilan terbaik dalam hari bahagia tersebut. Mulai dari pakaian maupun riasan.
Uniknya, H. Sulistyo justru memilih cara berbeda. Wisudawan tertua dari Fakultas Hukum dan ayah dari dua orang putera ini, menunjukkan rasa gembira karena berhasil menyelesaikan masa studi dan mendapat nilai cumlaude, ia datang bersama keluarga dengan naik andong.
Andongnya kemarin saya ambil Menganti Gresik, karena kebetulan di Surabaya sudah jarang, dan andongnya kalau di Surabaya ini sudah dihias atau di modifikasi jadi nggak seperti andong yang di desa," ujarnya.
"Kenapa kok saya memakai andong, karena kampus ini kampus budaya, yang cinta akan budaya, makanya setiap kegiatan backgroundnya kan selalu kerajaan Majapahit yaitu Raden Wijaya, makanya di dalam prosesi wisuda selalu ada tarian-tarian atau punggawa-punggawa kerajaan, dan dari situlah ide saya," lanjutnya
Wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 ini, saat ditanya kenapa memilih Fakultas Hukum H. Sulistyo mengatakan, setiap kehidupan keseharian kita selalu bersinggungan dengan hukum, kalau kita mengerti dan memahami akan selalu hati-hati dalam setiap bertindak, pungkasnya. (Red/khauripan)





