Di Rusia ada sebuah masjid yang punya keterikatan sejarah dengan bangsa Indonesia. Masjid itu adalah BLUE MOSQUE alias MASJID SOEKARNO. Seperti apa kisahnya?
Terletak di kota Saint Petersburg, Rusia nama 'Blue Mosque' barangkali masih asing terdengar di telinga kita. Namun ketika menyebut julukan lain masjid ini sebagai Masjid Soekarno, pasti kita langsung merasa familiar.
Ya, 'Blue Mosque' atau 'Masjid Agung Saint Petersburg' dikenal juga sebagai Masjid Sukarno, seperti nama proklamator sekaligus Presiden Pertama RI. Ada kisah menarik antara masjid ini dengan Presiden Sukarno.
Dirangkum dari beberapa sumber Minggu (28/3/2021), pada tahun 1956, tepatnya di bulan September, Presiden Sukarno melakukan lawatan ke negeri Rusia (dahulu Uni Soviet). Dalam lawatan itu, kota Saint Petersburg (dahulu bernama 'Leningrad') masuk dalam agenda kunjungan.
Usai mengunjungi beberapa pabrik di Leningrad, tiba-tiba mata Presiden Sukarno tertuju pada sebuah bangunan berkubah biru yang tampak mencolok dari kejauhan. Bung Karno pun ingin berhenti dan berkunjung ke bangunan itu. Bung Karno meyakini bangunan itu adalah sebuah masjid.
"Dalam taksiran Sukarno, bangunan itu jika sebuah masjid, mampu menampung lebih dari 3.000 muslim bersembahyang berjamaah," tulis Tomi Lebang dalam buku 'Sahabat Lama, Era Baru: 60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia-Rusia'.
Meski sempat dilarang oleh tentara Uni Soviet, Sukarno bersikeras untuk berkunjung ke sana. Dia bahkan membatalkan beberapa agenda demi berkunjung ke masjid cantik tersebut.
Sesampainya di Blue Mosque, Sukarno mendapati kondisi di dalam masjid lusuh dan tak terawat. Itu lantaran di era pendudukan Uni Soviet, masjid ditutup dan tidak boleh digunakan. Masjid pun beralih fungsi jadi sebuah gudang.
Dalam buku 'Kesedihan Sukarno dan jasanya terhadap Masjid St Petersburg' : Bung Karno merasa sedih karena masjid secantik itu hanya berfungsi sebagai gudang. Akhirnya, dia mengutarakan kesedihannya kepada pimpinan Soviet kala itu, Nikita Khrushchev. Kepada Khrushchev, Bung Karno meminta agar masjid dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah.
Rusia yang saat itu sangat menghormati Sukarno, akhirnya mengabulkan permintaan Sang Proklamator. Sepuluh hari usai kunjungan Bung Karno, utusan Kremlin datang ke masjid dan mengumumkan bahwa Masjid Agung St. Petersburg bisa difungsikan lagi sebagai tempat ibadah.
Atas jasa Presiden Sukarno, komunitas muslim di Saint Petersburg bisa kembali beribadah di masjid cantik tersebut. Hingga sekarang, banyak muslim setempat yang menyebut masjid itu sebagai Masjid Sukarno, meski tidak ada perubahan secara resmi terkait nama masjid itu.
Meski Presiden Sukarno tak pernah membicarakan masjid itu lagi setelah pertemuannya dengan Khruschev, tapi komunitas muslim di Saint Petersburg tidak akan pernah melupakan 'Jasa Sukarno'. Masjid ini banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.
Ada juga hiasan ukiran kayu di dalam masjid. Terdiri dari 3 lantai, Masjid Biru ini mampu menampung hingga 7.000 orang jamaah. Tak heran jika kecantikan masjid ini mengundang wisatawan dari berbagai negara untuk berkunjung ke sana. Kebanyakan dari mereka mengagumi arsitektur dan kecantikan Masjid Biru tersebut. (Red/khauripan)





